Showing posts with label Soheh. Show all posts
Showing posts with label Soheh. Show all posts

Thursday, December 15, 2016

Seorang Anak kepada Orang Tuanya

Oleh Puthut EA--Ini kisah biasa. Diceritakan dengan cara biasa. Pak Munajat dan Bu Warni adalah sepasang petani kecil. Mereka hanya punya lahan seperempat hektar. Anaknya tiga, Imam, Subhan dan Lastri. Di antara ketiga anaknya, hanya Imam yang kuliah. Subhan lulusan STM, lalu bekerja menjadi satpam di sebuah bank. Lastri begitu lulus SMA bekerja di pabrik sepatu.

Pasangan itu banting tulang agar Imam bisa lulus sarjana. Pak Munajat kadang menjadi kuli bangunan. Bu Warni menjadi tukang masak di sebuah warung milik tetangganya.

Seorang Anak kepada Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Anak kepada Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)


Seorang Anak kepada Orang Tuanya

Imam anak yang cerdas. Ia lulus tepat waktu dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama. Ia menikah, istrinya bekerja di sebuah perusahaan elektronika. Pasangan ini dikaruniai dua anak, laki-laki (5 tahun) dan perempuan (2 tahun). Keluarga yang sempurna. Pak Munajat dan Bu Warni sangat bangga dengan anak pertama mereka.

Habib Syech Bersholawat

Hingga tiba suatu saat, Imam melarang bapaknya pergi ke langgar sebelum salat Magrib dimulai. Karena Pak Munajat sering ikut pujian, ritual nyanyian yang dilakukan di antara waktu usai azan sampai sebelum iqomah. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa, Imam menjawab: Itu bidah. Pak Munajat tidak berani membantah anaknya. Dia kalah pintar. Dia tidak tahu banyak soal Al Quran dan Hadist. Akhirnya Pak Munajat mengalah. Ia hanya bergegas ke langgar ketika iqomah sudah diserukan.

Habib Syech Bersholawat

Tidak lama kemudian, Imam melarang Pak Munajat melakukan Yasinan bersama orang-orang kampungnya di malam Jumat. Padahal acara itu sangat ditunggu oleh Pak Munajat karena di forum Yasinan itulah, dia bisa berkumpul dan bercengkerama dengan tetangga-tetangganya, berbagi kabar, dan sering mendapatkan ilmu baru. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa, Imam menjawab: itu bidah.

Imam juga melarang Pak Munajat merokok. Haram, kata Imam. Padahal merokok bagi Pak Munajat mungkin satu dari sedikit kesenangan yang dimilikinya. Selain itu, merokok juga penting kalau sedang ngobrol dengan tetangga atau ketika datang ke sebuah hajatan. Sebetulnya Pak Munajat hendak membantah. Tapi karena diancam jika masih merokok tidak boleh mendekati kedua cucunya, terpaksa Pak Munajat menghentikan hal yang disukainya itu.

Imam juga melarang Pak Munajat datang ke berbagai kendurian yang biasa dihelat di kampungnya. Mulai dari tasyakuran, manakiban, khataman dll. Lagi-lagi Pak Munajat tidak bisa membantah. Dia kalah pintar.

Suatu saat, emak Pak Munajat meninggal dunia. Sebagaimana biasa, digelar ritual doa bersama tetangga selama 7 hari di rumahnya, kelak dilanjut 40 hari, 100 hari, 1.000 hari dst. Baru berjalan semalam, Imam kemudian melarang acara itu diteruskan. Bidah, katanya. Kali ini, Pak Munajat membantah. Dia bilang, sosok yang barusan meninggal adalah emak yang sangat disayangi dan dicintainya. Orang yang mengandung dirinya, melahirkannya, merawatnya dan membesarkannya seorang diri karena bapaknya meninggal saat dia berumur 10 tahun. Pak Munajat hanya ingin berdoa, ingin tetangga-tetangganya ikut berdoa. Dia hanya ingin menjadi anak yang berbakti. Pak Munajat memohon betul agar kali ini Imam memperbolehkannya melakukan ritual yang sangat penting itu.

Imam tetap tidak memperbolehkan. Kali ini, Pak Munajat tetap bersikukuh dengan sikapnya, dia tetap ingin melanjutkan acara doa bersama sampai 7 hari. Bu Warni dengan bersimbah airmata pun memohon agar Imam memperbolehkan ritual itu. Toh mereka memakai uang mereka sendiri, bukan uang dari Imam atau dari siapapun. Imam marah luarbiasa. Dia tunjuk muka kedua orangtuanya yang masih berduka itu dan bilang: kalian kafir!

Malam itu, sampai menjelang subuh, Pak Munajat dan Bu Warni masih menangis di dalam kamar. Di atas sajadah mereka menangis. Mereka tidak menyesal telah menyekolahkan Imam hingga menjadi sarjana. Mereka bersyukur karir Imam cemerlang dan dianugerahi keluarga yang sejahtera. Tapi mereka berdua tidak bisa mengerti, setiap hal yang mendamaikan mereka, yang menenangkan mereka, yang menyenangkan mereka, harus diakhiri dengan tiga kata: bidah, haram, dan bahkan kafir. Mereka tidak bisa mengerti kenapa anak yang begitu disayangi tega mengatakan kafir kepada orangtuanya padahal mereka merasa tidak pernah menyembah apapun selain Allah.

Malam itu, mereka berdua terisak. Tak tahu apa yang akan dilakukan. Tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Mereka hanya bisa menangis di depan Allah.

Sekarang ini ada banyak sekali orang yang mengalami seperti apa yang dialami oleh Pak Munajat. Ada banyak sekali orang yang berperilaku seperti Imam.

Subuh ini, saya menangis untuk mereka. (Puthut EA, sastrawan, tinggal di Yogya)

Ilustrasi: yusufklaten.blogspot.com

yusufklaten.blogspot.com

Dari (Cerpen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57340/seorang-anak-kepada-orang-tuanya

Habib Syech Bersholawat

Sunday, December 11, 2016

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Habib Syech Bersholawat - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat


PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Habib Syech Bersholawat/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Monday, February 16, 2015

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Habib Syech Bersholawat. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)


Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Habib Syech Bersholawat

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Habib Syech Bersholawat

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67963/khofifah-akan-pesantrenkan-yayan-saudara-kembar-yuyun-

Habib Syech Bersholawat

Tuesday, October 7, 2014

Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016

Medan, Habib Syech Bersholawat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Marwan Dasopang melepas duta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kesebelasan Pesantren Darul Arafah Raya FC. Mereka siap berlaga pada Seri Nasional Liga Santri Nasional (LSN) 2016 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 22-30 Oktober 2016.

Ia bersama Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III Ance Selian dan Koordinator Kali Ahmad Harahap melepas kesebelasan Darul Arafah Raya FC dari Bandara Kuala Namu Deli Serdang menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/10) pagi.

Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016

Ia berpesan kepada rombongan Ponpes Darul Arafah untuk mengharumkan nama Sumut di even LSN yang diikuti 32 tim dari berbagai provinsi di Indonesia itu. Ia yakin, sebagai juara Regional Sumatera III, Darul Arafah Raya bisa berprestasi di ajang yang digagas Menpora Imam Nahwari itu.

Habib Syech Bersholawat

"Bertandinglah penuh semangat juang dan sportif untuk memenangkan setiap pertandingan. Tunjukkan santri Sumut bisa berbicara di level nasional LSN," ujar Anggota Komisi IX DPR asal daerah pemilihan (dapil) Sumut 2 ini.

Sementara Ance Selian mengatakan, Pesantren Darul Arafah, Lau Bakeri Deli Serdang, menjadi utusan Sumut ke Seri Nasional LSN di Yogyakarta, setelah menjadi juara pada LSN Regional Sumatera III yang digelar akhir Agustus lalu. Darul Arafah sebagai juara zona I (Medan-Deli Serdang) berhasil mengalahkan Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, juara zona II (Mandailing Natal).

Habib Syech Bersholawat

Di Seri Nasional LSN 2016, kata Ance, Darul Arafah sebagai duta Sumut akan bergabung di Grup B bersama Pesantren Nurul Khaerat Lil Muhibbien Balikpapan (Wakil Kalimantan I), Pesantren Al-Muhajirin Mojokerto (Jawa Timur III), dan Pesantren Kauman Lasem (Jawa Tengah II).

"Ada 32 tim berlaga pada Seri Nasional yang dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing grup terdapat empat tim. Pemenang atau juara grup dan runner up akan masuk ke babak 16 besar," kata Ance seraya menambahkan Darul Arafah akan lolos dari babak penyisihan grup.

Sebelumnya, Gubsu HT Erry Nuradi telah melepas secara resmi rombongan Pesantren Darul Arafah ke Seri Nasional LSN 2016, pada acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Pesantren Darul Arafah, Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Rabu lalu. (Red Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72220/pesantren-darul-falah-wakili-sumut-maju-ke-lsn-2016-

Habib Syech Bersholawat

Thursday, August 29, 2013

Tuhan Orang Yahudi Adalah Kakak Tuhan Wahabi, Ini Silsilahnya

Habib Syech Bersholawat - Salah satu syubhat akidah wahabi yang dibahas oleh Ustadz Idrus Ramli pada Tawajuhan Aswaja yang digelar di Ponpes Afaada Sunan Pandanaran, Bakalan Tanduk, Ampel, Boyolali (Ahad, 2/10/2016) adalah imajinasi fisik akidah wahabi kepada Allah dimana sangat bertentangan dengan konsep tauhid Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Ketika ditanya seperti apakah bentuk Allah, jawaban yang benar adalah bahwa Allah berbeda dari semua makhluk yang ada. Apa saja yang telintas dalam bayangan dan imajinasi pikiran Anda, Allah tidak seperti yang dibayangkan itu. Sama sekali tidak.

Tuhan Orang Yahudi Adalah Kakak Tuhan Wahabi, Ini Silsilahnya - Habib Syech Bersholawat
Tuhan Orang Yahudi Adalah Kakak Tuhan Wahabi, Ini Silsilahnya - Habib Syech Bersholawat


Tuhan Orang Yahudi Adalah Kakak Tuhan Wahabi, Ini Silsilahnya

Itulah makna sifat Allah “mukhalafatu lil hawadits/ wajib berbeda dengan segala apapun yang baru”, salah satu dari 20 sifat wajib bagi Allah yang harus diketahui dan diyakini oleh setiap umat Islam, sebuah konsep akidah ahlussunnah wal jamaah yang sejak dulu diyakini, mulai zaman sahabat hingga sekarang.

Namun, dalam banyak kitab-kitab tauhid ala wahabi salafi, Allah justru diserupakan secara ngawur sak udele dewe sebagai “yang menyerupai manusia, yaitu laki-laki yang masih muda dan belum berjenggot”.  Bahkan tingginya juga disebut mencapai 30 meter. Duh.

Habib Syech Bersholawat

Atas keyakinan batil itulah orang-orang wahabi disebut Idrus Ramli masuk dalam golongan Mujassimah (kaum yang menjasmanikan Tuhan) serta Musyabbihah (kaum yang menyerupakan Tuhan dengan makhluk). “Wahabi itu akidahnya error,” jelas Idrus kepada puluhan peserta, disambut tawa.

Jika orang wahabi menyatakan bahwa pembatasan sifat Allah hanya pada 20 sebagai duplikasi keyakinan orang-orang Yunani, maka itu adalah salah kaprah. Justru keyakinan paham wahabi yang menyerupai kepercayaan orang Yahudi.

Habib Syech Bersholawat

Jika di Yahudi ada kepercayaan konyol bahwa Tuhan itu serupa dengan manusia tua yang berjenggot dan beramput putih, maka di wahabi, Tuhan lebih muda sedikit, yakni belum berjenggot, alias muda mempesona. Namun, keduanya menyebut kalau Tuhan itu tingginya 30 meter (jika dipanjat bisa ngos-ngosan kali yah). Silsilah sejarah Tuhan wahabi dan Yahudi bertemu pada kesamaan ukuran tingginya ini.

“Tuhan Yahudi adalah kakak Tuhan wahabi,” simpul Idrus Ramli, “menyamakan Allah dengan manusia itu sama dengan memaki-maki Allah. Kepada Allah saja tidak punya rasa hormat (ta’dzim), apalagi kepada Nabi,” lanjutnya.

Meski menurut ulama menyebut kaum mujassimah itu kafir, namun menurut Idrus, orang wahabi bukan kafir (sebab akidah erornya itu), tapi sesat-menyesatkan. “Paling tidak mereka dosa besar karena suul adab (tidak punya sopan santun) kepada Allah,” papar Idrus.

Penyerupaan Allah kepada manusia yang diajarkan paham wahabi itu menyalahi 90 persen konsep tauhid ulama dari zaman dahulu hingga sekarang. Termasuk juga soal konsep tentang sifat Allah yang disebut nuzul (turun dari langit).

Jika dikatakan bahwa Allah memiliki sifat nuzul tiap tengah malam, secara logika dan ilmu pengetahuan astronomi saja sudah eror. Akidah fatal ini tidak bisa menjelaskan secara pasti kapan Allah turun jika kita tahu bahwa di belahan dunia ini ada perbedaan waktu sekian jam antar benua.

Ketika Allah turun di Jakarta pas jam 12 malam WIB, apakah Allah ketika itu tidak ada juga di Lombok yang waktunya lebih cepat sejam? Bagaimana dengan benua Eropa, apakah ketika itu Allah tidak ada di sana karena sibuk di Jakarta?

Akidah-akidah batil di atas itulah yang menurut Idrus Ramli harus diperangi. Ketika kita diam, lalu muncul banyak pemahaman yang batil seperti akidah wahabi itu, maka Islam akan menjadi lemah. “Non aswaja tidak segan-segan bekerjasama dengan orang-orang kafir untuk mengokohkan pengaruhnya,” ujar Idrus Ramli.

Di Indonesia saja, hingga kini, orang-orang wahabi sudah mulai menggeser paham ahlus sunnah wal jamaah dengan pelbagai cara, termasuk memasukkan konsep-konsep mungkar mereka ke dalam buku-buku yang jadi kurikulum pendidikan di Indoensia. Misalnya pembagian tauhid menjadi tiga; uluhiyah, rububiyah dan asma’ was sifat. Itu banyak ditemukan di buku agama di SD, SMP dan SMA di negeri ini.

Sayangnya, sejak era reformasi, penyusupan akidah wahabi ke kurikulum pendidikan nasional Indonesia terus muncul. “Padahal, kemenagnya selalu NU,” timpal Idrus. Bagaimana dengan Anda? [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/tuhan-orang-yahudi-adalah-kakak-tuhan-wahabi.html

Friday, May 25, 2012

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Habib Syech Bersholawat - Jalan lumayan lengang, setelah lampu hijau berganti menyala merah, saya berhenti tepat di depan tiang lampu merah. Karena garis putih pembatasnya sudah tidak telihat, jadi tidak ada patokan jelas di mana saya harus berhenti.

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat
Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat


Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Selang beberapa detik, ada tiga motor melewati posisi saya, masing-masing sendiri tanpa berboncengan. Mereka semua mengenakan baju koko warna gelap (terlihat dari sembulan di bawah rompi dan jaket). Tampilan celana mereka jauh di atas mata kaki.

Lampu merah masih menyala, beberapa kali mereka mau mencuri-curi kesempatan menerobos, saya maju mendekat ke mereka dan membuka masker saya.

"Assalammualaikum...mau ke Al-Azhar ya pak? Ikut demo?" Mereka menjawab salam saya dengan semangat.

"Walaikumsalam, iya khi, antum mau ke sana juga? Bareng aja khi," saya tersenyum.

"Nggak, saya mau jihad, cari nafkah, dan maaf, antum semua saya perhatikan melanggar marka jalan, dan berkali-kali mau menerobos lampu merah. Saya Islam, dan barusan saya merasa malu tertampar-tampar oleh perilaku antum. Maksud antum semua mungkin baik, tapi jika hal kecil seperti ini nggak antum perhatikan, coreng semuanya. Maaf sekali lagi".

Lampu menyala hijau, mereka langsung nyelonong tanpa memberi salam pada saya. Semoga Alloh merahmati kalian. [Habib Syech Bersholawat]

Keterangan: Lokasi dialog dan peristiwa ironis di atas terjadi di lampu merah Panglima Polim, Jakarta Selatan, seberang Blok M Plaza, pada Senin (23/01/2017) pukul 09.07 WIB. Nama penulis disimpan redaksi.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/jleb-ini-dialog-pencari-nafkah-kepada-pendemo-fpi-saat-kepergok-langgar-marka.html

Sunday, May 6, 2012

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Peringatan setahun hari wafatnya (haul) yang pertama mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden Ri ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan digelar pada Kamis malam, 30 Desember 2010 di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dalam haul ini kata putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), di Kalibata, Jakarta, Ahad (28/11), selain akan dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan para kiai NU yang lain, juga ada tokoh-tokoh nasional yang mendukung perjuangan Gus Dur selama ini.

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Selain khataman Al-Quran, istighotsah, tahlilan pada haul tersebut juga akan ada sambutan dari kiai-kiai NU dan tokoh nasional yang hadir tersebut. Gus Dur wafat pada hari Rabu (30/12) pukul 18.45 Wib di RSCM Jakarta. Setelah disemayamkan di Ciganjur, deklarator dan pendiri PKB itu dimakamkan secara militer di Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim.

Sementara itu menurut adik kandung Gus Dur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), keluarga Tebuireng akan menggelar haul pada 18 Desember. Dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional akan hadir. Seperti Ketua MK M. Mahfud MD dll juga akan menggelar Festival Barongsai di pesantren.

Habib Syech Bersholawat

Namun demikian kata Gus Sholah yang juga mantan Ketua PBNU ini, acara haul Gus Dur ini akan digelar secara sederhana. Terlebih, acara itu juga terbuka bagi seluruh masyarakat. "Seluruh rakyat bisa datang dalam haul itu,"tutur Gus Sholah lagi.(amf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/25738/haul-gus-dur-digelar-30-desember

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock