Showing posts with label NetizenNu. Show all posts
Showing posts with label NetizenNu. Show all posts

Sunday, December 11, 2016

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Habib Syech Bersholawat - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat


PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Habib Syech Bersholawat/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Sunday, August 28, 2016

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Habib Syech Bersholawat - Polemik tentang pendapat seorang da'i (bukan ulama) yang mengatakan bahwa ayah dan ibu nabi itu kafir serta masuk neraka telah membuat banyak umat Islam yang cinta kepada Nabi tersakiti. Termasuk yang terjadi dalam percakapan antara penanya dan Gus Awy Ali Imron (Lamongan), alumnus Rushaifah Makkah dan juga santri Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani.

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat
Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat


Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Anda boleh simpan hasil percakapan dari WhatsApp ini untuk disebarkan atau digunakan hujjah bagi mereka yang suka usil kemuliaan tauhid dan kemuliaan Nabi Agung Muhammad SAW. Kami edit ejaan saja. Tidak ada tambahan.

Penanya: Ada yang berfatwa bahwa Ibu dan ayah Nabi mati kafir dan di neraka? Mohon penjelasanya Gus!

Gus Awy Ali Imron: Hanya orang kurangajar kepada Nabi yang berani berfatwa seperti itu.

Gus Awy Ali Imron: Permasalahan ini berhubung langsung dengan urusan tauhid. Telah disepakati oleh mayoritas ulama sejak salaf bahwa orang yang hidup di masa tenggang waktu kevakuman antar Nabi, tidaklah disiksa. Termasuk dalam hal ini adalah orang tua Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Tentang hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat al-Isro ayat 15 dan Assyu'aro ayat 219.

Keterangan:

Al-Isra' ayat 15 adalah:

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Gus Awy Ali Imron: Lagipula apa ada untung membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kita?

Gus Awy Ali Imron: Secara logika saja, kita sendiri, apa mau jika dikatain bahwa orang tua kita masuk neraka? Apalagi kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Jadi, kesimpulannya, orang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi di neraka, siapapun orang itu, berlabel ustadz, Lc atau bahkan syaikh sekalipun, adalah orang yang sangat kurangajar dan tidak punya tatakrama kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Ayah Nabi meninggal kala Nabi di kandungan. Ibunya meninggal kala Nabi masih kecil usia 6 tahun. Sementara Nabi baru diangkat jadi Nabi pada usia 40. Lantas, secara logika, dari mana orangtua Nabi menerima dakwah?

Gus Awy Ali Imron: Sementara Nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad, yaitu Nabi Isa, telah diangkat pada 33 M, Nabi sendiri lahir pada 571 M, tenggang waktu kekosongan Nabi 5 abad sendiri.

Gus Awy Ali Imron: Ini sudah cukup menjawab akan fatwa bodoh dan kurangajar itu.

********

Polemik pecah belah ini berawal dari penafsiran tesktual wahabi yang diambil dari hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berisi:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِى؟ قَالَ: “فِى النَّارِ.” فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِى وَأَبَاكَ فِى النَّارِ

Artinya:

Ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, dimana ayahku?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di neraka.” Ketika orang ini pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memangilnya, dan bersabda, “sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim 521, Ahmad 12192, dan Abu Daud 4720).

Hadits di atas akhir-akhir dimuat di beberapa website wahabi tanpa tafsir dan analisa sejarah, utamanya tentang Fatroh (masa vakum kenabian). Salah satu website wahabi tersebut adalah konsultasisyariah [dot] com. Adapun ustadz wahabi yang menyebut orang tua Nabi kafir adalah Firanda Andirja dan Khalid Basalamah. Videoanya banyak beredar di Youtube.

Percakapan WhatsApp di grup Tanya Jawab Syariah yang terjadi pada Selasa (27/09/2016) di atas itu, kiranya cukup menjawab bahwa yang menyebut orangtua Nabi itu kafir dan di neraka tidak paham sejarah kontinuitas kenabian dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad. Sekian. Mohon disebarkan. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/yang-berfatwa-ayah-ibu-nabi-di-neraka-itu-kurangajar.html

Monday, January 20, 2014

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Habib Syech Bersholawat - Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - Habib Syech Bersholawat
Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - Habib Syech Bersholawat


Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

Habib Syech Bersholawat

1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

Habib Syech Bersholawat

2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia (HTI dan PKS).

3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

Baca: Habib yang Ketua Ansor Jember Ini Dibunuh PKI

Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini:

– Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

– Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di Indonesia.

– Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

– Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM.

Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia.

Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/isu-pki-itu-mainan-para-alumnus-amerika-lalu-radikalis-mainan-siapa.html

Tuesday, November 12, 2013

Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI

Habib Syech Bersholawat - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapatakan perlawanan dari PAC GP Ansor Banser dan Pagar Nusa Kecamatan Kayen, Pati, pada saat mereka mengadakan pertemuan di Gedung Haji, Kec. Kayen, Kab. Pati, Jateng, Ahad (13/11/2016) pagi.

Awalnya, Ketua PAC GP Ansor Kayen mendapatakan selebaran yang isinya akan ada kegiatan mengatasnamakan HTI di daerah tersebut yang kabarnya mengundang tokoh-tokoh NU di 21 desa se Kecamatan Kayen. Setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut benar adanya.

Mengingat situasi politik di Jakarta yang belum padam, Ansor langsung berkoordinasi dengan Pagar Nusa (PN) untuk mendatangi acara. Informasi yang diterima Duta Islam menyebutkan, ada 20 anggota HTI dan 35 tokoh NU yang hadir di acara. Ini yang menurut Ansor harus diwaspadai.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Ketua PAC Ansor, Sunoto, menetapkan siaga 1 wahabi di daerahnya atas digelarnya acara HTI, yang terkesan sembunyi-sembunyi dengan misi politis mempengaruhi tokoh-tokoh kiai sepuh NU.

Dipimpin langsung oleh Sunoto, pagi itu juga sekitar jam 10.00 WIB, 30 orang terdiri atas Ansor, Banser dan Pagar Nusa, bergerak menuju Gedung Haji Kayen. Dalam pertemuan tersebut, HTI mengajak bergabung kepada para kiai NU karena umat Islam disebut sudah bersatu sejak demo 411 di Jakarta.

"Umat Islam sekarang sudah bersatu. Hal ini dibuktikan dengan acara demo 4 November 2016 yang diikuti hampir semua ormas Islam. Oleh karena itu, mari NU juga bersama-sama ormas Islam yang lain untuk menjaga persatuan antar umat Islam yang semakin nyata," kata salah satu anggota HTI, dikutip Duta Islam dari laporan Joko Buono, anggota Pagar Nusa Pati, kemarin (13/11/2016).

Melihat agenda HTI yang main colong kepada sesepuh NU di wilayahnya, Ansor, Banser dan Pagar Nusa memberikan kesempatan pertemuan HTI tersebut hingga pukul 11.30 WIB, sebagaimana rencana awal. "Kalau jam 11.30 tidak bubar, maka akan dibubarkan paksa," demikian ultimatum Ketua Ansor. Redaksi Habib Syech Bersholawat belum menerima laporan lebih lanjut atas berita ini. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/adakan-pertemuan-siluman-dengan-35-kiai-gp-ansor-kayen-bubarkan-hti.html

Monday, June 24, 2013

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Pria berambut gondrong itu menunjukkan gambar hasil potretan dari kamera ponselnya. Kemudian tertawa lepas. Ketika saya bertanya kenapa tertawa, dia menjawab dengan tertawa. Ketika saya tanya lagi, dia masih menjawab dengan tertawa juga.

Ini, ini lho Kiai Adlan Aly, kata pria berambut gondrong bernama Imam Maarif itu sebelum pembukaan pameran tunggal Sang Kekasih karya pelukis Nabila Dewi Gayatri di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5) yang diresmikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)


Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Kemudian dia menceritakan bahwa di tahun 80-an, ia adalah satrinya Kiai Adlan Aly. Ia belajar menghafalkan Al-Quran langsung kepada kiai itu.

Habib Syech Bersholawat

Dia kan kalau ngajar, sembilan orang enam orang berada di hadapannya. Kalau salah tangannya berbunyi, tek, tek. Tangan ke meja. Berarti salah, katanya.

Habib Syech Bersholawat

Sampai saat ini, ia mengakui kehebatan konsentrasi Kiai Adlan. Karena dalam satu waktu, ia bisa menyimak beberapa santri yang membaca Al-Quran secara bersamaan, padahal ayat yang dibaca berbeda. Namun, Kiai Adlan mampu membagi konsentrasinya sehingga bacaan salah diketahuinya.

Menurut dia, waktu itu, tidak banyak yang santri yang diajari langsung Kiai Adlan. Kebanyakan ditangani santri senior murid Kiai Adlan. Sementara dia bersama beberapa temannya langsung ditangani Kiai Adalan.

Suatu ketika, selepas maghrib, dia bersama sembilan temannya membacakan hafalan masing-masing. Tentu dengan ayat berbeda. Tiba-tiba, tangan Kiai Adlan berbunyi. Imam tidak merasa bacaannya salah. Ia melanjutkan bacaannya. Tapi tangan Kiai Adlan berbunyi lagi. Ia melanjutkan lagi. Tapi lagi-lagi tangan Kiai Adlan berbunyi.

Tangan Kiai Adlan berunyi tiga kali dan saya tidak tahu letak kesalahannya. Saya membacakan surat Al-Baqarah akhir. Saya masih kecil, Tsanawiyah, jelasnya. Namanya orang takut, campur keringetan. Kan jarang-jarang langsung kiai besar seperti dia, lanjutnya.

Lalu, karena dia masih melanjutkan bacaan, tanpa diduga, Kiai Adlan menarik kepalanya. Kemudian meludahi telinga Imam. Lalu ia diberi tahu santri lain agar mundur karena bacaannya keliru.

Haha..ha.., dia kembali tertawa mengenang peristiwa itu. Gila lho, kiai bisa membagi konsentrasi sampai enam sembilan bacaan di waktu yang sama, katanya. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77813/pria-gondrong-itu-diludahi-kiai-adlan-aly

Habib Syech Bersholawat

Friday, May 25, 2012

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Habib Syech Bersholawat - Jalan lumayan lengang, setelah lampu hijau berganti menyala merah, saya berhenti tepat di depan tiang lampu merah. Karena garis putih pembatasnya sudah tidak telihat, jadi tidak ada patokan jelas di mana saya harus berhenti.

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat
Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat


Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Selang beberapa detik, ada tiga motor melewati posisi saya, masing-masing sendiri tanpa berboncengan. Mereka semua mengenakan baju koko warna gelap (terlihat dari sembulan di bawah rompi dan jaket). Tampilan celana mereka jauh di atas mata kaki.

Lampu merah masih menyala, beberapa kali mereka mau mencuri-curi kesempatan menerobos, saya maju mendekat ke mereka dan membuka masker saya.

"Assalammualaikum...mau ke Al-Azhar ya pak? Ikut demo?" Mereka menjawab salam saya dengan semangat.

"Walaikumsalam, iya khi, antum mau ke sana juga? Bareng aja khi," saya tersenyum.

"Nggak, saya mau jihad, cari nafkah, dan maaf, antum semua saya perhatikan melanggar marka jalan, dan berkali-kali mau menerobos lampu merah. Saya Islam, dan barusan saya merasa malu tertampar-tampar oleh perilaku antum. Maksud antum semua mungkin baik, tapi jika hal kecil seperti ini nggak antum perhatikan, coreng semuanya. Maaf sekali lagi".

Lampu menyala hijau, mereka langsung nyelonong tanpa memberi salam pada saya. Semoga Alloh merahmati kalian. [Habib Syech Bersholawat]

Keterangan: Lokasi dialog dan peristiwa ironis di atas terjadi di lampu merah Panglima Polim, Jakarta Selatan, seberang Blok M Plaza, pada Senin (23/01/2017) pukul 09.07 WIB. Nama penulis disimpan redaksi.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/jleb-ini-dialog-pencari-nafkah-kepada-pendemo-fpi-saat-kepergok-langgar-marka.html

Wednesday, November 9, 2011

Indonesias quran paper has export quality

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Industry Minister Ms Hidayat said Indonesia had to develop its Quran Paper (QPP) because it had export quality and the Quran printed with the OPP could last for 100 years.

"Indonesia should continue to develop its export products which have added values," the minister said here on Sunday as quoted by Antara news agency.

Indonesias quran paper has export quality (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesias quran paper has export quality (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesias quran paper has export quality

The minister made the remarks in connection with the donation of 100 thousand copies of the Quran by pulp producer Asian Pulp and Paper (APP) as a form of its social responsibility in the current fasting month.

Habib Syech Bersholawat

Minister MS Hidayat said he hailed the company`s donation of 100 thousand copies of the Quran.

"Building the nation in various aspects, including in the mental and spiritual aspects, is a shared responsibility. Therefore, I appreciated the APP`s step to donate copies of the Quran as a form of its social responsibility," the minister said.

Habib Syech Bersholawat

The copies of the Quran which were donated by the APP were printed using domestically produced QPP by PT Indah Kiat Pulp and Paper in Tangerang, Banten.

The Quran Paper is claimed to have a special print and texture quality which is light, soft, strong and could last for 100 years if the Quran is used in normal way.

About 80-90 percent of this paper production is exported, particularly to the Middle East countries, such as Egypt, Turkey, Syria and Lebanon which are centers of Quran printing for the world.

Corporate Affairs Director of APP Suhendra Wiriadinata said APP had the initiative to donate copies of the Quran to help people who needed them.

The Ministry of Religious Affairs predicted that the people needed some two million copies of the Quran in 2011.

But up to now, the national printing capacity of the Holy Book only reached about 50 thousand to 60 thousand copies.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46338/indonesia039s-quran-paper-has-export-quality

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock