Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts
Showing posts with label Nahdlatul Ulama. Show all posts

Tuesday, March 14, 2017

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Kudus, Habib Syech Bersholawat. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali mengingatkan kepada warga NU untuk mengantisipasi paham-paham liberal baik di sektor ekonomi maupun agama. Paham tersebut, menurutnya, telah menyiapkan skenario terjadinya perang peradaban.

"Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU) harus menjadi ujung tombak untuk melakukan pembenahan-pembenahan organisasi. Jangan sampai kita kemasukan paham-paham seperti itu dan dianggap sebagai liberal," katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan PC Lakpesdam Kudus bekerja sama dengan PP Lakpesdam di Pesantren Raudlatul Mutaallimin, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (20/3).

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Asad menyatakan belakangan ini bangsa Indonesia telah mengalami gerakan liberalisasi pada sektor ekonomi. Menurutnya, kekayaan negara sudah dikuasai pihak asing sehingga berdampak pada masyarakat menjadi terpinggirkan.

Untuk melawan liberalisasi ekonomi itu, ia menegaskan NU harus bisa mengembangkan etos kewirausahaannya dan menciptakan banyak pedagang andal dan besar untuk kemajuan Nahdaltul Ulama.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

"NU harus membangun kembali Nahdlatut Tujjar untuk menjadikan seorang saudagar maupun pedagang. Bukan berbentuk koperasi, karena koperasi terlalu lama," ujarnya.

Di samping pada sektor ekonomi, kata Asad, agama juga ingin diliberalkan. Kelompok liberal menyebarkan konsep tasamuh (toleransi) ala Barat yang membolehkan menghujat agama lain.

"Indonesia mau diadakan untuk menjadi liberal terkait penistaan agama yang UU-nya mau dihapuskan. Termasuk contoh lain membolehkan pernikahan sejenis. Kita harus perhatikan hal ini," tandas Asad.

Asad menilai pemahaman tentang toleransi masih terjadi perbedaan pandangan di antara kelompok. Karenanya keduanya perlu dirumuskan terlebih dahulu. "Sekarang ini belum ada rumusannya terhadap orang yang menyebarkan dakwah secara pura-pura, menyinggung perasaan orang dan mengkafir-kafirkan," tegasnya.

Ia menengarai ada upaya kelompok lain yang ingin selalu memprovokasi NU agar orang-orang NU melakukan kekerasan. "Maka harus kita hadapi dengan dialog dan memperkuat pengetahuan kita tentang dalil-dalil agama yang kuat untuk menghadapi mereka," ungkapnya.

Kegiatan PPWK ini berlangsung mulai Jumat-Ahad (20-22/3) dan diikuti 45 peserta dari kalangan kiai muda pengasuh pesantren se-Kabupaten Kudus. Selain H Asad Said Ali (Wakil Ketum PBNU), turut hadir sebagai narasumber H. Abdul Ghafur Maimun (Pengasuh Pesantren Sarang, Rembang), H. Abudl Munim DZ (Wakil Sekjen PBNU), H Abu Hafsin (ketua PWNU Jateng), serta dari tim PP Lakpesdam NU, yakni Yahya Mashum, Marzuki Wahid, dan Ahmad Baso. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58348/as039ad--indonesia-sedang-alami-liberalisasi

Sunday, December 11, 2016

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Habib Syech Bersholawat - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat


PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Habib Syech Bersholawat/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Friday, November 1, 2013

Mewaspadai Wahabisasi yang Massif di Jawa Timur

Habib Syech Bersholawat - Gerakan Wahabi terus bermunculan di berbagai tempat di Jawa Timur secara terorganisir dan massif. Berikut catatan gerakan mereka yang ingin mewahabisasi di provinsi tempat lahirnya Nahdlatul Ulama, lumbung Islam Aswaja:

1. Jum’at (26/08/2016) siang, Gerakan Santri dan Pemuda Madura menolak kedatangan salah satu tokoh wahabi Ustad Syafiq Riza Basalamah pada hari sabtu 27 Agustus 2016 di di Masjid Ridwan Jl. Diponogoro No. 103 Pamekasan dan Masjid Al-Munawwaroh Jl. Segara Pamekasan.

Mewaspadai Wahabisasi yang Massif di Jawa Timur - Habib Syech Bersholawat
Mewaspadai Wahabisasi yang Massif di Jawa Timur - Habib Syech Bersholawat


Mewaspadai Wahabisasi yang Massif di Jawa Timur

2. Minggu (28/08/2016), GP Ansor dan Forum Peduli Gresik melakukan aksi penolakan yang sama atas kedatangan tokoh Wahabi di Masjid Darut Tauhid PT Semen Gresik pada 2 September 2016. (Baca laporannya: Tak Berijin, Ceramah Khalid Basalamah Dihentikan)

Habib Syech Bersholawat

3. Jum’at (02/09/2016) GP Ansor Lamongan melakukan aksi serupa menolak tanpa syarat kedatangan tokoh Wahabi si Basalamah di salah satu masjid pada 03 September 2016. (Baca laporannya di Provokatif, Khalid Basalamah Ditolak Umat Islam Lamongan)

4. Sabtu (3/9/2016), GP Ansor Situbondo mendatangi Polres Situbondo untuk menyampaikan penolakannya terhadap kedatangan Basalamah yang dinilai mudah mengkafirkan dan sering menyerang aqidah, amaliyah dan tradisi Nahdlatul Ulama. Tak ada Tempat untuk Wahabi di Kota Santri Situbondo.

Habib Syech Bersholawat

5. Sabtu (3/9/2016), Forum Aswaja Mojokerto bersama aparat setelah dialog yang cukup panas dan alot, akhirnya Tabligh Akbar Wahabi di Sooko, Mojokerto bisa dihentikan paksa setelah acara berlangsung beberapa menit.

6. Selasa (06/09/2016). Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro mendatangi Kantor Kemenag Bojonegoro untuk mengklarifikasi beredarnya stiker yang mengandung ajaran Wahabi dan HTI, pembid’ahan kepada amalan tertentu dan lain sebagainya. (Baca laporannya: Sebar Stiker Wahabi, Kemenag Diprotes Ansor Bojonegoro)

Ini Jawa Timur, bagaimana di kota Anda? Silakan dilaporkan untuk mencatat gerakan mereka di nusantara dengan menulis komentar kejadian, tempat, waktu, di bawah ini. Terimakasih. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/mewaspadai-wahabisasi-yang-massif-di-jawa-timur.html

Thursday, November 22, 2012

Tebuireng Siapkan Maklumat Aktualisasi Resolusi Jihad

Habib Syech Bersholawat - Di tengah semarak dan euforia peringatan Hari Santri secara nasional, Pesantren Tebuireng Jombang mempersiapkan sebuah maklumat terkait pentingnya aktualisasi semangat Resolusi Jihad dalam upaya mewujudkan kedaulatan bangsa.

"Inti dari Resolusi Jihad adalah semangat mewujudkan kedaulatan bangsa dan melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Hal itulah yang perlu diaktualisasikan dalam kehidupan kebangsaan kita saat ini," ujar Ketua Panitia Rapat Akbar Abdul Ghofar, Sabtu (22/10/2016).

Sebagaimana diketahui, Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadlratus Syaikh KHM. Hasyim Asy’ari dan menjadi keputusan resmi Nahdlatul Ulama merupakan salah satu tonggak sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Tanpa Resolusi Jihad, tidak akan pernah ada pertempuran heroik di Surabaya yang kemudian menjadi momentum peringatan Hari Pahlawan.

Tebuireng Siapkan Maklumat Aktualisasi Resolusi Jihad - Habib Syech Bersholawat
Tebuireng Siapkan Maklumat Aktualisasi Resolusi Jihad - Habib Syech Bersholawat


Tebuireng Siapkan Maklumat Aktualisasi Resolusi Jihad

Momentum lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 telah ditetapkan sebagai Hari Santri sejak tahun lalu. Melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

Habib Syech Bersholawat

Untuk memaknai dan memperingati peristiwa besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, Pesantren Tebuireng melihat pentingnya aktualisasi semangat resolusi jihad tersebut.

"Bersama Forum Peduli Bangsa (FPB), kami akan menyelenggarakan Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad pada 5 November 2016 mendatang," ujar pria yang sehari-hari menjabat sebagai Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng ini.

Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir dalam perhelatan tersebut antara lain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, Ph.D dan Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Imam Suprayogo.

"Kehadiran ketiganya diharapkan akan memberikan perspektif dan wawasan baru terkait isu-isu kekinian dalam konteks kedaulatan bangsa di sektor pertahanan, keamanan, dan kedaulatan ekonomi serta pendidikan nasional," imbuhnya.

Rapat Akbar juga akan membahas bagaimana agar bangsa yang telah 71 tahun merdeka ini dapat mandiri dan berdaulat dalam berbagai aspek kehidupan, baik aspek pertahanan, keamanan, pendidikan, ekonomi, pangan, energi dan sebagainya. "Agenda Rapat Akbar ini akan dihadiri oleh para kiai, habaib, akademisi, dan profesional Indonesia," imbuh pria berkacamata ini.

Para kiai dan akademisi akan membahas berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini dan mengeluarkan maklumat sebagai bagian dari aktualisasi resolusi jihad dalam konteks kekinian. "Maklumat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk menjalani kehidupan kebangsaan yang semakin dipenuhi tantangan," tegasnya.

Selain mempersiapkan maklumat aktualisasi Resolusi Jihad, agenda Rapat Akbar yang diharapkan juga dihadiri masyarakat umum ini akan dimeriahkan berbagai atraksi kesenian dan pawai persembahan dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk penampilan seni hadrah, marching band dan atraksi pencak silat. [Habib Syech Bersholawat/ hidayat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/tebuireng-siapkan-maklumat-aktualisasi-resolusi-jihad.html

Monday, May 23, 2011

Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Gagasan dan pemikiran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terbukti telah diakui masyarakat dunia. Prof Dr KH Said Aqil Siradj yang juga Ketua Pengurus Besar NU, mendapat kehormatan berbicara dalam Muktamar Internasional antar-madzhab Islam di Dhoha, di Qatar.

Muktamar yang digelar pada 20-22 Januari itu melibatkan 216 tokoh pemikir, ulama, pengamat dan menteri dari 44 negara dunia. Qatar yang mempelopori muktamar tersebut berupaya mendekatkan berbagai madzhab atau aliran dalam Islam guna mencegah terjadinya fitnah antaraliran dalam Islam.

Saya diundang ke Dhoha, Qatar, untuk menjadi salah satu pembicara dalam fourm internasional itu, kata Kang Said, begitu panggilan akrab alumnus Universitas Ummul Quro, Mekkah, itu kepada Habib Syech Bersholawat melalui ponselnya, Senin (22/1).

Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar

Muktamar bertajuk Mengambil Peran Mendekatkan Kesatuan Ilmiah itu, kata Kang Said, merupakan hasil kerja sama Fakultas Syariah Universitas Qatar dengan Universitas Al-Azhar Mesir dan Forum Internasional Pendekatan Madzhab yang berpusat di Teheran, Iran. Wakil PM Qatar Abdullah bin Hamad Athiya yang membuka langsung muktamar internasional yang dilaksanakan di Hotel Sheraton, Dhoha itu.

Dalam konferensi yang melibatkan para wakil madzhab atau aliran Islam besar, utamanya Sunni dan Syiah (Itsna Asyariyah dan Zaidiyah) dan Ibadhiyah itu, didiskusikan sarana paling penting untuk mempersempit perbedaan fikih dan mengecilkan kemungkinan konflik antara pendukung masing-masing madzhab yang saat ini ada di berbagai belahan dunia Islam.

Habib Syech Bersholawat

Berbicara dalam konferensi itu antara lain Prof Dr Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, mewakili Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, Dr Kamaluddin Ihsan Oglo mewakili Sekjen OKI, Syaikh Ayatollah Muhammad Ali Taskheri Sekjen Forum Internasional untuk Pendekatan Madzhab Islam, Dr. Abdul Aziz Taujiri Sekjen Organisasi Pendidikan, Ilmu dan Peradaban Islam, Dr Mahmud Hamadi Zaqzuq Menteri Wakaf Mesir dan Dr Ahmad Badrudin Hasun Mufti Suriah.

Kang Said sengaja diminta oleh pihak panitia untuk menyampaikan gagasannya soal Islam dan tantangannya di era globalisasi. Selain itu, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu juga menyampaikan gagasan Islam rahmatan lil alamin yang memang telah mendapat pengakuan dunia terutama setelah keberhasilan NU menyelenggarakan Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS) pada 2004 dan 2006.

Habib Syech Bersholawat

Ini sungguh luar biasa. Saya diundang dalam forum internasional untul menyampaikan Islam dan globalisasi serta kaitannya dengan Islam rahmatan lil alamin yang dikembangkan NU, tutur Kang Said.

Muktamar tersebut menjadi sangat penting mengingat jurang perbedaan antara Sunni dan Syiah sekarang telah semakin lebar. Maka mendekatkan antara keduanya menjadi masalah yang menjadi latar belakang muktamar ini. Ini dilakukan untuk menghindari munculnya konflik antaraliran Islam. (rif/amh)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5873/kang-said-sampaikan-konsep-islam-rahmatan-lil-alamin-di-qatar

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, March 16, 2011

Imam Ahmad: Sehelai Rambutmu Lebih Mulia dari Jubah Ulama

Habib Syech Bersholawat - Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi wanita yang ingin mengadu. "Syaikh, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak sambil bekerja sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada. Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan."

Imam Ahmad: Sehelai Rambutmu Lebih Mulia dari Jubah Ulama
Imam Ahmad: Sehelai Rambutmu Lebih Mulia dari Jubah Ulama


Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah menyimak dengan serius penuturannya. Perasaannya miris mendengar keluhan janda itu. Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.

"Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual? Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat," lanjut wanita tersebut.

Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri yang tidak peduli halal haram. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa. Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad bertanya, "Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?"

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, "Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi."

Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut. Basyar Al-Hafi adalah gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabat. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata, "pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis sorban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama,

"Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara,” jelas Imam Ahmad.

"Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau,” lanjut Imam Ahmad. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/imam-ahmad-sehelai-rambutmu-lebih-mulia-dari-jubah-ulama.html

Sunday, July 25, 2010

Sayyid Abdullah Datang Dari Baghdad ke Karimun Jawa untuk Dakwah

Habib Syech Bersholawat – Jika dari Desa Karimun menuju ke Bandara di Desa Kemujan, amatilah di kanan jalan, Anda akan menemukan plang kayu tertulis “Makam Sayyid Abdullah”. Teksnya berwarna merah. Untuk menuju ke sana, Anda perlu berjalan masuk sekitar 200 meter. Lokasi makam masih di kawasan Desa Kemujan, Rt. 01 Rw. 02, Kec. Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Bisa dilalui mobil karena jalan sudah dibeton sejak 2014.

Penduduk setempat rutin mengadakan haul Sayyid Abdullah tersebut tiap Senin Pahing pada bulan Asyuro (Suro). Saking lamanya tradisi haul itu berlangung, menurut Mbah Sapuan (56), juru kunci makam, ia tidak ingat berapa puluh kiai di Jawa Tengah dan Jepara yang sudah diundang untuk mengisi acara.

Cerita soal Mbah Sayyid Abdullah ini tidak banyak yang tahu secara detail silsilahnya. Namun, juru kunci makam itu mengatakan bahwa penemu maqbarah wali tersebut adalah Mbah Maryani, orang asal pulau Jawa. Hidup puluhan tahun yang lalu.

Sayyid Abdullah Datang Dari Baghdad ke Karimun Jawa untuk Dakwah - Habib Syech Bersholawat
Sayyid Abdullah Datang Dari Baghdad ke Karimun Jawa untuk Dakwah - Habib Syech Bersholawat


Sayyid Abdullah Datang Dari Baghdad ke Karimun Jawa untuk Dakwah

Ketika itu, menurut Sapuan, Mbah Maryani datang ke Kemujan untuk “mbalok”, yakni mencari kayu besar untuk kemudian dibuat ukuran balokan segi empat agar bisa dijual kembali. Belum ada yang tahu kalau di daerah tersebut ada begitu banyak makam.

Mbah Maryani kemudian tirakat tidur dimakam untuk “meramat”, atau, orang menyebutnya nelik/ mencari tahu siapa pemilik makam yang dikelilingi nisan-nisan banyak tersebut. Tiga makam ada di tengah, dan, yang paling tengah panjangnya cukup lumayan. Ukuran makam itu sekitar 2 meter. Khas makam kuno dan tua sekali.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

Setelah tirakat berhasil, Mbah Maryani mendapatkan petunjuk langsung kalau tiga makam tersebut adalah Siti Aminah (istri), Sayyid Abdullah (suami) dan Nur Rahman (putra). Sementara, di sekeliling makam adalah sahabat-sahabatnya. “Sayyid Abdullah menurut Mbah Marayani datang dari Baghdad Iraq untuk memperjuangkan dakwah Islam di Kemujan,” papar Sapuan kepada Duta Islam, di Rumahnya, Kemojan, Senin (7 Juni 2016).

Mbah Sapuan bercerita pernah ditemui dalam mimpi oleh Sayyid Abdullah yang ciri fisiknya mirip orang Arab yang tinggi, besar, jenggotnya lumayan panjang menutup leher saking lebatnya. Ketika itu, hujan lebat sedang turun. Ia tidak mendapatkan pesan penting dalam mimpi kecuali hanya petunjuk bahwa harta karun Sayyid Abdullah Kemujan akan bermanfaat kalau waktunya sudah tiba.

“Mbah Sayyid Abdullah bilang ke saya kalau harta dan kapalnya ada di Pulang Bengkuang Karimun Jawa, letaknya satu kilometer dari Tambak Karang. Tidak akan bisa diambil kecuali sudah waktunya bisa dimanfaatkan,” tandas Sapuan.

Sayyid Abdullah juga punya punya tongkat. Tapi, lanjut Sapuan, tongkat itu hanya bisa dimiliki oleh orang kelahiran Surabaya. Siapa pun tidak akan bisa mengambil tongkat itu. “Diminta Mbah Parini yang juru makam saja tidak boleh kok,” tuturnya.

Jika ada orang yang berhasil karena wasilah nadzar ke makam Mbah Sayyid Abdullah, maka, harus segera dilunaskan janji nadzarnya. Jika tidak, ujar Sapuan, ada murid Sayyid Abdullah yang marah. “Sahabat Sayyid Abdullah Kemujan ada yang dari Sampang Madura. Itu galak orangnya. Di makam, dia ibarat penjaga atau satpam. Dia itu yang tegas,” terangnya.

Makam sahabat yang tegas itu sempat ditunjukkan Mbah Sapuan kepada Habib Syech Bersholawat. Ia ada di bawah pohon besar sebelah kiri makam Sayyid Abdullah dari jalan masuk makam. Saking galaknya, ada kejadian aneh menimpa orang yang akan syukuran daging kambing bersama keluarga dan warga itu. Akibat mencicipi dulu masakan kambing tersebut sebelum dibawa ke makam, ia kualat. Mulutnya perot seperti orang habis ditampar. “Kurang adab menurut saya,” tuturnya.

Ketika sedang dirundung hutang karena punya gawe mantu, Mbah Sapuan juga pernah tidur di makam. Tapi tiba-tiba ada yang membangunkannya. “Muleh-muleh, hasil kuwe. Nutuk-nutuk/ Pulang-pulang, kamu berhasil. Pasti tercapai,” teriak suara laki-laki dari arah makam.  Alhamdulillah, dilalah, berkah wasilah Mbah Sayyid Abdullah dan atas kehendak Allah, tamu di acara mantu Mbah Sapuan banyak yang datang melebihi undangan. Hutang 25 juta langsung lunas. Baginya, itu di luar perkiraan karena kondisi ekonomi yang tidak mampu.

Mbah Sapuan adalah juru kunci Makam Sayyid Abdullah bersama Mbah Parini hingga sekarang. Ia menggantikan Mbah Adnan yang meneruskan tugas dari Mbah Syafawi, kakek Mbah Sapuan. Semuanya asli Karimun Jawa. [Habib Syech Bersholawat/m abdullah badri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/sayyid-abdullah-datang-dari-baghdad-ke-karimun-jawa-untuk-dakwah.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock