Thursday, October 6, 2016

Dalil Qunut Witir Ramadhan

Habib Syech Bersholawat - Syaikh al-Mubarakfuri, pengarang kitab Tuhfat al-Ahwadzi, mengutip dari ulama ahli hadis Syaikh Muhammad bin Nashr yang menyampaikan banyak atsar, baik dari Sahabat Nabi maupun para ulama ahli ijtihad tentang dasar Qunut di pertengahan kedua bulan Ramadlan. Di antaranya adalah:

1- Said bin Jubair

Dalil Qunut Witir Ramadhan - Habib Syech Bersholawat
Dalil Qunut Witir Ramadhan - Habib Syech Bersholawat


Dalil Qunut Witir Ramadhan

ﻭﺳﺌﻞ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺟﺒﻴﺮ ﻋﻦ ﺑﺪء اﻟﻘﻨﻮﺕ ﻓﻲ اﻟﻮﺗﺮ ﻓﻘﺎﻝ ﺑﻌﺚ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ ﺟﻴﺸﺎ ﻓﻮﺭﻃﻮا ﻣﺘﻮﺭﻃﺎ ﺧﺎﻑ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ اﻟﻨﺼﻒ اﻵﺧﺮ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﻠﺖ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻬﻢ

Said bin Jubair ditanya tentang permulaan Qunut dalam salat Witir. Beliau berkata: "Ketika Umar bin Khattab mengutus pasukan lalu mereka mempedaya pasukan yang dikhawatirkan kepada mereka, maka ketika sudah masuk pertengahan terakhir bulan Ramadlan, saya katakan bahwa Umar berdoa untuk mereka"

2- Imam al-Syafi'i

ﻗﺎﻝ اﻟﺰﻋﻔﺮاﻧﻲ ﻋﻦ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﻨﺘﻮا ﻓﻲ اﻟﻮﺗﺮ ﻓﻲ اﻟﻨﺼﻒ اﻵﺧﺮ ﻭﻻ ﻳﻘﻨﺖ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ اﻟﺴﻨﺔ ﻭﻻ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﻨﺼﻒ اﻵﺧﺮ

Za'farani berkata dari al-Syafii: "Aku senang jika mereka Qunut di pertengahan akhir". Al-Syafii tidaklah Qunut di sepanjang tahun dan tidak di bulan Ramadlan kecuali pada pertengahan terakhir.

3- Imam Ahmad bin Hanbal

ﻗﻠﺖ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻨﺖ اﻟﻨﺼﻒ اﻻﺧﺮ ﻣﺘﻰ ﻳﺒﺘﺪﻱء ﻗﺎﻝ ﺇﺫا ﻣﻀﻰ ﺧﻤﺲ ﻋﺸﺮﺓ ﻟﻴﻠﺔ ﺳﺎﺩﺱ ﻋﺸﺮﺓ

Saya (Abu Dawud bertanya pada Ahmad bin Hanbal) : "Jika Qunut pada pertengahan akhir bulan Ramadlan, kapankan dimulai?" Ahmad bin Hanbal menjawab: "Jika telah lewat 15, yaitu pada malam 16 Ramadlan"

Dikutip dari kitab Tuhfat al-Ahwadzi Syarah Sunan al-Tirmidzi 2/463

Penulis: Ma'ruf Khozin, anggota di Aswaja NU Center Jatim (Nahdliyin mengamalkan, dalilnya kami siapkan)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/dalil-qunut-witir-ramadhan.html

Sunday, August 28, 2016

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Habib Syech Bersholawat - Polemik tentang pendapat seorang da'i (bukan ulama) yang mengatakan bahwa ayah dan ibu nabi itu kafir serta masuk neraka telah membuat banyak umat Islam yang cinta kepada Nabi tersakiti. Termasuk yang terjadi dalam percakapan antara penanya dan Gus Awy Ali Imron (Lamongan), alumnus Rushaifah Makkah dan juga santri Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani.

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat
Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat


Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Anda boleh simpan hasil percakapan dari WhatsApp ini untuk disebarkan atau digunakan hujjah bagi mereka yang suka usil kemuliaan tauhid dan kemuliaan Nabi Agung Muhammad SAW. Kami edit ejaan saja. Tidak ada tambahan.

Penanya: Ada yang berfatwa bahwa Ibu dan ayah Nabi mati kafir dan di neraka? Mohon penjelasanya Gus!

Gus Awy Ali Imron: Hanya orang kurangajar kepada Nabi yang berani berfatwa seperti itu.

Gus Awy Ali Imron: Permasalahan ini berhubung langsung dengan urusan tauhid. Telah disepakati oleh mayoritas ulama sejak salaf bahwa orang yang hidup di masa tenggang waktu kevakuman antar Nabi, tidaklah disiksa. Termasuk dalam hal ini adalah orang tua Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Tentang hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat al-Isro ayat 15 dan Assyu'aro ayat 219.

Keterangan:

Al-Isra' ayat 15 adalah:

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Gus Awy Ali Imron: Lagipula apa ada untung membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kita?

Gus Awy Ali Imron: Secara logika saja, kita sendiri, apa mau jika dikatain bahwa orang tua kita masuk neraka? Apalagi kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Jadi, kesimpulannya, orang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi di neraka, siapapun orang itu, berlabel ustadz, Lc atau bahkan syaikh sekalipun, adalah orang yang sangat kurangajar dan tidak punya tatakrama kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Ayah Nabi meninggal kala Nabi di kandungan. Ibunya meninggal kala Nabi masih kecil usia 6 tahun. Sementara Nabi baru diangkat jadi Nabi pada usia 40. Lantas, secara logika, dari mana orangtua Nabi menerima dakwah?

Gus Awy Ali Imron: Sementara Nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad, yaitu Nabi Isa, telah diangkat pada 33 M, Nabi sendiri lahir pada 571 M, tenggang waktu kekosongan Nabi 5 abad sendiri.

Gus Awy Ali Imron: Ini sudah cukup menjawab akan fatwa bodoh dan kurangajar itu.

********

Polemik pecah belah ini berawal dari penafsiran tesktual wahabi yang diambil dari hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berisi:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِى؟ قَالَ: “فِى النَّارِ.” فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِى وَأَبَاكَ فِى النَّارِ

Artinya:

Ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, dimana ayahku?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di neraka.” Ketika orang ini pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memangilnya, dan bersabda, “sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim 521, Ahmad 12192, dan Abu Daud 4720).

Hadits di atas akhir-akhir dimuat di beberapa website wahabi tanpa tafsir dan analisa sejarah, utamanya tentang Fatroh (masa vakum kenabian). Salah satu website wahabi tersebut adalah konsultasisyariah [dot] com. Adapun ustadz wahabi yang menyebut orang tua Nabi kafir adalah Firanda Andirja dan Khalid Basalamah. Videoanya banyak beredar di Youtube.

Percakapan WhatsApp di grup Tanya Jawab Syariah yang terjadi pada Selasa (27/09/2016) di atas itu, kiranya cukup menjawab bahwa yang menyebut orangtua Nabi itu kafir dan di neraka tidak paham sejarah kontinuitas kenabian dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad. Sekian. Mohon disebarkan. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/yang-berfatwa-ayah-ibu-nabi-di-neraka-itu-kurangajar.html

Saturday, August 27, 2016

PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading

Demak, Habib Syech Bersholawat. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menyerahkan buku bahan bacaan anak usia dini kepada Ketua Muslimat NU Demak Hj Ny Asiyah Chadziq Taslim di hadapan 4.000 jamaah. Buku ini selanjutnya akan disalurkan ke setiap kecamatan yang dikelola anak cabang Muslimat NU setempat.

Khofifah berharap anggota Muslimat NU menanamkan ke-NUan sejak dini kepada anak. Menurut Khofifah pada peluncuran program Home Reading ini, penanaman paham Aswaja NU akan lebih efektif selagi putra-putri mereka masih usia kanak-kanak.

PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading (Sumber Gambar : Nu Online)


PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading

Muslimat NU sangat vital dalam menjaga ideologi anak. Ini terbukti dalam keseharian mendidik anak, ibu justru sangat berperan dalam pendidikan baik keagamaan maupun perilaku anak dalam keseharian, kata Khofifah mengarahkan anggota Muslimat NU di pendopo kabupaten Demak, Sabtu (7/3).

Habib Syech Bersholawat

Sebagai upaya agar pemahaman aqidah maupun ilmu keagamaan dan pengetahuan pada anak tidak menyimpang, perlu pedoman yang pasti sesuai anjuran Islam yang sudah tertera dalam kitab suci Al-Quran dan buku keagamaan yang sudah ditulis para ulama. sehingga, anak tidak terjerumus pada pergaulan bebas, pornografi, dan narkoba.

Habib Syech Bersholawat

Indonesia saat ini sudah darurat narkoba dan pornografi. Ini diakibatkan oleh sistem pendidikan yang salah dan tidak adanya pengawasan yang benar dari orang tua, kata Khofifah yang kini diamanahkan negara sebagai Menteri Sosial itu.

Penyerahan buku ini dihadiri para kiai, Bupati Demak H Dachirin Said, Kapolres, Dandim, dan SKPD sekabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58052/pp-muslimat-nu-luncurkan-program-home-reading

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, August 17, 2016

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Subang, Habib Syech Bersholawat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam NU (STEINU), Rabu (28/1). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Subang Ojang Sohandi disusul dengan pejabat Pemkab setempat dan pengurus PCNU Subang.

Alhamdulillah, hari ini kita akan memulai pembangunan kampus STEINU. Mudah-mudahan ke depan kampus yang sudah lama dicanangkan ini akan terrealisasi dengan baik, ujar Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah usai peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 NU di Kantor PCNU Subang, Subang, Jawa Barat.

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Menurutnya, kampus tersebut akan menjadi kampus kebanggaan warga NU dan masyarakat Kabupaten Subang. Terlebih, pembangunan kampus itu akan melengkapi fasilitas yang ada di kantor PCNU Subang.

Ini harus kita apresiasi bersama bahwa selain akan dijadikan tempat perkuliahan, kita juga akan menyiapkan sistem kurikulum pendidikan yang secara tegas akan menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, jelasnya.

Habib Syech Bersholawat

Ia menjelaskan, momentum peringatan Harlah bertema "Konstruksi Revolusi Mental dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada Kehidupan Bernegara dan Bermasyarakat" ini, menjadi spirit gerakan pembangunan revolusi mental yang hari ini mulai digalakan oleh pemerintah pusat.

Habib Syech Bersholawat

NU itu mitra dengan pemerintah. Jika itu baik, harus kita dukung. Tapi jika terjadi polemik, maka porsi NU akan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk pembangunan bangsa Indonesia, ucapnya.

Selain peletakan batu pertama, dalam momentum Harlah NU ke 89 ini, PCNU Subang meresmikan Gedung serbaguna yang berada di lantai dua gedung PCNU setempt. Prosesi gunting pita dilakukan langsung oleh Bupati Subang Ojang Sohandi yang merupakan salah satu Musytasyar PCNU Subang.

Dalam prosesi peringatan Harlah NU ini, ribuan Nahdliyin memadati halaman Kantor PCNU hingga tumpah ruah ke jalan raya DDarmodiharjo, Sukamelang. Akibatnya, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan menututp jalan yang merupakan salah satu jalur paling sibuk di Kabupaten Subang tersebut.

Selain ribuan Nahdliyin, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BKPP Wilayah III Jawa Barat, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, KH Jondin, pejabat Pejabat Pemkab Subang, Pimpinan DPRD dan sejumlah pimpinan partai politik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang, Ojang Sohandi memberikan bantuan dana hibah senilai Rp300 juta untuk PCNU Subang. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Foto: Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat peletakan batu pertama.

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57278/peringati-harlah-pcnu-subang-resmikan-steinu

Habib Syech Bersholawat

Saturday, August 6, 2016

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten

Klaten, Habib Syech Bersholawat. Beberapa waktu lalu, untuk memperingati Hari Santri Nasional 2016, Lajnah Talif wa an-Nasyr (LTN) PCNU Klaten menggelar berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya yakni lomba menulis.

Menurut Ketua LTN-NU Klaten, Minardi, lomba yang diprakarsai bersama LP Maarif NU Klaten dan RMI NU Klaten, serta Kampus POLMAN Klaten ini diikuti oleh para pelajar. Pesertanya para pelajar mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA, ujar dia.

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten

Setelah dinilai oleh dewan juri, berikut ini merupakan nama-nama para pemenang lomba tulis :

Tingkat SD

Habib Syech Bersholawat

Juara 1 : Intan Anastasya dari MI MAARIF KARANGPAKEL, TRUCUK

Juara 2 : Meisa Dewi dari MI HIDAYATUL QURAN, MANISRENGGO

Juara 3 : Hilmi Zakiya Faila Sufa dari SDIT NURUL AKBAR, KLATEN UTARA

Habib Syech Bersholawat

Tingkat SMP:

Juara 1: R. Bintang Al-Rasyid dari SMP Islam Plus Al Mujtaba Delanggu

Juara 2 : Fitri Putri Rahmawati dari MTs Ceper

Juara 3: Wendy Bewiranata dari SMPIT MAARIF NU TALIMUL QURAN TRUCUK

Tingkat SMA:

Juara 1: Novita Dwi L. Dari SMK Batur Jaya 2 Ceper

Juara 2: Ahmad Difa Fardan Afuza dari MA Al Manshur Popongan, Wonosari

Juara 3: Rifqi Istanto dari MA Al Muttaqien Pancasila Sakti, Karanganom

Ditambahkan Minardi, hadiah lomba dibagikan, Kamis (15/12) bersamaan dengan acara yang dihadiri Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin, di Kantor PCNU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73832/inilah-para-pemenang-lomba-menulis-ltn-nu-klaten

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, July 20, 2016

Lautan Manusia Banjiri Haul Muallif Simtudurar

Solo, Habib Syech Bersholawat. Tanpa undangan, puluhan ribu manusia berkumpul di Masjid Riyadh dan sekitar daerah Gurawan Pasar Kliwon Solo, Ahad (3/3).

Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan berbagai negara. Tujuan mereka hadir untuk memperingati haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi.

Lautan Manusia Banjiri Haul Muallif Simtudurar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lautan Manusia Banjiri Haul Muallif Simtudurar (Sumber Gambar : Nu Online)


Lautan Manusia Banjiri Haul Muallif Simtudurar

Dan orang-orang saleh seperti Habib Ali Bin Muhammd Al Habysi adalah pelita. Meski ia telah tiada, namun cahayanya tetap menerangi ribuan manusia, kata Habib Musthofa Mulahela, salah satu panitia Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi.

Ya, rasa cinta itulah yang menggerakkan langkah ribuan umat. Tiap tanggal 20 Rabiul Akhir, mereka datang berduyun-duyun meski tanpa undangan, tanpa pengumuman, dan tanpa pamrih apapun.

Habib Syech Bersholawat

Di Indonesia, Habib Ali Al-Habsyi yang berasal dari Hadramaut (Yaman) ini lebih dikenal masyarakat sebagai muallif kitab Maulid Simtuddurar. Kitab maulidnya banyak dibaca di berbagai penjuru Nusantara ini.

Tentang Habib Ali Al-Habsyi, ia adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan akhlaq yang mulia dan kedermawanannya. Ia wafat pada tanggal 20 Rabiul Akhir 1333 H/1915 M. Jenazahnya dikebumikan di sebelah Barat Masjid Riyadh Hadramaut.

Habib Syech Bersholawat

Salah satu puteranya, yakni Habib Alwi, hijrah ke Indonesia untuk berdakwah dan mendirikan Masjid Riyadh, yang terletak di pinggir Jl Kapten Mulyadi Pasar Kliwon Solo. Setelah wafat, perjuangan dakwahnya dilanjutkan oleh puteranya, Habib Anis, yang wafat pada tahun 2006 lalu. Habib Anis ini yang kemudian pertama kali mengadakan acara haul Habib Ali di Masjid Riyadh.

Di masjid ini pula, para anak keturunan Habib Ali, yakni Habib Anis dan Ayahnya, Habib Alwi memulai ajaran akhlaknya di Zawiyah, sebuah tempat di sisi utara masjid Ar Riyadh. Zawiyah sendiri dulu dikenal para sufi sebagai tempat menempa diri untuk menuju kesempurnaan akhlak seperti yang diajarkan Nabi Muhammad saw

Kini, meski Habib Ali telah tiada, namun kemuliaan akhlaknya seakan terus berpendaran di setiap hati para pengikutnya. Ribuan umat yang berbondong-bondong memperingati wafatnya setiap tahun, seakan membuktikan bahwa Habib Ali tetap hidup di tengah-tengah kehidupan mereka yang mendamba air kesejukannya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42869/lautan-manusia-banjiri-haul-muallif-simtudurar

Thursday, July 14, 2016

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

Pamekasan, Habib Syech BersholawatRapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XIII KSPP Syariah BMTNU Jawa Timur berlangsung di Aula STAIN Pamekasan, Sabtu (14/1). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota BMTNU yang ada di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Manajer BMTNU area Sampang dan Pamekasan Zainal Abidin menegaskan, RAT bertujuan sebagai bahan evaluasi serta pijakan dasar dalam menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)


BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

"Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengelolaan dan keuangan koperasi yang marketable dan transparan sebagaimana amanat UU Koperasi," terangnya.

Habib Syech Bersholawat

Diterangkan, karena waktu yang tidak memungkinkan jika RAT digelar di masing-masing BMTNU kecamatan, maka disiasati dengan penggabungan area Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, terpilih sebagai ketua sidang.

Ra Hasan disepakati sebagai pimpinan sidang oleh ratusan pengurus dan anggota BMTNU area cabang Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Dia merupakan delegasi BMTNU Camplong, Sampang. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Habib Syech Bersholawat

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74622/bmtnu-sampang-pamekasan-gelar-rapat-anggota-tahunan

Habib Syech Bersholawat

Thursday, July 7, 2016

Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul

Serang, Habib Syech Bersholawat. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten, pada Ramadhan tahun ini melakukan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bagi seluruh pengurus dan Cabang se-provinsi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai pemenuhan tuntutan kader yang harus dilaksanakan Pimpinan Wilayah.

Kegiatan itu untuk memperjelas arah organisasi mulai dari visi, misi, nilai dan peran-perannya; bagaimana kesalingterhubungan dan penerapannya, kata Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten Hj Miftahul Janahmelalui siaran pers yang diterima Habib Syech Bersholawat Ahad (5/7).

Menurut dia, organisasi seperti Fatayat NU tidak boleh dikelola dengan sporadis, asal kumpul dan yang penting jalan, namun harus ditangani dengan penuh tanggung jawab.

Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul (Sumber Gambar : Nu Online)


Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul

Perempuan yang akrab disapa Mbak Mifta ini menambahkan, ada tangung jawab yang lebih besar dari organisasi dan kader terhadap ketercapaian dan arah komponen-komponen di atas. Juga terdapat hubungan timbal balik antara organisasi dan kader.

Habib Syech Bersholawat

Kader memerlukan perangkat organisasi yang jelas dan tertib dan organisasi membutuhkan kader yang visioner, mau bekerja dan mengerti prinsip-prinsip dalam berorganisasi, tegasnya.

LKL Fatayat NU Banten dilaksanakan pada Rabu 1 Juli 2015/14 Ramadlan 1436 H di gedung PWNU Banten di Kota Serang. Pada kesempatan itu, hadir Ketua PWNU Banten H Makmur Masyhar. Ia menyampaikan sambutan dan membuka acara.

Habib Syech Bersholawat

Dari Pimpinan Pusat Fatayat NU, hadir Hj. Margaret Aliyatul Maimunah yang memberikan materi pengkaderan. Narasumber lain yaitu intelektual muda NU Banten, KH Subhan Mughni. Ia menyampaikan khittah nahdliyah sebagai guidance perjuangan ke-NU-an bagi seluruh kader Fatayat NU di masyarakat. Sementara Ufi Ulfiah sebagai fasilitator.

Mifta berharap, LKL ini memiliki dampak positif dalam penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas kader, berkembangnya organisasi menjadi lebih maju atau mampu berada dalam tahapan organisasi berkelanjutan.

Secara khusus, sambung dia, kegiatan ini bertujuan mereview dan merefleksi Fatayat NU Banten, meningkatkan kapasitas pengurus wilayah dan cabang dalam mengembangkan organisasi Fatayat NU di wilayah masing-masing. Serta menghimpun masukan untuk proses pengkaderan Fatayat NU di masing-masing kabupaten dan kota. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60654/organisasi-kader-tak-boleh-dikelola-asal-kumpul

Habib Syech Bersholawat

Monday, July 4, 2016

Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan

Jatiwangi, Habib Syech Bersholawat. Di sela-sela selesai menyampaiakan materi pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 2012 di Pesantren Kempek, Cirebon, dua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yakni Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Bapak H Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Menteri Negara Perumahan Rakyat H Djan Faridz menyempatkan hadir ke Persantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Sabtu (15/9/12).

Didampingi Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (PP LPNU). H Muhyidin Arubusman dan Kiai Kharismatik asal Jawa Timur Pengasuh Pesantren Bhumi Shalawat, Sidoarjo, KH Agus Ali Mashuri, kedua menteri tersebut sampai ke Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi sekira jam 16.15 Wib.

Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)


Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan

Sesampainya di Pesantren Al-Mizan, rombongan langsung menuju rumah pengasuh pesantren Al-Mizan dan disambut oleh Pegasuh Pesantren KH Maman Imanulhaq beserta para pengurus Yayasan Al-Mizan Langensari.

Habib Syech Bersholawat

Selain bersilaturrahim, rombongan juga menikmati makan sore khas rumah makan Langensari yaitu sop kikil.

Habib Syech Bersholawat

Sop kikilnya enak sekali, komentar Menteri Negara Perumahan Rakyat, Djan Faridz pada saat makan bersama dengan menteri PDT di rumah Pengasuh Pesantren Al-Mizan.

Selesai silaturrahim, kunjungan menteri dikahiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Agus Ali Mashuri dan foto bersama santri Al-Mizan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : M Zaenal Muhyidin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39774/usai-isi-materi-dua-menteri-mampir-ke-pesantren-al-mizan

Habib Syech Bersholawat

Friday, April 8, 2016

Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim

Jember, Habib Syech BersholawatEmpat kesebelasan asal Banyuwangi memborong kemenangan dalam pertandingan Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur yang berlangsung di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Kamis (1/9).

Bustanul Makmur (Banyuwangi) berhasil mengatasi perlawanan Barozain FC (Probolinggo) dengan skor 5-3 melalui adu tendangan penalti. Demikian juga Alqodiriyah FC (Banyuwangi) sukses membungkam kengototan Al-Khoiriyah Al-Islamiyah (Probolinggo), lagi-lagi lewat adu tendangan penalti dengan skor 5-3.

Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim

Sedangkan kesebelasan Mambaul Huda FC (Banyuwangi) tak kesulitan menggulung Punakawan FC (Lumajang) dengan angka meyakinkan, 2-0. Dua gol tersebut dicetak di babak pertama. Kendati di babak kedua, Punakawan berusaha bangkit untuk mengurangi defisit gol, namun hingga wasit meniup pluit panjang, skor tak berubah.

Pertandingan yang sengit dan menarik justru terjadi antara Persatuan Sepakbola Genggong (Probolinggo) versus Darussalam Blok Agung FC (Banyuwangi). Begitu pluit dibunyikan, Darussalam langsung mengambil inisiatif serangan. Maklum, Darussalam adalah tuan rumah yang tentu mendapat dukungan dari para santri dan para pengurus serta kiai. Namun keasyikan menyerang, justru gawang Darussalam kebobolan lebih dulu di babak pertama. Namun usai jeda, Darussalam berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan tipis 2-1.

Habib Syech Bersholawat

Pertandingan kemarin adalah hari pertama pergelaran LSN 2016 Region V Jawa Timur. Santri dan masyarakat cukup antusias menyaksikan laga-laga tesebut. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan sejumlah pengurus NU juga hadir dalam pembukaan LSN 2016 Regional V Jawa Timur tersebut. Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Ahmad Hisyam Syafaat juga tampak hadir di deret depan undangan VIP.

Habib Syech Bersholawat

Kami bersyukur Liga Santri mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, ujar ketua pantia, Saifuddin kepada Habib Syech Bersholawat melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70917/kesebelasan-asal-banyuwangi-borong-kemenangan-lsn-region-v-jatim

Habib Syech Bersholawat

Friday, March 4, 2016

Karomah Buya Hamka: Ketika Wafat, Jarinya Masih Bergerak Dzikir

Habib Syech Bersholawat - Siapa menyangka bahwa ketua MUI pertama ini pernah berbaiat/mengambil talqin dzikir kepada Abah Anom, Mursyid Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyyah, Suryalaya.

Sebab awal Buya Hamka masuk TQN adalah ketika pulang dari Mekkah. Kemudian ia datang ke Pondok Persantren Suryalaya (PPS) yang menurut penjelasannya "mendapat petunjuk Baginda Nabi Muhammad SAW".

Karomah Buya Hamka: Ketika Wafat, Jarinya Masih Bergerak Dzikir - Habib Syech Bersholawat
Karomah Buya Hamka: Ketika Wafat, Jarinya Masih Bergerak Dzikir - Habib Syech Bersholawat


Karomah Buya Hamka: Ketika Wafat, Jarinya Masih Bergerak Dzikir

Dalam petunjuk itu, ia diminta agar menjumpai seorang hamba Allah yang ikhlas. Ketika di Suryalaya, didapatinya seorang mursyid yang sangat bersahaja: tidak berjubah, tidak bersurban, dan tidak berjenggot, sebagaimana yang ada umumnya. Demikian juga para santrinya yang sederhana.

Ada cerita menarik mengenai pesan Abah Anom kepada Hamka. Ceritanya: Setelah berada di Suryalaya untuk beberapa waktu, sampailah masa perpisahan. Dan ketika Buya Hamka hendak berpamitan pulang, Pangersa Abah memeluknya dan berkata:

“Ucapan jutaan terima kasih atas banyak ilmu yang telah dicurahkan, tetapi Abah mohon agar Buya mau mengatakan kepada Abah, bagaimana mengamalkan semuanya (ilmu yang disampaikan oleh Buya) itu. Abah sendiri juga tidak mampu, apalagi para santri. Mohon ditunjuki ya, Buya“, demikian kurang lebih kata Pangersa Abah.

Ketika itu juga Buya Hamka tersadar, sehingga dia menangis terisak-isak dan berlutut di hadapan Pangersa Abah. Buya sadar, ilmu yang banyak tidaklah berguna bila tidak diamalkan. Kemudian Buya malah minta ditunjukkan sebaik-baik amalan, sehingga akhirnya ditalqinkan kalimat yang agung: La ilaha illa Allah.

Ketika Buya Hamka berkunjungan ke Singapura pada tahun 1981, ceramah di Masjid Muhajirin, masih teringat jelas kata-katanya dan penjelasannya yang menunjukkan beliau sudah berbaiát kepada Abah Anom. Dalam ceramahnya itu, beliau berkata:

“Dalam berzikir kepada Allah ada kaifiyatnya, kemana dipalingkan kepalanya, dari bawah dahulu kemudian ke atas, lalu ke kanan dan kemudian ke kiri. Bukan sembarangan mengeleng ketika lafaz nafi, meng ‘iya’ ketika lafaz isbat..,.".

Masih dari pembahasan yang sama, mantan Ketua Umum Fatayat NU yaitu Sri Mulyati menuturkan, Buya Hamka sendiri pernah berujar di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya bahwa dirinya bukanlah Hamka, tetapi Hampa.

Katanya lagi: “Saya tahu sejarahnya, saya tahu tokoh-tokohnya, tetapi saya tidak termasuk di dalamnya, karena itu saya mau masuk’’. Akhirnya ia masuk TQN, karena mungkin haus spiritual. Buya Hamka berkata: “Di antara makhluk dan kholik itu ada perjalanan yang harus kita tempuh. Inilah yang kita katakan thoriqoh.”

Di gambar tersebut terlihat jelas bahwa Abah Anom sedang memberikan sebuah tongkat dan jubah kebesaran untuk Buya Hamka.

Selanjutnya, sebelum akhir hayat, Buya Hamka sempat berkunjung secara khusus kepada Pangersa Abah. Maka, seminggu sebelum “masa” itu tiba, Pangersa telah memberikan pesan sebelum Buya pulang ke rumah, yaitu untuk menyelesaikan segara urusan wasiat kepada keluarga, dan kemudian agar memfokuskan pada tawajjuh dengan sepenuh hati, agar baik dan mulia di saat kembali kepada-Nya. Bahkan Pangersa Abah menyatakan, bahwa “masa” itu terjadi setelah shalat Jumat.

Subhanallah. Benar saja. Tepat setelah sholat Jumat, Buya Hamka kembali ke rahmatullah, dengan akhir kalamnya, yaitu kalimat ikhlas (laa ilaaha illallah). Terdapat keganjilan, di mana jari telunjuk kanan masih bergerak-gerak (sedang berdzikir khofi), sementara dokter telah menginformasikan kematiannya.

Ketika dilaporkan kepada Pangersa Abah, Abah kemudian memberi pesan yang dibawa seorang wakil. Wakil Pangersa Abah tersebut setelah sampai di tempat jenazah Buya Hamka, mengatakan: “Sudah sudah.., ruhmu sudah kembali.., dan jasadmu harus tenang. Jangan mencari adat”. Maka berhentilah jari itu dari mengikuti gerakan dzikir. Sungguh merupakan kematian yang sangat indah.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga bahwa hubungan antara murid dan guru tak akan terikat kecuali adanya hubungan batin di antara mereka. Orang yang mempunyai banyak ilmu, namun tak diamalkan sama saja dia tak memiliki apa-apa, karena ilmu tanpa diamal ibarat pohon yang tak berbuah.

Maka benar perkataan al-Ghazali: "Ilmu tanpa amal, gila dan amal tanpa ilmu, sia-sia.” Oleh karenanya, salah satu cara untuk mengamalkan ilmu kita adalah dengan mengikuti thariqat. Sebab ini sebagai bukti pengaplikasian atas ilmu-ilmu yang telah kita miliki, yang mana di dalam thariqat itu senantiasa menekankan kedekatan hubungan antara hamba dengan Tuhannya. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/karomah-buya-hamka-ketika-wafat-jarinya-masih-dzikir.html

Saturday, January 9, 2016

STAI Al-Anwar Rembang Menuju Juara Umum Porseni Se-Jateng

Rembang, Habib Syech Bersholawat. Sebanyak 24 kontingen dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang mengikuti perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan se-Jawa Tengah yang diselenggakan 26 hingga 28 Agustus 2016 di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Muhammad Afif, bagian urusan teknis tim STAI Al-Anwar Sarang mengatakan, dari 24 kontingen yang diturunkan ada 7 cabang lomba yang diikuti, yaitu futsal, bulutangkis (tunggal dan ganda putra-putri), tenis meja (tunggal dan ganda putra-putri), catur (putra-putri), debat ilmiah, MTQ dan MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub).

STAI Al-Anwar Rembang Menuju Juara Umum Porseni Se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Al-Anwar Rembang Menuju Juara Umum Porseni Se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)


STAI Al-Anwar Rembang Menuju Juara Umum Porseni Se-Jateng

Sementara ini kampus yang digawangi oleh Dr KH Abdul Ghofur Maimoen, putra dari KH Maimoen Zubair (Mustasyar PBNU) ini telah berhasil meraih 3 emas dan 1 perak. Jumlah ini imbang dengan capaian tuan rumah, Unwahas, yang mendapat 3 emas.

Habib Syech Bersholawat

Mendali tersebut diraih oleh tim STAI Al-Anwar, antara lain Amel Saadah (cabang catur putri), Wail Muklis (MQK putra), Umairul Habib (cabang bulu tangkis tunggal putra). Sedangkan 1 perak didapat oleh Anisatul Khoiriyah dari cabang MQK putri.

"Dari hasil ini, sangat memungkinkan kontingen STAI AL-Anwar merebut juara umum pada kejuaraan kali ini. Tiga emas dan satu perak ini imbang dengan tuan rumah Unwahas. Dan nanti malam (Sabtu malam) akan berlangsung lomba debat ilmiah yang dapat menentukan siapa yang mendapat juara umum," terangnya kepada Habib Syech Bersholawat saat dihubungi via telepon, Sabtu (27/8) malam.

Dalam Porseni Perguruan Tinggi Keagaaman kali ini diikuti sebanyak 39 Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Tengah. Diantaranya dua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) yang berada di Kabupaten Rembang. Yakni STAI Al-Anwar dan STAI Al-Kamal Sarang Rembang.

Habib Syech Bersholawat

Pihaknya mengatakan, bahwa ini merupakan buah hasil dari semua elemen. Sehingga sampai saat ini STAI Al-Anwar berhasil memperoleh 3 emas dan 1 perak. Sehingga masih besar kemungkinan untuk mendapatkan juara umum pada kejuaaran ini.

"Di STAI Al-Anwar tidak hanya meningkatkan kualitas akademiknya saja, tetapi juga skill lain, baik olahraga maupun keahlian yang lainnya. Ini wujud dari semangat dan kerjasama semua elemen" ujar Pembantu Ketua 3 STAI Al-Anwar tersebut. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70780/stai-al-anwar-rembang-menuju-juara-umum-porseni-se-jateng

Habib Syech Bersholawat

Sunday, January 3, 2016

Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri

Kementerian Agama membuka pendaftaran beasiswa biaya hidup bagi para siswa madrasah untuk mengenyam pendidikan S-1 pada berbagai perguruan tinggi di luar negeri..

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, proses pendaftaran beasiswa ini akan dilaksanakan secara online melalui website resmi Direktorat Pendidikan Madrasah (http://madrasah.kemenag.go.id) mulai 1 15 Mei mendatang.

Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)


Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri

Melalui web diharapkan pendaftaran bisa diakses seluruh lapisan masyarakat dalam rangka transparansi seleksi serta keterbukaan informasi publik, kata Nur Kholis Setiawan, pada laman kemenag.go.id, Rabu (27/4).

Habib Syech Bersholawat

Menurut Nur Kholis, proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap seleksi dokumen dan seleksi wawancara. Peserta yang akan mengikuti seleksi beasiswa ini, harus melengkapi sejumlah dokumen, antara lain: legalisir Ijazah atau Rapor kelas X-XII, Surat keterangan lulus (bagi lulusan tahun 2016) atau Surat pengantar (bagi lulusan tahun 2015), Letter of Acceptence (LoA) Unconditioal/Conditional dari kampus LN tahun akademik 2016/2017.

Habib Syech Bersholawat

Selain itu, calon peserta juga harus menyertakan surat jaminan beasiswa bebas SPP (tuition fee) dari kampus LN, dan Surat Kelakuan Baik/Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Calon peserta juga harus membuat beberapa surat pernyataan yang dibuat secara pribadi sebagaimana tercantum dalam persyaratan umum yang bisa diakses di website Direktorat Pendidikan Madrasah.

Setelah melakukan pendaftaran secara online, semua dokumen/berkas yang sudah dilengkapi harus dikirim paling lambat 20 Mei 2016 ke Subdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Lt. 6 Jakarta Pusat 10710 untuk dilakukan verifikasi.

Peserta yang lolos dalam verifikasi seleksi dokumen, akan diikutkan dalam tahap wawancara. Jadi, tidak ada ujian tulis. Peserta yang akan diwawancara murni berdasarkan kelengkapan dokumen yang dikirimkan, tegas alumni Pesantren Tebuireng ini.

Adapun pilihan perguruan tinggi yang akan dijadikan tempat studi adalah kampus-kampus yang terakreditasi di luar negeri di Asia, Amerika, Eropa dan Timur Tengah. Yang patut di-warning bagi calon penerima beasiswa ini adalah bahwa ia hanya menerima living cost allowance (biaya hidup bulanan) di kampus selama 4 (empat) tahun, papar M. Nur Kholis.(Red-Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67683/dibuka-1-mei-inilah-syarat-dapat-beasiswa-s1-ke-luar-negeri

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock