Showing posts with label Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Thursday, December 15, 2016

Seorang Anak kepada Orang Tuanya

Oleh Puthut EA--Ini kisah biasa. Diceritakan dengan cara biasa. Pak Munajat dan Bu Warni adalah sepasang petani kecil. Mereka hanya punya lahan seperempat hektar. Anaknya tiga, Imam, Subhan dan Lastri. Di antara ketiga anaknya, hanya Imam yang kuliah. Subhan lulusan STM, lalu bekerja menjadi satpam di sebuah bank. Lastri begitu lulus SMA bekerja di pabrik sepatu.

Pasangan itu banting tulang agar Imam bisa lulus sarjana. Pak Munajat kadang menjadi kuli bangunan. Bu Warni menjadi tukang masak di sebuah warung milik tetangganya.

Seorang Anak kepada Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Anak kepada Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)


Seorang Anak kepada Orang Tuanya

Imam anak yang cerdas. Ia lulus tepat waktu dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama. Ia menikah, istrinya bekerja di sebuah perusahaan elektronika. Pasangan ini dikaruniai dua anak, laki-laki (5 tahun) dan perempuan (2 tahun). Keluarga yang sempurna. Pak Munajat dan Bu Warni sangat bangga dengan anak pertama mereka.

Habib Syech Bersholawat

Hingga tiba suatu saat, Imam melarang bapaknya pergi ke langgar sebelum salat Magrib dimulai. Karena Pak Munajat sering ikut pujian, ritual nyanyian yang dilakukan di antara waktu usai azan sampai sebelum iqomah. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa, Imam menjawab: Itu bidah. Pak Munajat tidak berani membantah anaknya. Dia kalah pintar. Dia tidak tahu banyak soal Al Quran dan Hadist. Akhirnya Pak Munajat mengalah. Ia hanya bergegas ke langgar ketika iqomah sudah diserukan.

Habib Syech Bersholawat

Tidak lama kemudian, Imam melarang Pak Munajat melakukan Yasinan bersama orang-orang kampungnya di malam Jumat. Padahal acara itu sangat ditunggu oleh Pak Munajat karena di forum Yasinan itulah, dia bisa berkumpul dan bercengkerama dengan tetangga-tetangganya, berbagi kabar, dan sering mendapatkan ilmu baru. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa, Imam menjawab: itu bidah.

Imam juga melarang Pak Munajat merokok. Haram, kata Imam. Padahal merokok bagi Pak Munajat mungkin satu dari sedikit kesenangan yang dimilikinya. Selain itu, merokok juga penting kalau sedang ngobrol dengan tetangga atau ketika datang ke sebuah hajatan. Sebetulnya Pak Munajat hendak membantah. Tapi karena diancam jika masih merokok tidak boleh mendekati kedua cucunya, terpaksa Pak Munajat menghentikan hal yang disukainya itu.

Imam juga melarang Pak Munajat datang ke berbagai kendurian yang biasa dihelat di kampungnya. Mulai dari tasyakuran, manakiban, khataman dll. Lagi-lagi Pak Munajat tidak bisa membantah. Dia kalah pintar.

Suatu saat, emak Pak Munajat meninggal dunia. Sebagaimana biasa, digelar ritual doa bersama tetangga selama 7 hari di rumahnya, kelak dilanjut 40 hari, 100 hari, 1.000 hari dst. Baru berjalan semalam, Imam kemudian melarang acara itu diteruskan. Bidah, katanya. Kali ini, Pak Munajat membantah. Dia bilang, sosok yang barusan meninggal adalah emak yang sangat disayangi dan dicintainya. Orang yang mengandung dirinya, melahirkannya, merawatnya dan membesarkannya seorang diri karena bapaknya meninggal saat dia berumur 10 tahun. Pak Munajat hanya ingin berdoa, ingin tetangga-tetangganya ikut berdoa. Dia hanya ingin menjadi anak yang berbakti. Pak Munajat memohon betul agar kali ini Imam memperbolehkannya melakukan ritual yang sangat penting itu.

Imam tetap tidak memperbolehkan. Kali ini, Pak Munajat tetap bersikukuh dengan sikapnya, dia tetap ingin melanjutkan acara doa bersama sampai 7 hari. Bu Warni dengan bersimbah airmata pun memohon agar Imam memperbolehkan ritual itu. Toh mereka memakai uang mereka sendiri, bukan uang dari Imam atau dari siapapun. Imam marah luarbiasa. Dia tunjuk muka kedua orangtuanya yang masih berduka itu dan bilang: kalian kafir!

Malam itu, sampai menjelang subuh, Pak Munajat dan Bu Warni masih menangis di dalam kamar. Di atas sajadah mereka menangis. Mereka tidak menyesal telah menyekolahkan Imam hingga menjadi sarjana. Mereka bersyukur karir Imam cemerlang dan dianugerahi keluarga yang sejahtera. Tapi mereka berdua tidak bisa mengerti, setiap hal yang mendamaikan mereka, yang menenangkan mereka, yang menyenangkan mereka, harus diakhiri dengan tiga kata: bidah, haram, dan bahkan kafir. Mereka tidak bisa mengerti kenapa anak yang begitu disayangi tega mengatakan kafir kepada orangtuanya padahal mereka merasa tidak pernah menyembah apapun selain Allah.

Malam itu, mereka berdua terisak. Tak tahu apa yang akan dilakukan. Tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Mereka hanya bisa menangis di depan Allah.

Sekarang ini ada banyak sekali orang yang mengalami seperti apa yang dialami oleh Pak Munajat. Ada banyak sekali orang yang berperilaku seperti Imam.

Subuh ini, saya menangis untuk mereka. (Puthut EA, sastrawan, tinggal di Yogya)

Ilustrasi: yusufklaten.blogspot.com

yusufklaten.blogspot.com

Dari (Cerpen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57340/seorang-anak-kepada-orang-tuanya

Habib Syech Bersholawat

Sunday, November 9, 2014

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Makassar, Habib Syech Bersholawat. Pelatiahan Kader Lanjutan yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar mengundang antusias para peserta. Kegiatan yang berlangsung di gedung BLKI makassar Senin (26/9) dikemas dengan metode dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara peserta pelatihan.

Gagasan itu timbul saat salah satu mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan Mulyadi Prayitno menyampaikan materi dengan tema advokasi dan pendampingan masyarakat. Pengalamannya yang luas mengenai pendampingan masyarakat saat memaparkan materinya membuat para peserta PKL terangsang untuk berdiskusi.

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)


Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Mulyadi menyampaikan, para kader PMII harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan berbaur guna mengidentifikasi problematikan yang dihadapi bangsa ini. Sebagai warga pergerakan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan negara Republik Indonesia, imbau Direktur Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) pada PKL bertema "Mencetak kader ulul albab dalam menjawab tantangan globalisasi."

Ia meminta agar peserta pelatihan kader lanjutan PMII Makassar agar senantiasa mempertajam intelektual dan wawasannya. "Para kader PMII harus memiliki kecerdasan yang tinggi karena kalianlah yang akan menjadi intelektual bagi generasi penerus Nahdatul Ulama. Dan seperti kita ketahui bahwa NU merupakan salah satu ujung tombak negara kita, oleh kerana itu berkontribusi kepada NU sama dengan berkontribusi untuk Indonesia," tegas Mulyadi di depan para peserta.

Habib Syech Bersholawat

Para peserta yang terdiri 19 orang dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan termasuk peserta yang bersal dari Kutai Timur dan Kutai Kertanegara diminta untuk memaparkan problem yang dihadap dalam masyarakat tempat mereka masing-masing. Setalah itu Direktur YKPM memberikan sebuah kerangka gerakan dalam menyelasaikan persoalan tersebut.

Habib Syech Bersholawat

Di akhir paparanya Mulyadi menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan semua problematika bangsa ini. Perlu ada kerja sama dengan banyak pihak. Dan salah satu pihak wajib membantunya adalah para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan cara turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa," tutup ketua PKC PMII Sul-Sel 1995-1997.

Menurut Sonny Majid salah satu fasilitator kegiatan tersebut bahwa alumni PKL nantinya diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di dalam masyarakan mereka masing-masing.

Seperti yang disampaikan Mulyadi, bahwa alumni PKL harus turun langsung dalam mengadvokasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama penduduk minoritas yang terkadang diinjak-injak haknya oleh kelompok mayoritas, tutur alumni PMII Ekonomi UMI ini saat mengevaluasi peserta PKL. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71532/warga-pergerakan-wajib-mengabdi-kepada-masyarakat

Habib Syech Bersholawat

Thursday, August 29, 2013

Tanya Bidan yang Melahirkan Anak Tuhan, Bib Riziq Dipolisikan

Habib Syech Bersholawat - Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq ke Polda Metro Jaya. Habib Rizieq dilaporkan karena ceramahnya dalam video yang beredar di media sosial dianggap menistakan agama Kristen.

"Kami melaporkan Habib Rizieq, Fauzi Ahmad, dan Saya Reza terkait penistaan agama," kata Ketua Umum PP PMKRI Angelo Wake Kako kepada wartawan di Gedung Palayanan Satu Atap, Polda Metro Jaya, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (26/12/2016).

Tanya Bidan yang Melahirkan Anak Tuhan, Bib Riziq Dipolisikan - Habib Syech Bersholawat
Tanya Bidan yang Melahirkan Anak Tuhan, Bib Riziq Dipolisikan - Habib Syech Bersholawat


Tanya Bidan yang Melahirkan Anak Tuhan, Bib Riziq Dipolisikan

Laporan polisi PP PMKRI itu bernomor TBL/6344/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus. Pada laporan itu, PP PMKRI melaporkan Habib Rizieq. Ketiga orang tersebut dilaporkan karena penistaan agama melalui media elektronik dengan Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Barang bukti yang dilampirkan adalah softcopy video.

Video tersebut diambil dari ceramah Rizieq di Pondok Kelapa pada Minggu (25/12/2016). Dalam video yang berdurasi 21 detik itu, Rizieq tampak tengah berbicara di depan massa. Dia membahas mengenai ucapan selamat Natal.

"Pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada tanggal 25 kemarin yang menyatakan bahwa 'Kalau tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?' dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut. Jujur sebagai Ketua Umum PP-PMKRI, kami merasa terhina, merasa tersakiti dengan ucapan yang disampaikan oleh Saudara Habib Rizieq Shihab ini," ujar Angelo.

PP PMKRI datang sekitar pukul 12.00 WIB. Memakai atribut organisasi, mereka langsung masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Mereka keluar pukul 15.50 WIB.

Mereka meminta proses penanganan kasus ini dilakukan secara cepat. Angelo mengatakan pihak PMKRI akan membentuk kuasa hukum dari alumnus PMKRI. "Semua alumni PMKRI akan kita kumpulkan untuk jadi lawyer. Sampai saat ini ada 25," kata Angelo.

Habib Rizieq belum berkomentar mengenai pelaporan ini. Ketua FPI DKI Novel Bamukmin mengatakan apa yang disampaikan Rizieq tersebut bukanlah suatu pernyataan yang menistakan agama.

"Jauh itu dari penistaan agama. Apa yang disampaikan Habib Rizieq itu memiliki landasan fatwa MUI yang dikeluarkan pada 7 Maret 1981 bahwa mengucapkan selamat Natal itu haram hukumnya," ujar Novel. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/mempertanyakan-bidan-yang-melahirkan-anak-tuhan-habib-rizieq-dipolisikan.html

Wednesday, June 12, 2013

Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid?

Habib Syech Bersholawat - Dalam hal ini ulama menjelaskan, laki-laki lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid dan perempuan lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di rumah. Penjelasan ini dapat kita lihat dalam kitab I’anatut Tholibin karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Ad-Dimyathi juz 2 hal. 5 sebagai berikut:

Baca: Sedekah Atas Nama Orang Meninggal

Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid? - Habib Syech Bersholawat
Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid? - Habib Syech Bersholawat


Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid?

قوله: والجماعة في مكتوبة لذكر بمسجد أفضل-- وذلك لخبر: صلوا - أيها الناس - في بيوتكم، فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة.…….. وخرج بالذكر المرأة، فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد

Artinya: "(Ungkapan Syaikh Zainuddin Al-Malibari: Shalat Fardhu berjamaah di masjid lebih utama bagi laki-laki), hal tersebut berdasarkan hadits: shalatlah kalian di rumah-rumah kalian karena shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu……dan di sini terdapat pengecualian bagi perempuan. Untuk perempuan shalat berjamaah lebih utama dilaksanakan di rumahnya dari pada di masjid".

Habib Syech Bersholawat

Kemudian, terkait shalat berjamaah untuk suami istri, dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri Ala Syarhi ibn Qosimkarangan karya Syaikh Ibrahim Al-Baijuri pada juz 1 halaman 250, disebutkan begini:

وتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل

Habib Syech Bersholawat

Artinya: "Seorang laki-laki juga mendapatkan keutamaan shalat berjamaah dengan melaksanakannya bersama istri atau keluarga yang lain, bahkan pelaksanaan shalat berjamaah bersama keluarga di rumahnya lebih utama."

Sederhananya, bagi perempuan, shalat di rumah itu lebih afdhal walaupun tidak dilarang. Bagi laki-laki, jika di rumah bisa melaksanakan jamaah bersama istri dan anak, itu justru lebih bagus untuk mendidik keluarga. Jika di rumah dikuatirkan justru tidak bisa berjamaah, di masjid bukan larangan. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/lebih-utama-mana-shalat-di-rumah-dan-di-masjid.html

Tuesday, October 2, 2012

Provokatif dan Radikal Respon Demo, Akun IG Negerisantri Layak Dilaporkan

Habib Syech Bersholawat - Jumat, 4 Novemer telah berlalu. Tanggal ini akan menjadi sejarah tersendiri bagi bangsa Indonesia atas aksi damai yang digalakkan oleh muslim yang diwakili beberapa kelompok untuk bela Al Quran.

Provokatif dan Radikal Respon Demo, Akun IG Negerisantri Layak Dilaporkan - Habib Syech Bersholawat
Provokatif dan Radikal Respon Demo, Akun IG Negerisantri Layak Dilaporkan - Habib Syech Bersholawat


Provokatif dan Radikal Respon Demo, Akun IG Negerisantri Layak Dilaporkan

Tidak ada yang negatif dalam aksi demo, ini sah-sah saja terjadi. hanya saja kericuhan yang sempat terjadi seolah mencoreng nama islam karena oknum yang memang berniat untuk memecah belah persatuan. Di luar itu, Islam tetaplah agama yang rahmatan lil ‘aalamin. Tetap menjadi agama yang selalu menjujung damai.

Tidak hanya di dunia nyata yang ramai, di dunia maya pun tak kalah ramai. Semua pemilik akun sosial media berlomba-lomba menyuarakan kebenaran pendapat yang belum tentu benar. Hanya saja keangkuhan opini itu tak bisa menghalangi mereka untuk debat kusir dengan saudaranya, justru inilah yang sebenarnya yang harus ditakutkan. Sebab dari perkara yang menyebar luar di media massa akan menimbulkan konflik massa yang meluas dan tidak bisa dikontrol juga karena sifatnya digital dan massal.

Selain itu mulai banyak postingan yang di bagikan oleh pengguna sosial media di akun masing-masing secara cepat tanpa ada klarifikasi. Postingan atau meme yang dibuat oleh pengguna akun official yang ternyata malah membuat keadaan semakin keruh.

Seperti yang sedang meresahkan saat ini adalah akun instagram @negerisantri. Akun ini memilih nama @negerisantri tetapi tidak sama sekali mencerminkan sifat santri dan tradisi ke-pesantrenan yang selalu mengajarkan damai, tabayyun dan tidak berkata kasar.

Akun @negerisantri ini sudah mulai banyak yang melaporkan kepada instagram karena postingannya yang provokatif. Dia menyudutkan media hingga presiden secara terang terangan. Akun yang katanya negeri untuk santri ini ternyata adalah akun yang dibuat bertujuan untuk bisnis. Begitulah yang saya dapatkan dari sumber yang dipercaya, yang tidak bisa saya sebutkan namanya demi menjaga keamananya dari admin utama yang sudah melenceng niatnya itu.

Sempat dilakukan jalan damai oleh beberapa teman yang btergabung di AIS Nusantara (Admin Istagram Santri) Nusantara untuk menghapus postingan yang berbau penghinaan atau provokatif. Tapi tetap saja hingga sekarang akun @negerisantri ini semakin bergrilya memosting sesuatu yang sangat provokatif dan bisa menimbulkan konflik.

Jika saya boleh beropini sebagai orang yang pernah bergelut di media profesional, postingan pemilik akun @negerisantri ini bisa dilaporkan ke polisi karena pencemaran nama baik media. Juga beberapa postingan yang sangat tidak ber-etika.

Pesan saja untuk semua pengguna media/sosial medua. Jangan sampai karena kecanggihan teknologi dan egoisme diri membuat kita semakin bernafsu untuk berbuat kriminal tanpa mempertimbangkan dampak massa yang akan terjadi.

Mengajak semua orang yang punya akun instagram untuk melaporkan akun @negerisantri ini agar segera ditindak lanjuti olehi instagram agar sesegera mungkin di musnahkan peredarannya di instagram atau dimanapun.

Sebagai santri saya sangat tersakiti dan kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh admin @negerisantri yang tidak mencerminkan sifat santri. Untuk itu saya membuat tulisan ini karena saya kecewa dengan sikap admin instagram @negerisantri yang tidak mau menyelesaikan semua persoalan ini dengan damai. Justru semakin gencar membuat isu provokatif tanpa henti. Padahal seorang santri adalah sosok yang selau berada dalam jalur damai.

Report/pelaporan akun instagram @negerisantri dari teman-teman di instagram sangatlah berarti. Jika yang sudah mem-follow bisa unfollow kemudian report. Jika 1 akar api yang terbakar dipadamkan, maka seluruh akar tidak akan terbakar habis, pohon bisa tumbuh.

Begitulah analogi yang mungkin bisa mewakili solusi agar sang provokator lekas dibumi hanguskan dari negeri yang damai ini. Mereka sudah melaukan spam ke akun-akun instagram santri lainnya juga soalnya. Lihat foto paling atas postingan ini. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/provokatif-dan-radikal-respon-demo-akun-ig-negerisantri-layak-dilaporkan.html

Thursday, July 19, 2012

Bantahan Atas Empat Alasan Anti Maulid Nabi

Habib Syech Bersholawat - Di masa yang seharusnya kita fokus dalam kebersamaan ukhuwah, ternyata masih ada saja segelintir orang yang anti ukhuwah. Merasa demam dengan persatuan kaum muslimin, bahkan mengolok dan memaki.

Kita bersaudara, Anda yang suka dengan ikhtifal maulid Nabi silahkan jalankan sesuai dengan keyakinan. Bagi yang tidak suka, silahkan untuk tidak menjalankannya. Kita tetap akan bersaudara karena yang terpenting bukan maulid atau tidaknya tapi bagaimana kita berakhlaq mulia meneladani kemuliaan akhlaq Nabi. Hormatilah perbedaan, supaya kita bisa selalu hidup damai dan penuh kerukunan.

Bantahan Atas Empat Alasan Anti Maulid Nabi - Habib Syech Bersholawat
Bantahan Atas Empat Alasan Anti Maulid Nabi - Habib Syech Bersholawat


Bantahan Atas Empat Alasan Anti Maulid Nabi

1. Maulid Tidak Bid'ah Maulid tidak dilakukan Rasulullah SAW, tidak pula para sahabat dan tabiin. Jika maulid itu baik pasti mereka telah melakukannya!

Habib Syech Bersholawat

Jawaban Kisah yang serupa pernah terjadi. Sayidina Abu Bakar ra berkata kepada Sayidina Umar ra yang mengusulkan untuk mengumpulkan al Quran:

كَيْفَ أَفْعَلُ شَيْئًا لَمْ يَفْعَلْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟» فَقَالَ عُمَرُ: هُوَ وَاللَّهِ خَيْرٌ.

Artinya: Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah SAW? Sayidina Umar ra menjawab: هُوَ وَاللَّهِ خَيْرٌ.. Ini (mengumpulkan al Quran) demi Allah adalah kebaikan. (Shahih Bukhari, Bab Laqod Jaakum Rasulun min Anfusikum).

Habib Syech Bersholawat

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa segala kebaikan boleh dilakukan walaupun tidak dilakukan Rasulullah SAW. Apalagi jika yang tidak melakukannya adalah sahabat dan tabiin

2. Maulid Merendahkan Nabi Merayakan maulid itu merendahan derajat Nabi SAW. Karena dengan maulid berarti Nabi SAW hanya disebutkan sehari saja dalam setahun.

Jawaban: Kami tidak mengkhususkan memuji Nabi SAW di hari maulid saja. Kami hanya melebihkan pujian kepada Nabi SAW di hari itu. Tidakkah Anda renungkan bahwa Nabi SAW mengkhususkan untuk melebihkan rasa syukur pada hari kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim Ketika ditanya mengenai puasa hari Senin. Ketika itu Rasulullah menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ Artinya: “Hari itu hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkan kepadaku wahyu.” (HR Muslim)

Apakah kita katakan bahwa Nabi SAW hanya bersyukur di Hari Senin saja dan tidak bersyukur di hari-hari lain ataukah kita katakan bahwa Nabi SAW melebihkan rasa Syukur di hari itu (Senin)?

Kemudian bagaimana menjawab puasa di Hari Asyura, karena bersyukur kepada Allah atas selamatnya Nabi Musa as? Apakah Nabi SAW hanya mengkhususkan syukur pada hari itu saja atau Nabi melebihkan syukur pada hari itu?

Tentu jawabannya adalah Nabi SAW senantiasa bersyukur, namun Nabi menambahkan syukurnya pada momen-momen hari itu. Demikianlah pula maulid, kami senantiasa mengingat Nabi SAW di hari-hari lain, namun di hari itu kami melebihkan pujian atas beliau SAW.

3. 12 Rabiul Awal kan Wafatnya Nabi Bagaimana bisa kalian merayakan tanggal 12 Rabiul Awwal, padahal itu juga adalah hari wafatnya Nabi SAW?

Jawaban: Kesamaan hari lahir dan hari wafatnya Nabi SAW (yaitu tanggal 12 Rabiul Awwal) itu tidak mengurangi keutamaan hari maulid. Renungkanlah hadits yang datang dalam Sunan Nasai, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فيه خلق آدم عليه السلام ، وفيه قبض”

Artinya: "Sesungguhnya hari terbaik kalian adalah Hari Jumat, di dalamnya Nabi Adam as diciptakan dan di hari itu juga Beliau diwafatkan." (HR Nasa'i)

Hari Jumat tetaplah menjadi hari terbaik walau pun pada hari itu pula Nabi Adam as wafat

4. Jika Maulid Baik, Mengapa Sahabat Tidak Merayakan? Seandainya perayaan maulid adalah kebaikan tentu telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Lalu apakah kalian lebih mencintai Nabi SAW dibandingkan para sahabat sedangkan mereka tidak pernah merayakan maulid.

Jawaban 1. Telah disebutkan dalam hadits shahih

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَبَّحَ سُبْحَةَ الضُّحَى وَإِنِّي لأُسَبِّحُهَا

Dari Aisyah ra beliau mengatakan: “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW shalat Dhuha, namun aku melakukannya.” (HR Bukhari).

Seandainya itu kebaikan pasti Nabi SAW telah melakukannya. Kenapa tidak dikatakan kepada Sayidah Aisyah ra, “Kenapa kau melakukan ini sedangkan engkau berkata bahwa Nabi SAW tidak melakukannya".

2. Imam Syafii pernah bercerita: aku melihat di pintu Imam Malik seekor kuda dari kuda-kuda Khurasan dan Bighal Mesir. Lalu aku katakan, “alangkah bagusnya!” Imam Malik berkata, “itu adalah hadiah dariku untukmu.”

Imam Syafii menimpali, “sisakanlah untuk dirimu seekor untuk kau kendarai.”

Imam Malik berkata, “aku malu kepada Allah untuk menjejak tanah Nabi-Nya (madinah) dengan telapak kaki kendaraan.” (Tartibul Madarik juz 2/53).

Imam Malik enggan menginjak tanah kota Madinah dengan kaki hewan tunggangannya, beliau memilih berjalan kaki saja.

Perhatikan, Imam Syafii ra tidak mengatakan kepada Imam Malik, “Apakah cintamu kepada Nabi SAW lebih besar daripada cinta para sahabat Nabi SAW yang berjalan di atas kendaraan mereka di kota Madinah? Apakah mereka tidak terpikir untuk melakukannya lalu hanya engkau bisa berpikir demikian?”

3. Ibnul Qoyim berkata:

سمعت ابن تيمية رحمه الله يقول : من واظب على يا حي يا قيوم لا إله إلا أنت كل يوم بين سنة الفجر وصلاة الفجر أربعين مرة أحيى الله بها قلبه

Aku mendengar Ibnu Taimiyah ra berkata, Siapa yang membiasakan membaca ‘Ya Hayyu Ya Qoyyum La ilaha Illa Anta’ setiap hari di antara shalat sunnah Fajr dan shalat Fajr sebanyak 40 kali, maka Allah akan menghidupkan hatinya. (Madarikus Salikin juz 3/264).

Inilah Ibnu Taimiyah, ia juga ternyata melakukan sesuatu yang tidak pernah kita dengar diriwayatkan dari Nabi SAW, tidak pula dari para sahabatnya. Lalu kenapa kami tidak mendengar wahabi mengingkarinya? Tidak pernah mereka berkata, "seandainya ini baik, pastinya Nabi SAW dan para sahabatnya akan melakukannya".

”Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, itu dikerjakan oleh sebagian manusia, dan mereka mendapat pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya terhadap Rasulullah SAW”. (Ibnu Taimiyah - Iqtidha’: 297). Allahul Musta’an. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/bantahan-atas-empat-alasan-anti-maulid-nabi.html

Sunday, March 11, 2012

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Surabaya, Habib Syech Bersholawat. Ribuan anggota dan simpatisan Fatayat NU tampak berduyun-duyun mendatangi Gedung Olah Raga (GOR) jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya, Sabtu (19/9). Secara bergelombang, ibu-ibu muda Nahdliyin ini berramai-ramai ke arena pembukaan Kongres Ke-15 Fatayat NU.

Mereka tampak bersemangat menduduki gedung olahraga tempat pembukaan kongres salah satu badan otonom NU ini. "Kami pagi-pagi sudah ke sini ini karena cinta Fatayat, cinta NU," ujar utusan Fatayat asal Salatiga, Jawa Tengah.

Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Kader Fatayat NU Hijaukan GOR Kertajaya Surabaya

Pantauan Habib Syech Bersholawat, kedatangan para pengurus Fatayat dari seluruh Indonesia mengalami eskalasi tinggi menjelang pembukaan kongres pukul 10.00 WIB pagi ini. Jajaran pengurus Fatayat di tingkat cabang yang berseragam khusus membawa serta anggotanya menggunakan armada bus, elf, dan kendaraan roda empat.

Habib Syech Bersholawat

Di sepanjang arteri Surabaya, baliho dan spanduk bergambar Ketum Fatayat Hj Ida Fauziah dan Sekjen Anggia Ermarini tampak melambai-lambai menyapa warganya. Ucapan selamat dan karangan bungan dari berbagai instansi maupun perorangan dijejer rapi di pintu masuk GOR.

Aparat kepolisian dibantu satuan pengamanan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Jawa Timur tampak berjaga-jaga di sejumlah sudut. Menurut salah seorang anggota Banser pengaman di GOR, hanya 70 orang yang diturunkan. "Selebihnya berjaga-jaga di arena kongres di asrama haji," katanya.

Habib Syech Bersholawat

Kongres yang mengusung tema "Ikhtiar perempuan NU untuk Indonesia yang Berkeadaban" ini dijadwalkan selama lima hari, 18-22 September 2015. Kongres digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jawa Timur. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dijadwalkan membuka kongres secara resmi.

Hingga berita ini ditulis, kongres Fatayat masih diwarnai acara pemutaran lagu-lagu semangat pagi diselingi beberapa pengumuman dari panitia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62284/ribuan-kader-fatayat-nu-hijaukan-gor-kertajaya-surabaya

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock