Showing posts with label Dalil. Show all posts
Showing posts with label Dalil. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU

Blitar, Habib Syech Bersholawat. Lailatul Ijtima yang diselenggarakan MWCNU Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu malam (27/7) berlangsung beda dengan kegiatan serupa sebelumnya. Setelah istighotsah yang dipimpin oleh KH Dimyati Zaini, biasanya langsung taushiyah, tapi tadi malam tidak.

Taushiyah pada kegiatan yang dirangkai Halal bihalal tersebut diganti dengan paparan napak tilas sejarah para pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama. Para pendiri tersebut mulai dari KH Hasyim Asyary, KH Bisri Sansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Asnawi, KH Ridwan. Tidak ketinggalan juga sejarah pengurus PWNU Jawa Timur.

Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU

Uraian sejarah disampaikan oleh Musytasar MWCNU Udanawu KH Syaikuddin Rohman. Menurut Kiai Cikut, panggilan akrabnya, perjalanan dakwah Islam mulai dari Nabi Muhammad SAW dan sahabat Nabi hingga Wali Songo berlangsung sekitar 7 abad (700 tahun). Sementara dakwah dari Wali Songo hingga NU berdiri dan saat ini, juga sekitar 7abad (700 tahun) lamanya.

Jadi perjalanan agama Islam mulai Nabi Muhammad SAW hingga sampai ke kita semua ini sekitar 14 abad atau 1400 tahun. Sedangkan NU umurnya hingga saat ini hampir seabad, ungkap Kiai Cikut.

Habib Syech Bersholawat

Cerita Kiai Syaikuddin Rohman tentang tokoh-tokoh ulama NU ini sangat menarik para hadirin peserta lailatul ijtima yang terdiri para pengurus ranting se-Udanawu, Muslimat NU, Ansor dan Fatayat NU. Karena, kiai Cikut tidak hanya bercerita saja. Namun didukung dan dilengkapi dengan audio visual gambar-gambar para kiai dan ulama melalui proyektor. Sehingga menambah gayeng cerita yang dipaparkan. Ini gambar Hadrotussyekh KH Hasyim Asyari. Mbah Hasyim ini kakeknya Gus Dur, ungkap Kiai Cikut.

Habib Syech Bersholawat

Ini, lanjutnya, gambar KH Bisri Sansuri. Ini juga kakeknya Gus Dur. Kalau Mbah Hasyim itu kakek dari ayahnya Gus Dur. Mbah Bisri ini kakek dari ibu Gus Dur karena Mbah Hasyim dari Tebuireng dan Mbah Bisri dari Denanyar besanan, jelas Kiai Cikut.

Ia menambahkan, dengan menunjuk foto KH Wahab Hasbulloh. Menurut Kiai Cikut, Kiai Wahab ini adalah kinasih Kiai Hasyim sebab kepandaiannya. Karena Kiai Wahab orangnya alim, cerdik dan pandai, zaman Bung Karno dia diajak kemana-mana.

Mbah Wahab ini orang kecil, tapi semangat berdakwahnya luar biasa. Pernah beliau dalam kondisi sakit tidak bisa berjalan diundang ke Pondok Lirboyo.Karena tidak bisa berjalan, maka beliau dibopong untuk naik ke panggung. Ajaibnya, meski sakit, di atas podium beliau tetap lantang dalam berceramah, ungkapnya.

Semua tokoh NU Jawa Timur juga dipaparkan oleh Kiai Cikut sehingga yang hadir pada acara bulanan NU Udanawu itu gamblang.

Semoga kita para pengurus NU ini bisa meneladani model dakwah dan berjuangnya mulai Nabi Muhammad SAW hingga para pejuang NU tadi. Dan kita dapat barokah dari paparan ini, tutupnya. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70026/kiai-cikut-paparkan-sejarah-islam-dan-tokoh-nu

Habib Syech Bersholawat

Saturday, January 7, 2017

PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Brunei Darussalam bekerja sama dengan Garda Buruh Migrant Indonesia memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Bersamaan dengan itu, mereka juga berzikir bersama dalam rangka memperingati haul ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Acara diselenggarakan secara berturut-turut pada Sabtu (10/1) dan Ahad (10/11) di dua distrik berbeda; distrik Brunei Muara dan distrik Kuala Belait. Peringatan ini disambut meriah oleh WNI yang tinggal di Brunei Darussalam.

PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


PCINU Brunei Darussalam dan Buruh Migran Peringati Haul Gus Dur

Koordinator yang terdiri atas Ahmad Makhfudin, Inmas Santi, dan Moh Ifan mengatakan, "Acara ini baru pertama digelar dalam sejarah buruh migrant Indonesia di Brunei Darussalam. Selain menjalin ukhuwah antarburuh migran, acara ini juga sebagai cikal bakal persatuan buruh migran untuk peningkatan martabat dan pemberdayaan buruh migrant Indonesia di Brunei Darussalam.

Habib Syech Bersholawat

Dalam pertemuan ini, penyampai taushiyah menanamkan nilai Aswaja di tengah gempuran ideologi ekstrem Islam trans nasional. Tampak hadir beberapa pejabat Kedubes RI untuk Brunei Darussalam dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Ketua PCINU Brunei Darussalam Ust H Ahmad Dhofier mengatakan, "Sambutan hari lahir Nabi Muhammad SAW adalah tradisi baik untuk mencapai tujuan baik yang patut dilestarikan."

Sementara Ketua Umum Garda Buruh Migrant Indonesia Abdurahman Duladi Aldi menegaskan, "Peringatan maulid Nabi haruslah membawa semangat perubahan. Nabi SAW dahulunya adalah juga seorang buruh, tetapi bukan sembarang buruh. Sebelum masa bitsah, baginda Nabi sering menggembalakan kambing milik orang-orang Mekah. Beliau sosok buruh teladan, yang mampu menginternalisasikan sifat pengabdian sejati sehingga derajatnya sangat dekat dengan Allah SWT.

Habib Syech Bersholawat

Sementara Ketua PKB cabang Brunei Darussalam Jauhar Ahmad mengajak WNI untuk meneladani keluhuran sifat Rasulullah. "Gus Dur adalah sosok umat yang meneladani kepribadian Rasul secara utuh. Di masa hidup, Gus Dur rela dicaci dan dicela bahkan dikafirkan hanya karena ingin mewujudkan misi rahmatan lil alamiin.

Gus Dur, kata Jauhar, selalu hadir mendampingi orang-orang yang terancam eksistensinya. Ia memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat bagaimana meneladani Rasulullah secara benar. Hal ini dibuktikan Gus Dur mulai dari kesederhanaannya, rasa empatinya, bahkan pembelaannya kepada kemanusiaan.

Selain sambutan-sambutan, acara juga dimeriahkan oleh tembang-tembang sholawat Lir Ilir, Tombo Ati dan Zaman Wis Akhir oleh Gatot Music bersama grup paduan suara dari gabungan buruh migrant. (Red Alhafiz K)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56992/pcinu-brunei-darussalam-dan-buruh-migran-peringati-haul-gus-dur

Tuesday, March 31, 2015

Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya

Habib Syech Bersholawat - Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menyesalkan pengibaran bendera nasionalnya dalam sejumlah aksi unjuk rasa terkait urusan dalam negeri Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Palestina mengatakan, perilaku itu tidak bisa diterima dan tidak bisa dianggap sebagai tanda dukungan atau solidaritas terhadap Palestina.

Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Habib Syech Bersholawat
Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya - Habib Syech Bersholawat


Bendera Palestina Dibuat Unjuk Rasa Ormas Indonesia, Dubes: Itu Tidak Pada Tempatnya

"Teman Palestina yang asli dan tulus akan menjaga stabilitas dan kedamaian di negara mereka jika mereka benar-benar tulus ingin menciptakan kedamaian di Palestina," demikian pernyataan dari Kedubes Palestina.

Sementara itu, staf Kedutaan Palestina, Sari Amalia, tidak menyebut secara spesifik kelompok atau unjuk rasa tertentu. Dia hanya mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pengamatan umum yang tampak pada unjuk rasa tahun 2016 dan awal 2017.

Sari mengatakan, pernyataan ini penting untuk disampaikan karena Kedubes Palestina merasa penggunaan bendera itu tidak pada tempatnya.

"Seperti kedutaan lain, kami tentu punya komitmen untuk tidak mau mengintervensi dan tidak mau terbawa oleh urusan dalam negeri Indonesia," katanya kepada BBC Indonesia.

Mereka berharap bendera Palestina tidak lagi digunakan dalam unjuk rasa terkait urusan dalam negeri Indonesia di masa depan.

Dalam sejumlah aksi massa, seperti protes menentang Basuki Tjahaja Purnama, misalnya, sebagian pengunjuk rasa membawa bendera Palestina di antara bendera atau lambang organisasi mereka.

Seperti diberitakan BBC Indonesia, bendera Palestina juga terlihat berkibar di depan Polda Metro Jaya awal pekan ini di tengah massa Front Pembela Islam saat Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan kasus simbol palu arit di lembaran uang rupiah.

BBC Indonesia telah mencoba menghubungi FPI dan GNPFMUI untuk meminta tanggapan, tetapi hingga kini belum mendapat jawaban. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/bendera-palestina-dibuat-unjuk-rasa-ormas-indonesia-dubes-itu-tidak-pada-tempatnya.html

Tuesday, April 2, 2013

Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah

Habib Syech Bersholawat - Sejak terbentuknya Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), bulan April 2014 di masjid al-Fajr bandung, provokasi tentang akan meledaknya perseteruan Sunni-Syiah semakin gencar.

Sesudah deklarasi di Bandung, berturut-turut mereka mendeklarasikan cabang-cabangnya di Garut, Tasikmalaya hingga Kalimantan. Mungkin sudah puluhan jumlahnya cabang mereka. ANNAS sendiri dikomandani seorang mantan jenderal dibelakangnya dengan beberapa orang yang menyebut diri mereka ulama.

Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah - Habib Syech Bersholawat
Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah - Habib Syech Bersholawat


Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah

Satu kejadian pernah terjadi di Bogor, ketika seorang ustad terkenal dengan suara seraknya, berseru “Jihad” akibat ia diserang sekelompok orang tak dikenal yang merasa ter-provokasi oleh spanduk anti Syiah. Sayangnya seruan itu sangat prematur dan tidak terjadi gerakan seperti yang diharapkan. Tetapi itu menjadi sebuah pertanda bahwa kejadian serupa akan diulang ketika mereka sudah matang dengan propaganda-propaganda berupa seminar, pengajian, majelis taklim, spanduk dan lain-lain. Provokasi akan dilakukan seolah-olah mereka mendapat serangan, untuk selanjutnya mereka berdalih membela diri dengan seruan perang.

8 November kemarin di Surakarta, mereka mengeluarkan poin-poin seminar bahwa Syiah siap melakukan kudeta di NKRI. Menurut mereka, Syiah dari lebanon sudah siap sedia di negeri ini untuk menunggu perintah dari Iran untuk melakukan kudeta. Konsep brainwashing mereka terapkan dengan memutar balik fakta bahwa ISIS adalah Syiah, memanfaatkan momentum peringatan pemerintah bahwa ISIS adalah teroris.

Lalu kenapa selain Syiah, mereka juga menggemborkan bangkitnya komunis bersama Syiah dan akan lakukan kudeta di Indonesia? Ini tidak lepas dari keterlibatan Rusia di suriah. Mereka mendoktrin bahwa Rusia itu Komunis, padahal faktanya Presiden Rusia adalah seorang Katolik yang taat. Mereka menyembunyikan data kepada umat bahwa Rusia bukan lagi Uni Sovyet, yang dulu berhaluan komunis.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

Pertanyaannya, untuk apa mereka bersusah payah melakukan propaganda ini ? Jika melihat pola-pola yang sama di Timur-Tengah terutama Libya dan Suriah, isu Sektarian selalu dimainkan untuk satu tujuan yaitu menjatuhkan pemerintahan yang sah. Pola propaganda dilakukan untuk mencuci otak rakyat dan pada saat kebohongan berulang-ulang itu akhirnya diterima sebagai kebenaran, maka mereka akan memulai dengan gerakan mengatas-namakan rakyat.

Fungsi propaganda itu adalah memunculkan gerakan pro dan kontra di tengah rakyat. Sesudah pro dan kontra semakin tajam, lalu dibuatlah peristiwa-peristiwa yang akan melemahkan pemerintah seperti kerusuhan-kerusuhan di beberapa daerah sehingga terkesan negara tidak aman. Selain itu mereka bermain di pelemahan ekonomi, sehingga banyak yang merasa lapar.

Ketika kepercayaan masyarakat yang menurun kepada pemerintah semakin lebar, mereka mulai membenturkan pro dan kontra tersebut. Aparat-aparat pemerintah disusupi supaya terbelah. Berita-berita dibangun simpang siur sehingga banyak yang lemah akal bingung mana yang salah dan yang benar.

Kerusuhan meluas, dan seperti kita tahu di Libya berakhir dengan kejatuhan Muammar Qaddafi, meski di Suriah mereka belum berhasil menjatuhkan Bashar Assad. Jika gerakan rakyat belum berhasil seperti di Suriah, maka mereka akan menyerukan jihad ke internasional sehingga masuklah sipil militan dari berbagai negara untuk membantu menekan. Bashar Assad sendiri di propagandakan sebagai Syiah padahal bukan.

Kembali ke negara kita, pola yang sama mereka terapkan. Membalik fakta melalui berita-berita supaya banyak orang kebingungan, meruncingkan perbedaan agama supaya terjadi kerusuhan, dan kita sudah melihat bagaimana Tolikara dan Singkil berhasil dibakar. Diharapkan situasi ini akan memancing daerah lain untuk membalas dendam.

Mereka memetakan dengan baik situasi di beberapa daerah. Yang mayoritas kristen, di provokasi dengan membakar tempat ibadah muslim dan juga sebaliknya. Untuk daerah seperti Jawa, isu agama tidak selaku di daerah maka di munculkanlah isu mazhab seperti sunni dan Syiah. Jaringan dibangun dulu, untuk kemudian digerakkan sesudah dimunculkan momen yang tepat. Perhatikan, Bogor melarang kegiatan Asyura sedangkan Purwakarta melarang kegiatan anti Syiah. Terus di peruncing.

Investasi untuk membangun kondisi ini sangat mahal, karena melibatkan sumber daya manusia yang banyak dan waktu yang panjang. Tetapi mereka juga tidak memberikan dana secara gratis. Namanya investasi pasti ada waktu kembalinya. Mereka berharap ketika negara ini rusuh, maka mereka akan menguasai penuh sumber daya alam di Indonesia yang kaya seperti emas di Freeport dan Migas. Mereka juga akan kembali menguasai Petral yang sudah dibubarkan yang selama ini menguntungkan mereka 250 milyar per hari. Belum lagi lahan pangan dan lahan hutan.

Jadi, meskipun isu yang dibangun tentang Sunni-Syiah, ini murni bukan masalah sektarian tetapi imperialisme yang dibangun atas nama Sektarian. Kewaspadaan ini bukan hanya untuk Sunni, untuk Syiah tetapi juga agama lain, karena yang akan diserang adalah keutuhan negara kita. Indonesia akan dipecah-pecah, masing-masing provinsi akan menyatakan merdeka. Ketika pecah, akan lebih mudah mereka menguasai daerah-daerah. Ingat anggota DPRD Riau yang pernah menyatakan akan keluar dari NKRI karena masalah asap?

Bagusnya pemerintah sangat tanggap akan hal ini. Dibangunnya infrastruktur-infrastruktur di luar Jawa menandakan bahwa pengembangan ekonomi akan diratakan di seluruh daerah sehingga tidak terkesan ekonomi terpusat ke Jawa yang membuat iri daerah.

Kita berpacu dengan waktu melawan pemikiran mereka. Indonesia akan menjadi Suriah ke 2 atau tidak, sepenuhnya tergantung kita.

Meski kita tertawa melihat begitu bodohnnya propaganda mereka, seperti Syiah sudah menyiapkan puluhan ribu pedang untuk kudeta atau puluhan ribu Syiah Lebanon sudah masuk Indonesia, tetapi jangan hilang waspada.

“Jangan pernah memandang remeh orang-orang bodoh dalam kelompok besar” kata George Calin. Ketika orang-orang dungu itu terprovokasi, maka mereka akan menjadi api yang membakar kemana-mana, tanpa memandang suku ataupun agama. Sebab mereka seperti Zombie yang tidak berakal dan di remote hanya untuk satu tujuan yaitu menghancurkan. Sudah terasa hambar kopinya? [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/agenda-tersembunyi-annas-anti-syiah.html

Saturday, February 16, 2013

Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil

Surabaya, Habib Syech Bersholawat. Tidak semata menjadi media melakukan evaluasi dan sejumlah program kerja serta pemilihan kepengurusan NU Jawa Timur lima tahun mendatang, Konferwil juga menyediakan forum diskusi untuk memantapkan Aswaja.

Selama dua hari yakni hari Sabtu hingga Ahad (1-2/6), Aswaja NU Center PWNU Jatim menyediakan forum tersendiri bagi para warga dan peserta Konferwil untuk mengasah dan memperdalam pemahaman dan keyakinan terhadap Aswaja ala NU. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Aswaja NU Center dengan penerbit dan distributor buku ke-NU-an, Khalista Surabaya.

Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)


Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil

KH Abdurrahman Navis selaku Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim secara rinci menyebutkan agenda kajian yang akan berlangsung tersebut. Untuk hari pertama yakni Sabtu jam 09.00 hingga 10.30 adalah sosialisasi Aswaja NU Center dan bedah buku Risalah Ahlussunnah wal Jamaah.

Untuk hari dan kesempatan pertama, saya yang mengisi, kata Kiai Navis, sapaan akrabnya kepada Habib Syech Bersholawat (30/5). Buku ini merupakan hasil kerja kolektif tim Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam rangka memberikan wawasan dan pendalaman bagi kebiasaan yang dilakukan warga NU dalam beribadah.

Habib Syech Bersholawat

Usai itu dilanjutkan dengan dua buku sekaligus karya Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad dengan judul Hujjah NUdan Argumen Amaliah di Bulan Syaban dan Ramadhan. "Bila tidak ada perubahan, maka acara ini berlangsung mulai jam 10.30 hingga 12.00 WIB, tandas Maruf Asrori, Komisaris sekaligus Direktur Utama Khalista.

Habib Syech Bersholawat

Usai shalat Dhuhur dan makan siang, peserta akan disuguhkan dengan buku yang paling baru berjudul Belajarlah kepada Lebah dan Lalat: Menuju Kokoh Spiritual, Mapan Intelektualkarya Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali.

Buku ini baru saja terbit menjelang Konferwil dan merupakan catatan ceramah dari Gus Ali yang disampaikan baik di TV maupun pengajian rutin di masjid pesantren, kata Cak Maruf, sapaan akrab Direktur Khalista.

Pada jam 14.00 hingga 16.30 WIB, para peserta akan mendapatkan materi seputar Firqah Aliran yang Menggerogoti NU. Pandangan dan ulasan ini disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam. Malamnya yakni jam 19.00 hingga 23.00 WIB akan tampil Ustadz Idrus Ramli memberikan materi Strategi Dakwah Aswaja di Tengah Persinggungan antar Aliran.

Sedangkan pada hari Ahad, ada empat agenda acara yang akan digelar. Pertama, bedah buku dengan judul Bekal Aswaja Menghadapi Radikalisme Salafi Wahabi karya Ustadz Idrus Ramli, dilanjutkan dengan Tantangan Aswaja di Dunia Islam oleh Ustadz Arya Muhammad Ali, kemudian Sosialisasi Hasil Bahtsul Masail LBM PWNU Jatim oleh KH Romadlon Khotib dan dipungkasi oleh Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar yang akan memberikan pencerahan seputar Aktualisasi Qanun Asasi NU

Kiai Navis menandaskan bahwa acara ini sangat menarik dan penting karena diisi oleh para narasumber yang kompeten. Hal senada disampaikan Cak Maruf. Kegiatan ini sebagai upaya membentengi dan memberikan solusi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dalam hal ini warga NU, terangnya

Alumnus Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel ini tidakmenutup mata dengan derasnya ancaman, terror bahkan intimidasi yang dilakukan Islam garis keras maupun Islam beraliran kiri terhadap eksistensi amaliah NU.

Berdasarkan pengalaman menyelengarakan acara di tempat lain, kegiatan ini banyak membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap keyakinan dan amaliah yang selama ini diyakini dan dilakukan warga NU, tandasnya.

Bahkan seluruh kegiatan nantinya akan didokumentasi sehingga bisa dilihat dalam bentuk CD dan atau DVD. Ini permintaan dari banyak warga yang akan hadir pada kegiatan ini, tandasnya sumringah. Dan Khalista bersama Aswaja NU Center siap menerima permintaan tersebut.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44815/ada-kajian-islam-dan-bedah-buku-aswaja-di-konferwil

Wednesday, June 15, 2011

Jadi Ustadz Wahabi Dapat Gaji 1500 Dolar Perbulan, Mau?

Habib Syech Bersholawat - Jadi dai yang mendakwahkan ideologi wahabi ternyata menggiurkan. Ada ongkos wajib yang diterimakan kepada ustadz wahabi setiap bulan. Nilainya tidak tanggung-tanggung, 1500 dolar.  Setara Rp.20 juta.

Hal itu diungkapkan oleh Ustadz Idrus Ramli dalam Tawajuhan Aswaja di Pondok Pesantren Afaada Sunan Pandanaran, Boyolali Jawa Tengah, Jumat (30/09/2016) malam. “Kalau membeli lahan, mereka dilayani bosnya,” kata Idrus dalam materi pertama, Aktualisasi Nilai-Nilai Aswaja.

Keterangan tentang gaji ustadz itu ia dapatkan dari seorang mantan ustadz wahabi dari Bogor yang sekarang sudah insaf kembali ke NU. Cerita yang disampaikan, sang ustadz itu adalah lulusan pondok pesantren. Karena tidak mendapatkan pekerjaan usai boyong dari pondok, ia iseng-iseng melamar lowongan kerja dakwah ala wahabi.

Jadi Ustadz Wahabi Dapat Gaji 1500 Dolar Perbulan, Mau? - Habib Syech Bersholawat
Jadi Ustadz Wahabi Dapat Gaji 1500 Dolar Perbulan, Mau? - Habib Syech Bersholawat


Jadi Ustadz Wahabi Dapat Gaji 1500 Dolar Perbulan, Mau?

Setelah diterima, sang ustadz ditugaskan berdakwah ke daerah-daerah target wahabisasi. Namun, kata Idrus, sang ustadz itu meminta kepada penyandang dana agar ditugaskan ke daerah-daerah terpencil yang sulit dipantau gerakannya oleh donatur. “Supaya bisa tahlilan dan maulidan,” kata Idrus menirukan pengakuan mantan ustadz wahabi itu.

Habib Syech Bersholawat

Tapi, lama-kelamaan, sang ustadz justru yang sungkan sendiri karena tidak menjalankan misi dakwah wahabisasi sesuai keinginan big bos. “Akhirnya dia keluar sendiri dan kembali di NU,” terang Idrus.

Untuk menjadi ustadz wahabi, mereka juga harus bisa memerankan diri menuduh bid’ah orang-orang yang tidak melaksanakan sunnah. Jadi, yang tidak mau mengamalkan sunnah, harus dicarikan dalil agar bisa

Habib Syech Bersholawat

dituduh bid’ah, kafir dan sesat.

“Padahal, orang yang tidak mengamalkan sunnah kan tidak bisa disebut ahli bid’ah sebab tidak mengamalkan sunnah itu tidak dosa,” jelas Idrus Ramli kepada 70 an santri peserta tawajuhan.

Bukan hanya itu, para pendana wahabi juga main curang dengan isi kitab kuning. Tafsir Showi yang menyebut golongan wahabi bagian dari kelompok Khawarij, minta dihilangkan dari percetakan jika mau dipasarkan dan dibeli oleh pemerintah Saudi Arabia. “Tidak bisa dijual di Saudi jika kata wahabi tidak dihapus,” tutur Idrus.

Kalimat yang harus dihilangkan dalam kitab tafsir karya Syeikh Ahmad bin Muhammad as Showy Al Maliky itu ada di halaman 78 cetakan lama. Artinya, “wahabi adalah golongan khawarij yang telah merusak

penafsiran Al-Qur’an dan As Sunnah, suka membunuh kaum muslimin dst”. Jika kalimat itu tidak ada, berarti palsu.

Intinya, yang membedakan metode dakwah wahabi dan ahlus sunnah wal jamaah adalah pendekatannya. Jika wahabi menggunakan suntikan harta (ekonomi), maka Aswaja menggunakan pendekatan ideologi, dan itu tiada biaya, seperti acara tawajuhan Aswaja di Boyolali itu. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/jadi-ustadz-wahabi-dapat-gaji-1500-dolar-perbulan-mau.html

Friday, July 2, 2010

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Habib Syech Bersholawat - Almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur) sambil bercanda pernah berkata, “hal yang misterius dan hanya Tuhan yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur”.

Gus Dur -allah yarham,- memang begitu misterius, hingga sikap, ucapan dan kebijakan beliau sering disalahpahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga nahdhiyin (NU) sendiri. Apalagi musuh-musuh beliau yang menilai bahwa ucapan dan sikap beliau tidak masuk akal, bahkan mereka “men-cap” beliau sebagai orang gila.

Namun belakangan, terlebih setelah Gus Dur wafat, sikap dan ucapan beliau yang dianggap tidak masuk akal, ternyata terbukti banyak benarnya.

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Habib Syech Bersholawat
Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Habib Syech Bersholawat


Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Seperti yang diceritakan para tokoh Vatikan, saat Gus Dur menjabat sebagai ketua PBNU, beliau mengunjungi Vatikan. Dan sambil guyon Gus Dur berkata bahwa beliau akan datang lagi ke Vatikan tapi tidak sebagai ketua PBNU tapi sebagai seorang Presiden.

Ucapan Gus Dur hanya dianggap candaan oleh para tokoh Vatikan. Dan ternyata pada kunjungan selanjutnya tokoh Vatikan terkaget-kaget karena Gus Dur memang datang sebagai seorang Presiden. Itulah mengapa beliau dijuluki “santo” oleh para tokoh Vatikan.

Habib Syech Bersholawat

Saat Gus Dur diminta pertanggung jawaban oleh DPR, dengan gagah berani beliau datang ke gedung bundar dan menghadapi anggota DPR. Di hadapan mereka semua, dengan lantang Gus Dur mengatakan bahwa DPR seperti Taman Kanak-kanak.

Habib Syech Bersholawat

Saat itu, banyak anggota DPR yang tersinggung dan menuding Gus Dur gila. Tapi pada kenyataan yang kita lihat saat ini, ternyata apa yang dikatakan Gus Dur, benar-benar terbukti. Anggota DPR senang ketika jalan-jalan dan tidur ketika sidang, senang rebutan proyek, dan punya pernah ada kasus meminta-minta dari "papa minta saham, mama minta s0ftex dan sekarang, si papa malah ada yang minta kasur, dan seterusnya.

Pak Sutarman adalah ajudan Gus Dur, dan Gus Dur pernah berkata pada Pak Sutarman, “nanti Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro, setelah itu Pak Tarman akan menjadi Kapolri”. Pada saat itu, Pak Sutarman hanya tertawa karena mengganggap hal itu tidak akan terjadi, bahkan bermimpi menjadi Kapolri pun belum pernah. Dan tepat pada tanggal 23 Oktober 2013, Pak Sutarman ternyata resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.

Pada 8 Januari 2006, Gus Dur pernah mampir ke rumah dinas walikota Solo untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama. Saat itu Bung Joko baru 6 bulan menjabat walikota. Dan pada hari itu Gus Dur berkata, “siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden.” Bung Joko hanya senyam-senyum pada waktu itu.

Di pagi hari, Gus Dur meminta Kang Said (KH. Said Aqil Siradj) untuk menyediakan air putih dan roti tawar untuk sarapan. Lalu Gus Dur meminta Kang Said untuk membacakan kitab Ihya’ Ulumuddin.

Baru dibacakan dua paragraf, Gus Dur sudah mendengkur. Lima menit kemudian beliau terbangun dan berkata pada Kang Said, “sampean akan menjadi ketua PBNU di atas usia 55 tahun”.

Pada Muktamar NU ke 30, Kang Said di usia 46 tahun mencalonkan diri menjadi ketua PBNU bersaing dengan KH. Hasyim Muzadi. Dan yang terpilih pada saat itu adalah KH. Hasyim. Selanjutnya, pada muktamar NU ke-32, Kang Said mencalonkan diri lagi menjadi ketua PBNU. Saat itulah beliau terpilih, tepat di usia 56 tahun.

Setelah gagal menjadi gubernur Bangka Belitung, Koh Ahok bertemu Gus Dur dan Gus Dur berkata, “kamu akan menjadi gubernur”. Benar juga, Ahok akhirnya jadi gubernur, tapi bukan di Bangka Belitung.

Guru Besar UGM Profesor Suhardi, pernah menjadi Dirjen di Departemen Kehutanan di era Gus Dur. Di ruang ICCU, berapa hari sebelum wafatnya, Gus Dur berkata kepada sang profesor, "Pak Hardi saya titip bangsa ini. Tolong ikut dikawal Pansus Century di DPR. Besok Kamis saya akan pulang ke Tebuireng dengan diantar banyak orang. Saya sudah ditunggu ayah saya di sana," kata Gus Dur. Beliua meninggal tepat sesuai perkataan.

Masih banyak lagi kisah misterius tentang Gus Dur. Yang membuat tertawa adalah perkataan Gus Dur yang pernah diucapkan kepada Fidel Castro, “saya menjadi presiden dipilih oleh orang-orang gila". Sekarang kita saksikan sendiri bagaimana perilaku mereka yang memilih Gus Dur pada masa itu. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ucapan-gus-dur-yang-terbukti-benar-meski-dianggap-gila.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock