Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU

Blitar, Habib Syech Bersholawat. Lailatul Ijtima yang diselenggarakan MWCNU Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu malam (27/7) berlangsung beda dengan kegiatan serupa sebelumnya. Setelah istighotsah yang dipimpin oleh KH Dimyati Zaini, biasanya langsung taushiyah, tapi tadi malam tidak.

Taushiyah pada kegiatan yang dirangkai Halal bihalal tersebut diganti dengan paparan napak tilas sejarah para pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama. Para pendiri tersebut mulai dari KH Hasyim Asyary, KH Bisri Sansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Asnawi, KH Ridwan. Tidak ketinggalan juga sejarah pengurus PWNU Jawa Timur.

Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Cikut Paparkan Sejarah Islam dan Tokoh NU

Uraian sejarah disampaikan oleh Musytasar MWCNU Udanawu KH Syaikuddin Rohman. Menurut Kiai Cikut, panggilan akrabnya, perjalanan dakwah Islam mulai dari Nabi Muhammad SAW dan sahabat Nabi hingga Wali Songo berlangsung sekitar 7 abad (700 tahun). Sementara dakwah dari Wali Songo hingga NU berdiri dan saat ini, juga sekitar 7abad (700 tahun) lamanya.

Jadi perjalanan agama Islam mulai Nabi Muhammad SAW hingga sampai ke kita semua ini sekitar 14 abad atau 1400 tahun. Sedangkan NU umurnya hingga saat ini hampir seabad, ungkap Kiai Cikut.

Habib Syech Bersholawat

Cerita Kiai Syaikuddin Rohman tentang tokoh-tokoh ulama NU ini sangat menarik para hadirin peserta lailatul ijtima yang terdiri para pengurus ranting se-Udanawu, Muslimat NU, Ansor dan Fatayat NU. Karena, kiai Cikut tidak hanya bercerita saja. Namun didukung dan dilengkapi dengan audio visual gambar-gambar para kiai dan ulama melalui proyektor. Sehingga menambah gayeng cerita yang dipaparkan. Ini gambar Hadrotussyekh KH Hasyim Asyari. Mbah Hasyim ini kakeknya Gus Dur, ungkap Kiai Cikut.

Habib Syech Bersholawat

Ini, lanjutnya, gambar KH Bisri Sansuri. Ini juga kakeknya Gus Dur. Kalau Mbah Hasyim itu kakek dari ayahnya Gus Dur. Mbah Bisri ini kakek dari ibu Gus Dur karena Mbah Hasyim dari Tebuireng dan Mbah Bisri dari Denanyar besanan, jelas Kiai Cikut.

Ia menambahkan, dengan menunjuk foto KH Wahab Hasbulloh. Menurut Kiai Cikut, Kiai Wahab ini adalah kinasih Kiai Hasyim sebab kepandaiannya. Karena Kiai Wahab orangnya alim, cerdik dan pandai, zaman Bung Karno dia diajak kemana-mana.

Mbah Wahab ini orang kecil, tapi semangat berdakwahnya luar biasa. Pernah beliau dalam kondisi sakit tidak bisa berjalan diundang ke Pondok Lirboyo.Karena tidak bisa berjalan, maka beliau dibopong untuk naik ke panggung. Ajaibnya, meski sakit, di atas podium beliau tetap lantang dalam berceramah, ungkapnya.

Semua tokoh NU Jawa Timur juga dipaparkan oleh Kiai Cikut sehingga yang hadir pada acara bulanan NU Udanawu itu gamblang.

Semoga kita para pengurus NU ini bisa meneladani model dakwah dan berjuangnya mulai Nabi Muhammad SAW hingga para pejuang NU tadi. Dan kita dapat barokah dari paparan ini, tutupnya. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70026/kiai-cikut-paparkan-sejarah-islam-dan-tokoh-nu

Habib Syech Bersholawat

Thursday, October 29, 2015

Gus Dur dalam Kisah dan Ramalan Ahok Basuki

Habib Syech Bersholawat -Sembilan tahun lalu, paruh pertama tahun 2007, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendoakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur. Ketika itu, jalan terjal sedang menghadang Ahok. Tepat ketika ia maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung berpasangan dengan Dr. Ir Eko Cahyono. Pada awalnya, dalam perhitungan suara sementara, 22 Februari 2007, Ahok melesat jauh meninggalkan pesaingnya. Namun, di tikungan terakhir, konon ia dicurangi lawan politiknya.

Gus Dur dalam Kisah dan Ramalan Ahok Basuki
Gus Dur dalam Kisah dan Ramalan Ahok Basuki


Ahok tidak terima, ia mengadu ke Mahkamah Agung (MA). Usahanya buntu, Ahok gagal jadi Gubernur Bangka Belitung. Pada waktu itu, Gus Dur dengan gigih membela Ahok. Gus Dur bahkan ikut kampanye dan mendukung Ahok dalam proses akhir penyelesaian di pengadilan. Ketika Ahok hampir putus asa, Gus Dur mendoakan Ahok jadi gubernur, bahkan presiden.

Dukungan Gus Dur ini menjadi kisah menarik, karena belum banyak warga Tionghoa yang maju sebagai politisi dan kepala daerah. Meski Ahok tidak berhasil menjadi Gubernur Bangka Belitung, akan tetapi ia selalu ingat petuah dari Gus Dur. Menurut Ahok, Gus Dur pernah meramalkan dirinya akan menjadi Gubenur bahkan pemimpin bangsa.

“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi Gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa!” ungkap Ahok menirukan perkataan Gus Dur. Ahok mengulang ucapan ini, dalam testimoni pada Haul ke-4 Gus Dur di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Desember 2013.

Nyatanya, Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Dua tahun kemudian, Jokowi terpilih sebagai presiden pada pemilu 2014, berpasangan dengan Wapres Jusuf Kalla (JK). Ahok yang sebelumnya menjadi Wakil Gubernur, ditetapkan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kenapa Dukung Ahok?

Dukungan Gus Dur terhadap kelompok minoritas tidak hanya berhenti pada perbicangan dan wilayah konseptual semata. Untuk mendukung warga Tionghoa agar mendapat hak politiknya, Gus Dur ‘turun gunung’ melakukan pembelaan. Ketika menjabat sebagai presiden, Gus Dur menerapkan kebijakan menghapus diskriminasi orang Tionghoa mencabut Inpres No 14/1967 dan meneken Keppres No 6 Tahun 2001. Intinya, Gus Dur menjadikan warga Tionghoa mendapatkan hak politik dan sosialnya. Orang-orang Tionghoa Indonesia sangat berterima kasih pada Gus Dur, dengan menyebutnya sebagai “Bapak Tionghoa Indonesia”.

Dukungan Gus Dur terhadap Ahok merupakan konsekuensi dari sikap konsisten Gus Dur dalam membela minoritas. Ahok juga sangat berterima kasih kepada Gus Dur, karena dukungan Gus Dur tidak hanya dimaknai sebagai dukungan politik, namun juga dukungan moral untuk memberi ruang bagi kaum minoritas tampil sebagai eksekutif di wilayah politik. Gus Dur lah yang mendukung Ahok agar terus berjuang sebagai politisi, yang mampu memberikan kontribusi positif bagi warga negeri ini. Dukungan Gus Dur kepada Ahok bukan tanpa alasan.

Pada orasi kampanye di Bangka Belitung, Gus Dur menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus siap menjadi bangsa yang besar, dengan memberi ruang pada minoritas. Gus Dur menekankan bahwa mendukung Ahok karena cinta.

Gus Dur menyitir ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia berupa laki-laki dan perempuan, untuk berpasang-pasangan. Juga, dengan berbangsa dan suku bangsa, agar saling mengetahui, saling mengenal. Kalau sudah mengenal, akan menjadi cinta. “Kenapa memilih Ahok? Karena cinta! Kita semua akan memilih Ahok karena cinta,” ungkap Gus Dur.

Selain itu, Gus Dur memperjuangkan minoritas karena cita-cita kebangsaan. Inilah nilai-nilai keindonesia yang menjadi prinsip dasar, sebagai pencarian harmoni. Sejauh yang dipahami Gus Dur, yang paling Indonesia diantara semua nilai yang diikuti oleh warga bangsa ini adalah pencarian tak berkesudahan akan sebuah perubahan sosial tanpa memutuskan sama sekali ikatan dengan masa lampau.

“Kita dapat menamainya sebagai pencarian harmoni, walaupun dengan begitu bersikap tidak adil pada pencarian besar dengan peranan dinamisnya dalam pengembangan cara hidup bangsa dan menyalurkannnya ke jalan baru tanpa menghancurkan jalan lama, semuanya dalam proses yang berurutan” (Abdurrahman Wahid, 2007: 163).

Pernah suatu kali, ketika sedang berkompetisi sebagai calon Gubernur Bangka, tim sukses Ahok menyarankan agar dia berpindah agama menjadi mualaf. Namun, Gus Dur mengatakan sebaliknya. “Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” ungkap Ahok, sebagaimana arsip media (Kompas, 29/12/2013).

Selain itu, ungkapan-ungkapan Gus Dur juga memotivasi Ahok untuk konsisten dalam melayani kepentingan rakyat, meski banyak kritik dan penolakan dari mereka yang berpandangan sempit. Hal ini terjadi ketika Ahok ditolak masuk ke sebuah mesjid di Jakarta.

“Kalo kata Gus Dur, orang yang menolak itu adalah orang yang pengalaman Islamnya sempit. ‘Udah biaran saja, nggak ngerti mereka. Jadi banyak orang nggak ngerti ajaran sebetulnya. Karena Islam itu kan rahmatan lil ‘alamin, rahmat buat seluruh ummat,” ungkap Ahok menirukan petuah Gus Dur.

Visi Gus Dur, Misi Ahok? Kini, menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017, karir politik Ahok sedang dipertaruhkan. Ia nekad memilih jalur perseorangan dengan menggandeng Heru Budi Hartono (Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta). Relawan Teman Ahok dengan gigih mendukung pasangan ini, dengan menggalang simpati dan mengumpulan KTP.

Menjelang 2017, Ahok sedang dalam pertaruhan politik. Beberapa parpol masih dalam perhitungan antara mendukung Ahok atau mengusung calon lain.

Sebagai murid Gus Dur, masihkan Ahok memperjuangkan gagasan-gagasan Sang Kiai? Jika menganggap dirinya sebagai murid Gus Dur, masihkan Ahok meneruskan perjuangan Gus Dur yang belum tuntas? Bagaimana ramalan Gus Dur tentang Ahok sebagai Presiden? Saya kira, kelak, sejarah yang akan menjawabnya.

Munawir Aziz, peneliti dan editor penerbitan. Alumnus Pascasarjana UGM. Bisa ditemui di @MunawirAziz

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/gus-dur-dalam-kisah-dan-ramalan-ahok-basuki.html

Thursday, October 15, 2015

Soal Tenaga Kerja Cina, PBNU Minta Pemerintah Harus Sensitif

Habib Syech Bersholawat - Beredarnya kabar tentang masuknya tenaga kerja dari Cina ke Indonesia yang gajinya lebih tinggi dari buruh lokal, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta kepada pemerintah agar memperhatikan hal-hal mendasar sebelum mempekerjakan tenaga kerja asing.

Soal Tenaga Kerja Cina, PBNU Minta Pemerintah Harus Sensitif
Soal Tenaga Kerja Cina, PBNU Minta Pemerintah Harus Sensitif


Baca juga: Tenaga Kerja Tiongkok dan Nasib Tenaga Kerja Kita

Bulan Agustus lalu, Polisi berhasil menangkap 70 kerja tenaga asing illegal dari China dalam proyek pembangunan pabrik semen di Pulo Ampel, Serang. Perbandingan komposisi tenaga kerja asing yang jumlahnya 70 persen dalam proyek tersebut membuat PBNU meminta pemerintah harus sensitif menjaga perasaan rakyat.

Apalagi kenyataan membuktikan bahwa gaji pekerja asing ternyata lebih mahal dari pekerja lokal. Mereka digaji 15 juta perbulan, sementara pekerja lokal diberi upah 2 juta, "prakteknya tidak mengajak rakyat sebagai mitra, dalam hal ini sebagai pekerja," demikian keterangan dalam surat yang ditandatangani oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj dan Sekjen Helmy Faishal tersebut Selasa (20/12/2016).

Selanjutnya, PBNU menyarankan agar pemerintah memperkuat negosiasi kesepakatan kerjasama dalam paket investasi. Hal itu amat penting dilakukan mengingat tingkat perekonomian Indonesia yang merosot jauh, "kegiatan ekspor berkurang, daya beli masyarakat menurun dan harga pasar semakin tinggi," lanjut keterangan rilis bernomor 1128/A.II.03./12/2016.

PBNU juga meminta kepada pemerintah untuk lebih aktif membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Sebab, pengangguran di Indoensia kini sudah sangat memprihatinkan, angkanya mencapai 7,02 juta orang. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/soal-tenaga-kerja-cina-pbnu-minta-pemerintah-harus-sensitif.html

Tuesday, March 3, 2015

Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Keberadaan situs-situs radikal dengan menyajikan konten yang membahayakan kedaulatan bangsa dan negara dengan menyebarkan aksi-aksi kekerasan mengatasnamakan agama, mengarah pada gerakan terorisme, dan mendukung keberadaan ISIS harus ditindak tegas oleh pemerintah, misalnya dengan cara memblokirnya.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj di Kantor Redaksi Habib Syech Bersholawat usai menerima tamu dari Kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) di ruang rapat PBNU lantai 5, Kamis (26/3).

Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal

Tentang keberadaan situs-situs radikal yang mengancam eksistensi NKRI, itu tugas pemerintah untuk mengawasi dan menindak tegas, jelasnya didampingi Rais Syuriah PBNU, KH Saifuddin Amsir.

Kang Said juga mejelaskan, peran NU sangat jelas, ada bom atau tidak ada bom, ada ISIS atau tidak ada ISIS, dan ada teroris atau tidak ada teroris, pihaknya terus menyiarkan Islam damai, toleran, dan Islam ramah kepada seluruh bangsa Indonesia, bahkan untuk dunia.

Habib Syech Bersholawat

Kalau syiar melalui dunia maya, jelas kita punya Habib Syech Bersholawat, situs resmi NU, menyebarkan Islam ramah di tengah situs-situs radikal, kita bagian mencegah lewat ikhtiar tersebut, kalau bagian pemerintah, ya menindak, terangnya menjawab pertanyaan para jurnalis yang ikut menyambangi Kantor Redaksi Habib Syech Bersholawat.

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi-informasi yang menyesatkan, apalagi terhadap situs-situs yang sering menebar teror dan berita-berita radikalisme. (Fathoni)

Habib Syech Bersholawat

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58430/kiai-said-pemerintah-harus-tegas-terhadap-situs-situs-radikal

Habib Syech Bersholawat

Thursday, October 9, 2014

Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan

Jombang, Habib Syech Bersholawat. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid menilai, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah dan masyarakat luas. Hal itu diungkapkan Gus Sholah saat meresmikan berdirinya Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), di Tebuireng, Sabtu (18/3).

Yayasan yang didirikan oleh belasan tokoh pesantren lintas ormas, cendekiawan lintas kampus, dan beberapa pengusaha muslim tersebut dimaksudkan untuk menguatkan peran pesantren dalam tiga ranah. Yaitu, pesantren sebagai benteng pembangunan karakter, pembangunan ekonomi umat, dan salah satu pilar kekuatan kepemimpinan bangsa.

Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan

Dalam sambutannya, Gus Sholah yang ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pembina YP3I mengulas peran pesantren dan ulama dalam sejarah perjalanan bangsa. "Kalau tidak ada kiai dan pesantren, maka patriotisme warga Nusantara --yang kemudian menjadi bangsa Indonesia-- akan hancur berantakan," ungkap Gus Sholah mengutip catatan Douwes Dekker.

Menurut Gus Sholah, harus diakui bahwa kalangan di luar pesantren adalah kelompok yang mulai menumbuhkan rasa kebangsaan dalam Kongres Pemuda II pada 1928. "(Tapi) nasionalisme yang mereka usung adalah nasionalisme yang tidak memberi tempat memadai bagi sesuatu yang berbau keislaman," ujarnya di hadapan ratusan kiai yang memenuhi Aula H. Bachir Pesantren Tebuireng.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini kemudian mengulas upaya-upaya peminggiran Islam dalam catatan sejarah. "Dalam buku berjudul The Idea of Indonesia, A History karya RE Elson, tidak ada tempat bagi Islam. Nama KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan H Agus Salim tidak tertulis dalam buku itu. Buku karya Ricklefs juga bernada sama. Yang tertulis hanya nama HOS Tjokroaminoto," tandasnya

Pada saat itu, imbuh Gus Sholah, pandangan kalangan luar terhadap pesantren dapat disimpulkan dari pidato Bung Karno saat mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari IAIN Ciputat pada 1964. Dalam pidato tanpa teks, Bung Karno mengkritik pesantren dengan menyebutnya sebagai gudang besar yang tidak punya pintu dan jendela, sehingga terasa pengap dan apek.

Terhadap penilaian tersebut, Gus Sholah lalu mengutip pendapat Menteri Agama saat itu. "Menurut KH Saifuddin Zuhri (Menag saat itu), yang menganggap bahwa pesantren tidak punya jendela dan pintu adalah mereka yang tidak tahu di mana letak pintu dan jendela (pesantren) itu," tegasnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Terkait tantangan ke depan, Gus Sholah melihat bahwa potensi pesantren dalam pendidikan amat besar, tetapi belum termanfaatkan dengan baik. "Ada potensi lain yang bisa dimanfaatkan tapi hampir belum tersentuh, yaitu dalam aspek ekonomi. Inilah salah satu potensi yang akan menjadi bidang garapan dari YP3I dan pihak lain," tandas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Potensi lain yang dimiliki pesantren adalah ajaran wasatiyah (moderatisme) yang diajarkan sejak awal penyebaran Islam di wilayah nusantara. "Islam rahmatan lil alamin yang membuat Islam dan paham kebangsaan (Indonesia) bisa terpadu dan tidak memicu konflik, seperti di banyak negara Timur Tengah," tandasnya.

Di akhir pidatonya, Gus Sholah menyoroti hubungan Islam dan negara yang mulai terganggu sejak 2016. Baik karena kasus Al-Maidah maupun adanya anggapan bahwa pemerintah memberi angin kepada keluarga PKI dan yang dianggap. "Muncul anggapan, kalau tidak memilih kepala daerah (dan mungkin kepala negara) nonmuslim, maka keindonesiaan, kebinekaan dan kepancasilaan kita diragukan," pungkasnya.

Selain diisi orasi Gus Sholah, deklarasi YP3I juga dimeriahkan dengan seminar yang dihadiri oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Haddad dan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam. Juga pameran produk unggulan dari berbagai pesantren di Indonesia.

Beberapa kiai dan cendekiawan terkemuka yang tampak hadir antara lain Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Sholeh Qosim, Imam Besar Masjid Al-Akbar KH Ahmad Zahro, pengurus Masjid Istiqlal KH Muzammil Basuni, Pengasuh Pesantren Darunnajah Jakarta Shofwan Manaf dan Rektor Universitas Darussalam Gontor KH Fathullah Amal Zarkasyi. Juga, Ketua Umum YP3I Marzuki Alie dan Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76274/gus-sholah-tanpa-kiai-dan-pesantren-indonesia-hancur-berantakan

Habib Syech Bersholawat

Thursday, June 5, 2014

Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU menggelar Peringatan ke-500 Sunan Kalijaga pada Rabu-Jumat, 12-14 April 2017. Ketua panitia pelaksana M Jadul Maula mengungkapkan acara diawali dengan ajang Silaturrahim Budayawan LESBUMI NU dari tingkat PC dan PW.

Silaturahim dilangsungkan di Pondok Pesantren Kaliopak, Jl. Wonosari km 11, Klenggotan RT 04 Srimulyo Piyungan Bantul, Yogyakarta. Silaturahim ini juga dalam rangka menyelaraskan kinerja berorganisasi dan juga mensosialisasikan, saling urun rembug tentang implementasi nyata strategi kebudayaan Lesbumi PBNU sebagai hasil Rakernas tahun lalu yang di beri nama SAPTAWIKRAMA, ungkap Kiai Jadul, Selasa (11/4).

Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)


Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta

Pengasuh Pesantren Kaliopak dan sekaligus Wakil Ketua Lesbumi PBNU ini menambahkan gerakan budaya yang dilakukan elemen Lesbumi di daerah masing-masing diharapkan menjadi masukan bersama dan dikonsolidasikan dalam diskusi, dialog dan urun rembug, sehingga lebih terlihat benang merah pergerakan seni budaya Lesbumi.

Habib Syech Bersholawat

Strategi budaya Lesbumi PBNU yang dikenal sebagai Al-Qoid As-Sabah atau SAPTAWIKRAMA nantinya akan disosialisasikan lebih luas ke seluruh jaringan Lesbumi di tingkat PW/PC pada khususnya, dan nahdlyin pada umumnya, lanjut Kiai Jadul.

Selain silaturahim, kegiatan yang bekerjasama dengan PWNU DI Yogyakarta dan Universitas Nahldatul Ulama (UNU) Yogyakarta, dirangkai dengan mujahadah dan khataman Al-Quran, seminar nasional, workshop upacara adat desa, gelar ragam seni tradisi dan kontemporer.

Habib Syech Bersholawat

Selain itu juga akan dilakukan pengobatan tradisional, bazaar sembako murah, pagelaran wayang kulit, lomba quote instagram dan penulisan esai, melukis sketsa bersama, orasi Kebudayaan, serta tausiyah kebangsaan.

Kegiatan-kegiatan tersebut menempati lokasi di Pesantren Budaya Kaliopak dan Kompleks UNU Yogyakarta.

Kiai Jadul menyebut peringatan hari lahir Sunan Kalijaga menjadi penting karena Sunan Kalijaga yang mempunyai nama asli Raden Sahid termasuk figur penting dalam sejarah pembentukan karakter arif umat Islam Nusantara, khususnya di Tanah Jawa, yang berwajah budaya, liat-lentur, toleran, berkeadilan, dan berkeseimbangan.

Sebagai anggota dari Walisongo, Sunan Kalijaga adalah arsitek budaya Islam Jawi (Nusantara), dan peletak dasar ideologi pendirian Kesultanan Mataram. Tidak hanya itu, beliau adalah tokoh terpenting lintas-generasi yang menjaga proses krusial transisi kerajaan-kerajaan nusantara: Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram (Islam), tegas Kiai Jadul.

Di samping itu, tumbuh sebagai tokoh ruhani yang mumpuni, Sunan Kalijaga adalah juga seniman dengan penguasaan khazanah budaya yang mendalam, dan memiliki proyeksi politik kebudayaan yang berkarakter. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76940/lesbumi-gelar-peringatan-500-tahun-sunan-kalijaga-di-yogyakarta

Thursday, April 10, 2014

Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia

Beijing, Habib Syech BersholawatPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memenuhi undangan dari Komunitas Muslim Tiongkok. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama rombongan disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok Wung Zuoan di kantornya di Beijing, Rabu (20/4)

Wung Zuoan mengaku sangat tertarik dengan Islam di Indonesia khususnya NU. "Kami salut dengan perkembangan Islam di Indonesia yang dikenal sebagai Islam yang ramah, toleran dan moderat. Tentunya NU sebagai ormas Islam terbesar mempunyai peranan yang sangat penting. Kami sangat tertarik untuk belajar dari Islam di Indonesia dan juga kepada NU," pungkasnya.

Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia

"Hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia yang telah lama bersentuhan diawali ketika datangnya Laksamana Cheng Ho ke Nusantara dengan membawa pasukan Muslim, yang kemudian membangun kota Semarang," kata Kang Said, sapaan akrab ketum PBNU.

Habib Syech Bersholawat

PBNU mendorong agama Islam dapat berkembang pesat di Tiongkok. Menurutnya, ada persamaan pandangan antara Indonesia dan Tiongkok bahwa Islam agama yang damai, model Islam seperti ini yang harus dijaga dan dilestarikan.

Habib Syech Bersholawat

Kang Said juga menyinggung soal munculnya ekstremisme. Fenomena tersebut, katanya, menyebar ke mana-mana dan mesti diwaspadai seberapa pun kecilnya. Dan salah satu cara agar Islam tetap moderat dan tidak ekstrim adalah dengan jalan pendidikan," jelas Kang Said

KH Said Aqil Siroj juga berharap konflik berdarah yang terjadi di Irak, Suriah, dan Yaman tidak sampai merembet ke Indonesia dan Tiongkok. Ia berdoa agar kerusuhan itu segera berakhir. Mungkin kita merasa perlu adanya tukar menukar pandangan seperti ini, untuk menyamakan persepsi, demi terwujudnya Islam yang damai, moderat, toleran, antiradikalisme dan terorisme," tuturnya

Dalam kesempatan ini PBNU mengundang ulama Tiongkok untuk hadir dalam acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diinisiasi PBNU. Forum internasional ini akan diadakan 5-9 Mei 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Rencananya, acara tersebut akan dihadiri oleh sekitar 100 pemimpin negara dan organisasi Islam dari seluruh dunia serta para pengurus NU dari tingkat wilayah. (Junaidi/Mahbib)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67479/tiongkok-mengaku-salut-dengan-islam-moderat-di-indonesia

Habib Syech Bersholawat

Sunday, December 16, 2012

Suluk Lingkungan Dalam Buku Islam Geger Kendeng

Habib Syech Bersholawat - Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata. Selama mensyiarkan aktifitas bulan ramadlan yang penuh berkah ini, ternyata Pesantren As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang Jawa Tengah, tidak hanya mengkaji kitab kuning (Sullam Taufiq dan Usyfuriyah), namun juga mengkhatamkan karya ilmiah: Islam Geger Kendeng Dalam Konflik Ekologis dan Rekonsiliasi Akar Rumput, 420 halaman.

Pesantren ini diasuh oleh Kang Ubaid, panggilan Kiai Ubaidillah Achmad yang selama ini dikenal sebagai aktivis dan dosen UIN Walisongo yang peduli terhadap lingkungan lestari. Beliau ini yang menulis buku ini.

Suluk Lingkungan Dalam Buku Islam Geger Kendeng - Habib Syech Bersholawat
Suluk Lingkungan Dalam Buku Islam Geger Kendeng - Habib Syech Bersholawat


Suluk Lingkungan Dalam Buku Islam Geger Kendeng

Secara ringkas buku ini menjelaskan, bahwa manusia bertanggung jawab untuk dapat menjaga relasi suci kosmologis, berupa relasi antara Allah, manusia, dan alam. Mengapa menjadi tugas manusia, karena alam semesta yang diciptakan Allah ini, telah menjadi amanah manusia. Karenanya, jika terjadi kerusakan pada alam, maka tidak terlepas dari kerusakan hati dan jiwa manusia yang membiarkan dirinya mengikuti nafsu serakah dan hedonisme.

Yang menarik dari buku ini adalah adanya pembahasan mengenai antropik kosmologis yang merujuk dari para ulama. Para ulama, seperti Imam Ghazali, Imam Ibn Arabi, dan Ibn Khaldun, telah mengajarkan bahwa manusia dan kesemestaan memiliki relasi timbal balik yang integral: apa-apa yang terjadi pada manusia akan memantul pada kesemestaan.

Habib Syech Bersholawat

Tak mengherankan jika jalan suluk Imam Al Ghazali selalu mengarahkan salik untuk membersihkan jiwanya dari hasrat keduniawian yang melampaui batas terhadap lingkungan agar menjadi pribadi ramah lingkungan.

Jalan suluk lingkungan Imam Al Ghazali ini akan menentukan keberhasilan transformasi diri seseorang. Karena itu, para nabi dan para penerus jejak kenabian sesunggunnya juga menjalankan dan mengajarkan "suluk lingkungan"---proses pembersihan jiwa yang bisa berdampak pada pencerahan kesadaran akan pentingnya kelestarian dan pemulihan alam, serta harmoni antara manusia dan lingkungan kesemestaannya.

Habib Syech Bersholawat

Sebagaimana pertanyaan yang ditegaskan pada sinopsis buku ini, bagaimanakah wujud gerakan suluk lingkungan itu? Buku ini menjelaskan tentang paradigma Islam dan lingkungan, bagaimana manusia melaksanakan suluk lingkungan dan mempertanankan kelestarian lingkunga berdasarkan teks kewahyuan dan pengalaman spiritual para nabi dan penerus jejak kenabian.

Dalam buku ini, penulis juga memaparkan prinsip kewahyuan dan filosofis kelestarian lingkungan berdasarkan spiritualitas islam dan realitas kebutuhan individu dan masyarakat terhadap lingkungan kesemestaan.

Selain itu, penulis juga memaparkan pengalaman pendampingannya di tengah masyarakat ring pertama Pegunungan Kendeng versus industri pertambangan semen. Dalam konteks ini, penulis berhasil merefleksikan model pendampingan yang didasarkan pada harmoni manusia dan lingkungan kesemestaannya dalam perspektif agama dan budaya masyarakat.

Bagaimana relasi buku ini dengan pendidilan? Dalam buku ini dapat dikatakan sudah seharusnya dalam pendidikan Islam menguatkan peran relasi suci kosmologis, antara Tuhan, manusia, kealaman. Jika relasi ini tercerabut dari paradigma pendidikan Islam, maka pendidikan Islam akan terputus dari elan vital hakikat keberadaan hidup manusia di dunia. Simpulan dari buku ini, secara akademis membuka diri kepada kepada pembaca untuk mengkritisi, mendukung, dan menolaknya.

Kritik yang menarik dalam buku ini, berupa pendidikan Islam masih berhenti pada pendidikan akhlak yang terbatas pada relasi antara manusia pada manusia dan manusia pada Allah. Bahkan, masih banyak pendidikan Islam yang membahas seputar penguatan pada makna relasi antara manusia dan Tuhan.

Dalam konteks relasi ini masih mengabaikan eksistensi diri manusia dalam bentuk keseimbangan unsur diri manusia, seperti: ruh, qalb, nafs, dan jasad. Kelemahan buku ini, mengulang berita langsung yang bersumber dari media cetak. [Habib Syech Bersholawat]

Salamah 'Ashima Rahma Al Maula, siswi Madrasah Bertaraf Internasional, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Surabaya Jawa Timur.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/suluk-lingkungan-dalam-buku-islam-geger-kendeng.html

Sunday, September 4, 2011

Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Hadiah Nobel untuk kedokteran tahun ini diberikan kepada tiga ilmuwan yang menemukan sistem navigasi otak. Peneliti Amerika-Inggris John OKeefe dan suami istri asal Norwegia May-Britt Moser dan Edvard Moser memenangkan Nobel Kedokteran ini, seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Mereka menemukan bagaimana otak mengetahui dimana kita berada dan bagaimana melakukan navigasi dari satu tempat ke tempat lain.

Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel (Sumber Gambar : Nu Online)
Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel (Sumber Gambar : Nu Online)


Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel

Temuan mereka dapat membantu mengapa pasien Alzeimer tidak dapat mengenali lingkungan mereka.

Habib Syech Bersholawat

OKeefe, dari University College London, menemukan sistem navigasi ini pada 1971 melalui penelitian sel syaraf tikus yang menjadi aktif di tempat tertentu pada satu ruangan.

Pada 2005, May-Britt dan Edvard, menemukan bagian lain dari otak yang berfungsi sebagai pencari posisi secara tepat.

Komite Nobel mengatakan pengetahuan sistem navigasi otak "dapat membantu memahami mekanisme yang menyebabkan kehilangan ingatan," yang mempengaruhi penderita Alzheimer.

Habib Syech Bersholawat

Hadiah Nobel untuk fisika, kimia, kesusasteraan dan perdamaian akan diumumkan minggu ini.

Sementara Nobel Ekonomi akan diumumkan Senin pekan depan. (mukafi niam)

Dari kiri, Edvard Moser, John OKeefe dan May-Britt Moser, peraih Nobel Kedokteran 2014. European Pressphoto Agency (2); Getty Images (tengah) Foto : WSJ

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54950/temukan-sistem-nagivasi-otak-tiga-ilmuwan-raih-nobel

Saturday, August 27, 2011

Islami.co Buka Program Magang bagi Penulis dan Editor

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Situs islam ramah islami.co membuka program magang bagi mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi. Kesempatan ini memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin mendalami literasi keislaman, khususnya di dunia digital.

Pendiri Islami.co, Savic Ali menjelaskan, situs ini didedikasikan untuk menyebarluaskan informasi dan gagasan yang mendukung tumbuhnya masyarakat yang penuh toleransi dan kedamaian. Apalagi, para pegiat di dalamnya merupakan penulis-aktivis yang selama ini bergelut dalam dunia keislaman dan penyebaran islam ramah di dunia digital.

Islami.co Buka Program Magang bagi Penulis dan Editor (Sumber Gambar : Nu Online)
Islami.co Buka Program Magang bagi Penulis dan Editor (Sumber Gambar : Nu Online)


Islami.co Buka Program Magang bagi Penulis dan Editor

"Di gawangi oleh anak-anak muda lulusan pesantren, islami.co adalah bentuk counter-hegemony atas web-web yang sarat provokasi, sehingga bisa meneguhkan Islam sebagai agama yang bukan hanya rahmat bagi pemeluknya, tapi juga umat manusia pada umumnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/3).

Habib Syech Bersholawat

Untuk itulah, Islami.co mengajak kepada mereka yang ingin berkontribusi terhadap penyebaran Islam ramah dan kebinekkaan di Indonesia untuk bergabung melalui program magang tersebut, dengan syarat-syarat sebagai berikut:

Usia minimal 20 tahunPernah mengenyam pendidikan pesantren/keislamanTertarik dunia digital, literasi, dan jurnalismeAkrab dengan media sosialBersedia bekerja di Jakarta

Habib Syech Bersholawat

Bagi para calon peserta magang dipersilakan mengirimkan biodata diri (curriculum vitae) ke redaksi@islami.co, dengan subjek Penulis atau Editor. Waktu pendaftaran dimulai sejak berita ini tayang sampai 31 Maret 2017.(Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76156/islamico-buka-program-magang-bagi-penulis-dan-editor

Habib Syech Bersholawat

Monday, May 23, 2011

Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Gagasan dan pemikiran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terbukti telah diakui masyarakat dunia. Prof Dr KH Said Aqil Siradj yang juga Ketua Pengurus Besar NU, mendapat kehormatan berbicara dalam Muktamar Internasional antar-madzhab Islam di Dhoha, di Qatar.

Muktamar yang digelar pada 20-22 Januari itu melibatkan 216 tokoh pemikir, ulama, pengamat dan menteri dari 44 negara dunia. Qatar yang mempelopori muktamar tersebut berupaya mendekatkan berbagai madzhab atau aliran dalam Islam guna mencegah terjadinya fitnah antaraliran dalam Islam.

Saya diundang ke Dhoha, Qatar, untuk menjadi salah satu pembicara dalam fourm internasional itu, kata Kang Said, begitu panggilan akrab alumnus Universitas Ummul Quro, Mekkah, itu kepada Habib Syech Bersholawat melalui ponselnya, Senin (22/1).

Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said Sampaikan Konsep Islam Rahmatan lil Alamin di Qatar

Muktamar bertajuk Mengambil Peran Mendekatkan Kesatuan Ilmiah itu, kata Kang Said, merupakan hasil kerja sama Fakultas Syariah Universitas Qatar dengan Universitas Al-Azhar Mesir dan Forum Internasional Pendekatan Madzhab yang berpusat di Teheran, Iran. Wakil PM Qatar Abdullah bin Hamad Athiya yang membuka langsung muktamar internasional yang dilaksanakan di Hotel Sheraton, Dhoha itu.

Dalam konferensi yang melibatkan para wakil madzhab atau aliran Islam besar, utamanya Sunni dan Syiah (Itsna Asyariyah dan Zaidiyah) dan Ibadhiyah itu, didiskusikan sarana paling penting untuk mempersempit perbedaan fikih dan mengecilkan kemungkinan konflik antara pendukung masing-masing madzhab yang saat ini ada di berbagai belahan dunia Islam.

Habib Syech Bersholawat

Berbicara dalam konferensi itu antara lain Prof Dr Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, mewakili Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, Dr Kamaluddin Ihsan Oglo mewakili Sekjen OKI, Syaikh Ayatollah Muhammad Ali Taskheri Sekjen Forum Internasional untuk Pendekatan Madzhab Islam, Dr. Abdul Aziz Taujiri Sekjen Organisasi Pendidikan, Ilmu dan Peradaban Islam, Dr Mahmud Hamadi Zaqzuq Menteri Wakaf Mesir dan Dr Ahmad Badrudin Hasun Mufti Suriah.

Kang Said sengaja diminta oleh pihak panitia untuk menyampaikan gagasannya soal Islam dan tantangannya di era globalisasi. Selain itu, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu juga menyampaikan gagasan Islam rahmatan lil alamin yang memang telah mendapat pengakuan dunia terutama setelah keberhasilan NU menyelenggarakan Internasional Conference of Islamic Scholar (ICIS) pada 2004 dan 2006.

Habib Syech Bersholawat

Ini sungguh luar biasa. Saya diundang dalam forum internasional untul menyampaikan Islam dan globalisasi serta kaitannya dengan Islam rahmatan lil alamin yang dikembangkan NU, tutur Kang Said.

Muktamar tersebut menjadi sangat penting mengingat jurang perbedaan antara Sunni dan Syiah sekarang telah semakin lebar. Maka mendekatkan antara keduanya menjadi masalah yang menjadi latar belakang muktamar ini. Ini dilakukan untuk menghindari munculnya konflik antaraliran Islam. (rif/amh)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5873/kang-said-sampaikan-konsep-islam-rahmatan-lil-alamin-di-qatar

Habib Syech Bersholawat

Friday, September 17, 2010

Moral Anak Bangsa Merosot, Pemerintah Mesti Perhatikan Peran Kiai Kampung

Subang, Habib Syech Bersholawat. Di antara penyebab maraknya tindakan kejahatan asusila dan kriminal di kalangan masyarakat adalah karena para pelaku kurang mendapatkan pendidikan agama terutama pendidikan akhlak.

Hal ini disampaikan oleh H Odji Saga, Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kalijati, Subang, Jawa Barat di kediamannya Komplek Masjid Baitul Mamur Kalijati, Kamis (19/5)

Moral Anak Bangsa Merosot, Pemerintah Mesti Perhatikan Peran Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Moral Anak Bangsa Merosot, Pemerintah Mesti Perhatikan Peran Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)


Moral Anak Bangsa Merosot, Pemerintah Mesti Perhatikan Peran Kiai Kampung

"Kadang saya merasa aneh, pemerintah ingin negaranya aman dan generasinya berakhlak, tapi pemerintah tidak punya perhatian sama sekali kepada ustadz, guru ngaji, kiai kampung," ujar kakek kelahiran Cirebon itu.

Habib Syech Bersholawat

Padahal, kata dia, peran kiai kampung dalam membangun akhlakul karimah di kalangan masyarakat sudah terbukti dan tidak bisa dibantah lagi.

Habib Syech Bersholawat

"Kita bisa lihat pelajaran agama berapa jam di sekolah, sangat sedikit," tegasnya.

Ditambahkannya, para kiai kampung dengan ikhlas tidak berharap bayaran, tetap istiqomah mengajarkan agama dan akhlak. Harapan mereka cuma satu yaitu agar kelak anak-anak itu menjadi manusia yang bermanfaat dengan dasar agama yang kuat dan memiliki akhlak mulia.

"Pemerintah mestinya memperhatikan nasib kiai kampung sebagai bentuk terima kasih kepada mereka karena sudah punya kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa sekaligus membangun akhlakul karimah," tukasnya.

Ia menambahkan, pintar saja tidak cukup karena harus dibarengi dengan akhlak. Kalau hanya pintar saja tanpa akhlak, ketika menjadi pejabat publik akan melakukan pelanggaran, misalnya korupsi atau kalau tidak jadi pejabat bisa jadi melakukan tindakan kriminal lainnya.

"Presiden udah ganti berkali-kali nasib ustadz dan kiai kampung kok tetap gitu-gitu saja, tutupnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68345/moral-anak-bangsa-merosot-pemerintah-mesti-perhatikan-peran-kiai-kampung

Habib Syech Bersholawat

Thursday, June 10, 2010

Doa Terbebas dari Hutang yang Diajarkan Rasulullah

Habib Syech Bersholawat - Dalam sebuah riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah menegur sahabat Muadz bin Jabal karena ia tidak kelihatan ikut sholat malam di masjid sebagaimana biasanya.

“Aku tidak melihatmu di masjid semalam," Rasulullah SAW menyapa sahabat Muaz Bin Jabal r.a., usai sholat dzuhur berjamaah.

Doa Terbebas dari Hutang yang Diajarkan Rasulullah - Habib Syech Bersholawat
Doa Terbebas dari Hutang yang Diajarkan Rasulullah - Habib Syech Bersholawat


Doa Terbebas dari Hutang yang Diajarkan Rasulullah

"Maafkan aku, wahai Rasulullah. Aku tidak menunaikan sholat semalam. Saat dalam perjalanan ke masjid, aku bertemu dengan seorang Yahudi dan dikurung di rumahnya, tidak diperbolehkan ke mana-mana," kata Muadz.

"Kenapa?" tanya Rasulullah SAW.

Habib Syech Bersholawat

"Aku telah banyak berhutang kepadanya," jawab Sahabat Muadz, "sehingga aku merayu dan berjanji akan melunasi hutang apabila mendapat uang," lanjutnya.

Rasulullah SAW tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Sahabat Muaz dan berkata, "Aku ajarkan padamu dua potong ayat. Jika engkau mau mengamalkannya, Allah akan melapangkan rejekimu untuk melunasi semua hutangmu, walaupun hutangmu sebesar gunung."

"Mau..ya Rasulullah," Sahabat Muadz semangat menerima.

Habib Syech Bersholawat

Rasulullah SAW akhirnya membacakan dua ayat Al-Quran yang banyak dihafal kaum muslimin, yakni QS. Ali Imran Ayat 26-27. Sahabat Muadz mendengarkan ayat yang diajarkan Rasulullah dengan cermat dan teliti serta menjadikannya sebagai wirid harian hingga Allah SWT melunasi hutang-hutangnya dan rejekinya bertambah.

Dua ayat yang diajarkan Rasulullah agar hutang cepat lunas itu adalah sebagai berikut:

QULIALLAAHUMMA MAALIKAL MULKI TU’TIL MULKA MAN TASYAA'U WATANZI’UL MULKA MIMMAN TASYAA'U WATU’IZZU MAN TASYAA'U WATUDZILLU MAN TASYAA'U BIYADIKAL KHOIR. INNAKA ALAA KULLI SYAY-ING QADIIR

Artinya : "Katakanlah: Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

TUULIJUL LAILA FIN NNAHAARI WATUULIJUN NNAHAARA FIL LAYLI WATUKHRIJUL HAYYA MINAL MAYYITI WATUKHRIJUL MAYYITA MINAL HAYYI WATARZUQU MAN TASYAA'U BIGHAYRI HISAAB

Artinya : Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).

Jika ingin mendengarkan audio ayat tersebut, silakan klik di bawah ini untuk mendengarkan. Bisa Anda download di akun Souncloud Habib Syech Bersholawat untuk dihafalkan.

Doa melunasi hutang di atas jika Anda amalkan sebagai wirid harian atau doa harian, misal dibaca 100 kali tiap habis sholat maktubah (fardhu), maka insyallah, atas kehendak Allah, semua hutang akan bebas dari Anda.

Kami sarankan, ketika niat mengamalkan doa lunas hutang ini sebaiknya kirim Fatihah kepada Muadz bin Jabal, sahabat Rasul yang mendapatkan ijazah ini. Ini ijazah ada sanad langsung kepada Rasulullah. Ketik Qobiltu atau Saya Terima di kotak komentar di bawah ini. Jangan lupa tulis nama lengkap Anda, maka, atas ijin Allah, sanad ini sampai kepada Anda dengan nama. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/doa-terbebas-dari-hutang-yang-diajarkan-rasulullah.html

Thursday, February 5, 2009

PCNU Pringsewu: Makmurkan Gedung NU dengan Dakwah Islam

Pringsewu, Habib Syech Bersholawat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu K.H Mahfudz Ali bertekad akan menjadikan gedung NU sebagai pusat dakwah Islam warga NU disamping sebagai pusat kegiatan organisasi.

Sebelumnya, gedung yang terletak di Jalinbar, jalur lintas barat, tepatnya di Jalan Raya Pagelaran-Pringsewu, Lampung berdiri megah sejak tahun 2005 itu, belum begitu tampak kegiatan dan aktivitas harian organisasi.

PCNU Pringsewu: Makmurkan Gedung NU dengan Dakwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu: Makmurkan Gedung NU dengan Dakwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Pringsewu: Makmurkan Gedung NU dengan Dakwah Islam

Hal inilah yang menjadi keresahan Ketua PCNU sehingga pada Ahad, 8 Oktober 2013 yang lalu mengundang seluruh ketua dan pimpinan banom, lajnah, dan lembaga NU untuk segera menyusun program dan kegiatan organisasi sesuai dengan tugasnya.

Kita ingin agar semua perangkat organisasi ini bergerak aktif menjalankan roda organisasi, sebab gedung ini adalah pusat dakwah dan pelayanan kepada umat. Sehingga harus ada kegiatan konkrit dan terprogram yang bisa diselenggarakan di gedung ini agar makmur dan hidup, demikian K.H Mahfud Ali menjelaskan yang disampaikan melalui pers rilis kepada Habib Syech Bersholawat, Ahad (27/10).

Habib Syech Bersholawat

Rapat koordinasi ini dihadiri beberapa banom dan lajnah yaitu dari Pimpinan GP Ansor Nazarudin SE, Ketua LTNNU M. Mustanir, S.Pd. dari LBM Rifai M.Pd dan LP Maarif NU. Sedangkan unsur lainya seperti Muslimat dan Fatayat tidak hadir karena sedang mengadakan ziarah Wali Songo.

Habib Syech Bersholawat

Rapat koordinasi ini juga dihadiri unsur Syuriyah PCNU yang diwakili oleh Ust. Munawir. Rapat yang dipandu oleh katib PCNU H. Auladi Rosyad ini menghasilkan beberapa usulan program dan kegiatan rutin yang akan segera dilaksanakan di gedung NU diantaranya adalah tiga program usulan LTNNU, yaitu ngaji bareng kitab kuning, perpustakan NU, dan pengadaan fasilitas olahraga futsal.

Sedang GP Ansor memprogramkan adanya sholawatan kubro minimal per triwulan. Dalam jangka panjang, organisasi pemuda NU berupaya untuk menggali dana abadi umat khususnya dari warga NU yang bertujuan membentuk ketahanan dan kemandirian ekonomi umat.

Sedangkan program yang diusulkan oleh JQH (Jamiyyatul Qurro wal Khuffadz) mengharapkan adanya semaan Al Quran yang dirangkai Dzikrul Ghofilin. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47854/pcnu-pringsewu-makmurkan-gedung-nu-dengan-dakwah-islam

Habib Syech Bersholawat

Thursday, December 27, 2007

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Probolinggo, Habib Syech Bersholawat. Masih ingat tragedi penyanderaan gadis bernama Zahriyani Putri Agustin di Gresik beberapa waktu lalu? Siswi SDN Tlogopatut II Kota Gresik berusia 9 tahun ini akhirnya selamat setelah petugas berhasil melumpuhkan pelaku, Fuad Ahmad.

Kejadian pertengahan bulan Desember lalu berlangsung sangat dramatis. Pelaku yang berasal dari Nusa Tenggara Barat mengalami depresi setelah kalah judi bola. Nyawa Rani pun sempat terancam karena selama sekitar dua jam Fuad menodongkan pisau di leher siswa kelas IV SD itu.

Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan (Sumber Gambar : Nu Online)


Anak dan Perempuan Rentan Korban Kejahatan

Dan sejumlah kejadian di pengujung tahun ini menjadi perhatian dari LSM Tri Guna Bhakti. Meningkatnya perdagangan perempuan dalam bentuk trafficking dan kejahatan terhadap anak menjadi bahasan dalam kegiatan dialog interaktif dan testimoni korban trafficking dan perlindungan kejahatan terhadap anak, Ahad (28/12).

Habib Syech Bersholawat

Kegiatan dilangsungkan di Auditorium SMA Nurul Jadid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur dengan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Dra. Hj. Hikmah Bafaqih selaku Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag, MM.Pub, MSi yang juga Ketua Pusat Studi Wanita Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo serta Kapolres Probolinggo, AKBP Riky Haznul.

Habib Syech Bersholawat

Sejumlah peserta dan narasumber dibuat terperengah dengan testimoni yang disampaikan salah seorang korban perdagangan perempuan. Korban yang tidak bersedia dicantumkan identitasnya ini menceritakan bahwa dirinya dibujuk seseorang untuk dicarikan pekerjaan sebagai pelayan toko. "Tak tahunya saya justru dijual ke penggemar gadis perawan," katanya.

Saat itu dia sempat menjerit dan meronta sebagai bentuk perlawanan tapi tidak kuasa. Akhirnya selama hampir 3 bulan lamanya dia disekap di salah satu ruangan yang dijaga sejumlah preman. Selanjutnya ia dan sejumlah perempuan belia dijual untuk digilirkan kepada para laki-laki pencari kenikmatan sesaat.

Lain lagi pengakuan Zahriyani Putri Agustin. Siswi kelas IV SD ini dengan lancar membuka cerita saat dibopong penyandera bernama Fuad Ahmad. Dalam pengakuannya, saat lehernya ditempeli pisau, tetap tenang dan terus membaca doa dan Alfatihah. Beruntung akhirnya Fuad ditembak jajaran Polisi Polres Gresik sehingga meninggal di tempat. Pengakuan ini kontan disambut aplaus dari peserta karena kagum akan keteguhan hatinya.

Pada acara yang dipandu Yorris M. Lato, selaku Direktur Yayasan Embun Surabaya ini, ketiga narasumber berpesan agar terus meningkatkan kewaspadaan. Bisa membekali diri dengan pengetahuan dan tidak mudah percaya kepada siapa saja yang mengajak untuk keluar rumah. Semua juga menyarankan agar para perempuan juga bisa berpartisipasi dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56711/anak-dan-perempuan-rentan-korban-kejahatan

Habib Syech Bersholawat

Friday, April 13, 2007

Hanya 40 Persen Anak Muslim Somalia Sekolah

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Selama beberapa tahun di Mogadishu, sebuah masjid merupakan satu-satunya tempat belajar gratis bagi penduduk miskin Somalia.

Rakyat miskin tersebut memiliki kesempatan untuk belajar secara gratis. Mereka diberi makanan dan seragam oleh sekolah yang dibiayai oleh lembaga donor dan rakyat Somalia yang hidup di luar negeri. Pemerintah kekurangan dana dan tenaga untuk menyelenggarakan pendidikan.

Hanya 40 Persen Anak Muslim Somalia Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya 40 Persen Anak Muslim Somalia Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)


Hanya 40 Persen Anak Muslim Somalia Sekolah

Sekolah ini dibangun tahun 2007 dan sebagian besar muridnya adalah anak-anak pengungsi yang berusia 3-18 tahun. Jumlah murid yang belajar sebanyak 449. Masjid digunakan karena tidak ada gedung yang layak untuk tempat belajar mengajar.

Habib Syech Bersholawat

Setelah mengalami beberapa dekade perang sipil, saat ini hanya 40 persen anak Somalia yang belajar di sekolah. Angka ini terendah dalam tingkat pendaftaran sekolah di dunia. Somalia merupakan negera mayoritas Muslim, sehingga rendahnya tingkat pendidikan ini menjadi keprihatinan masa depan kuaitas Muslim di negeri tersebut. Banyak anak terlambat masuk sekolah. Keikutsertaan perempuan dalam pendidikan juga rendah (islam.ru/mukafi niam)

Foto:BBC

Habib Syech Bersholawat

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47037/hanya-40-persen-anak-muslim-somalia-sekolah

Habib Syech Bersholawat

Thursday, May 4, 2006

Perang, Nasib Warga Irak Semakin Muram

New York, Habib Syech Bersholawat. Kondisi kemanusiaan di seluruh Irak bertambah buruk, dan orang yang kehilangan tempat tinggal meningkat akibat operasi militer dan bentrokan, kata seorang juru bicara PBB dalam taklimat harian pada Senin (2/5).

Di Provinsi Anbar di Irak Tengah, operasi militer telah membuat tak kurang dari 60.000 orang kehilangan tempat tinggal sejak awal Maret, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.

Perang, Nasib Warga Irak Semakin Muram (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang, Nasib Warga Irak Semakin Muram (Sumber Gambar : Nu Online)


Perang, Nasib Warga Irak Semakin Muram

Selain itu, ia mengatakan bahwa di Gubernuran Erbil di Koridor Mosul, lebih dari 3.800 orang telah terusir dari rumah mereka akibat operasi militer yang berlangsung selama dua bulan belakangan.

Habib Syech Bersholawat

Juru bicara tersebut juga memberi penjelasan kepada wartawan mengenai reaksi PBB, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia mengatakan bantuan kemanusiaan akan diberikan ke semua lokasi yang bisa dijangkau, dan pusat perhatian ditujukan kepada warga yang baru kehilangan tempat tinggal.

Pada saat yang sama, ia memperingatkan "kondisi tidak aman, pemeriksaan keamanan yang ketat, lokasi terpecil orang yang kehilangan tempat tingga, dan kamp yang padat penghuni masih menjadi penghalang besar" bagi reaksi oleh PBB dan semua mitranya.

Habib Syech Bersholawat

PBB juga masih sangat prihatin mengenai laporan tentang kondisi kemanusiaan di dalam Fallujah, Kota di Provinsi Al-Anbar di Irak, kata Dujarric.

"PBB tak memiliki akses ke daerah itu untuk mengabsahkan keadaan secara langsung; namun, pemantauan dari jauh mengenai harga pangan dan ketersediaan menunjukkan kekurangan parah mungkin ada," katanya.

Selain itu, Misi Bantuan PBB buat Irak (UNAMI) menyampaikan keprihatinan besarnya pada akhir pekan mengenai perkembangan di Baghdad, termasuk penyerbuan bangunan Dewan Perwakilan oleh demonstran setelah mereka memasuki Zona Internasional.

Misi tersebut mengutuk penggunaan kekerasan, termasuk terhadap pejabat terpilih, dan mendesak semua pihak agar tenang, menahan diri dan menghormati lembaga konstitusi di Irak pada saat genting ini, kata juru bicara itu.

PBB terus beroperasi dari markasnya di Zona Internasional di Baghdad dan terus mengadakan kontak dengan semua pihak untuk memfasilitasi penyelesaian yang memenuhi tuntutan rakyat bagi pembaruan, ia menambahkan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67864/perang-nasib-warga-irak-semakin-muram

Habib Syech Bersholawat

Tuesday, April 20, 1976

Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan

Habib Syech Bersholawat - "Aku pengen ketemu Kiai Salam," kata pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Nawawi pun mengantarkan.

Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan - Habib Syech Bersholawat
Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan - Habib Syech Bersholawat


Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asyari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan

Kiai Abdussalam rahimahullah adalah ayahanda dari Kiai Abdullah Salam dan kakek dari Kiai Sahal Mahfudh.

Sampai di kediaman Kiai Salam, didapati tuan rumah sedang mengajar anak-anak kecil mengaji. Kiai Hasyim serta-merta menahan langkah, menyembunyikan diri dari pandangan Kiai Salam, dan menunggu.

Setelah semua anak-anak kecil itu selesai ngajinya, barulah Kiai Hasyim mengucap salam, yang lantas disambut dengan suka-cita luar biasa.

Meninggalkan kediaman Kiai Salam, Kiai Hasyim kelihatan ngungun. Air matanya mengambang.

"Ada apa, ‘Yai?" Kiai Nawawi keheranan. Kiai Hasyim mengendalikan tangisnya, menghela napas dalam-dalam.

"Aku punya cita-cita sudah sejak sangat lama… tapi sampai sekarang belum mampu melaksanakan… Kiai Salam malah sudah istiqomah… Aku iri…"

"Cita-cita apa, ‘Yai?"

"Ta’liimush shibyaan…" (Mengajar anak-anak kecil).

****

Kiai Ali Ma’shum seorang ‘allaamah (sangat banyak dan dalam ilmunya) dan adiib (ahli sastra Arab) sejak remaja. Beliau diambil menantu oleh Kiai Muhammad Munawwir, Krapyak, Yogya, yang mengkhususkan diri dengan pengajaran Al Quran.

Kiai Abdullah Munawwir, kakak ipar Kiai Ali, mementingkan datang ke Lasem untuk memohon kepada Kiai Ma’shum agar Kiai Ali diijinkan tinggal di Krapyak. Mbah Ma’shum meluluskan.

Tapi setelah tinggal di Krapyak, ternyata Kiai Ali sudah “tidak kebagian santri”. Semua santri sudah disibukkan dengan kegiatan mengaji kepada guru masing-masing sehingga tak ada waktu lagi untuk mengaji kepada Kiai Ali.

Selama beberapa waktu Kiai Ali “menganggur”, dan alangkah tidak nyamannya itu bagi seorang yang menanggung begitu banyak ilmu dalam dirinya.

Ditengah waktu-waktu kosong yang membosankan itu, Kiai Ali mengamati anak-anak kecil yang asyik bemain-main, berlarian di halaman Pondok.

Kiai Ali memanggil anak-anak itu, mengajak mereka bercengkerama, membagi-bagikan penganan, lalu membujuk mereka agar mau diajari mengaji. Maka mulailah Kiai Ali dengan pelajaran membaca dan menulis huruf hija’iyyah.

Seiring dengan perkembangan usia, lama-kelamaan mereka siap diajari berbagi macam ilmu dan kitab-kitab, hingga akhirnya anak-anak yang tadinya berkeliaran tak karuan itu menjadi orang-orang ‘alim yang unggul ilmunya.

Di antara mereka adalah junjungan-junjunganku, adik-adik ipar Kiai Ali sendiri, yaitu Kiai Zainal Abidin Munawwir dan Kiai Ahmad Warson Munawwir.

Menceritakan semua itu kepadaku dengan mata berkaca-kaca, Kiai Warson akhirnya berujar, "Berjuang, yang paling berat cobaannya itu mengajar. Sedangkan mengajar, yang paling berat cobaannya itu mengajar anak-anak kecil. Lha mengajar anak-anak kecil, yang paling berat cobaannya itu mengajar kamu!". [Habib Syech Bersholawat] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/kepada-kiai-salam-kajen-mbah-hasyim-asyari-cerita-soal-cita-cita-yang-belum-tersampaikan.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock