Showing posts with label Netizen. Show all posts
Showing posts with label Netizen. Show all posts

Tuesday, March 14, 2017

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Kudus, Habib Syech Bersholawat. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali mengingatkan kepada warga NU untuk mengantisipasi paham-paham liberal baik di sektor ekonomi maupun agama. Paham tersebut, menurutnya, telah menyiapkan skenario terjadinya perang peradaban.

"Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU) harus menjadi ujung tombak untuk melakukan pembenahan-pembenahan organisasi. Jangan sampai kita kemasukan paham-paham seperti itu dan dianggap sebagai liberal," katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan PC Lakpesdam Kudus bekerja sama dengan PP Lakpesdam di Pesantren Raudlatul Mutaallimin, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (20/3).

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Asad menyatakan belakangan ini bangsa Indonesia telah mengalami gerakan liberalisasi pada sektor ekonomi. Menurutnya, kekayaan negara sudah dikuasai pihak asing sehingga berdampak pada masyarakat menjadi terpinggirkan.

Untuk melawan liberalisasi ekonomi itu, ia menegaskan NU harus bisa mengembangkan etos kewirausahaannya dan menciptakan banyak pedagang andal dan besar untuk kemajuan Nahdaltul Ulama.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

"NU harus membangun kembali Nahdlatut Tujjar untuk menjadikan seorang saudagar maupun pedagang. Bukan berbentuk koperasi, karena koperasi terlalu lama," ujarnya.

Di samping pada sektor ekonomi, kata Asad, agama juga ingin diliberalkan. Kelompok liberal menyebarkan konsep tasamuh (toleransi) ala Barat yang membolehkan menghujat agama lain.

"Indonesia mau diadakan untuk menjadi liberal terkait penistaan agama yang UU-nya mau dihapuskan. Termasuk contoh lain membolehkan pernikahan sejenis. Kita harus perhatikan hal ini," tandas Asad.

Asad menilai pemahaman tentang toleransi masih terjadi perbedaan pandangan di antara kelompok. Karenanya keduanya perlu dirumuskan terlebih dahulu. "Sekarang ini belum ada rumusannya terhadap orang yang menyebarkan dakwah secara pura-pura, menyinggung perasaan orang dan mengkafir-kafirkan," tegasnya.

Ia menengarai ada upaya kelompok lain yang ingin selalu memprovokasi NU agar orang-orang NU melakukan kekerasan. "Maka harus kita hadapi dengan dialog dan memperkuat pengetahuan kita tentang dalil-dalil agama yang kuat untuk menghadapi mereka," ungkapnya.

Kegiatan PPWK ini berlangsung mulai Jumat-Ahad (20-22/3) dan diikuti 45 peserta dari kalangan kiai muda pengasuh pesantren se-Kabupaten Kudus. Selain H Asad Said Ali (Wakil Ketum PBNU), turut hadir sebagai narasumber H. Abdul Ghafur Maimun (Pengasuh Pesantren Sarang, Rembang), H. Abudl Munim DZ (Wakil Sekjen PBNU), H Abu Hafsin (ketua PWNU Jateng), serta dari tim PP Lakpesdam NU, yakni Yahya Mashum, Marzuki Wahid, dan Ahmad Baso. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58348/as039ad--indonesia-sedang-alami-liberalisasi

Thursday, July 3, 2014

Do’a Qunut Subuh Lengkap Cara Baca dan Artinya

Habib Syech Bersholawat - Karena banyak yang bertanya tentang do'a kunut, baik qunut shubuh atau qunut witir, maka kami turunkan artikel do'a qunut ini agar bisa diamalkan untuk ibadah keseharian. Sebelumnya, kami sudah membahas soal do'a kunut subuh di postingan berjudul:

Do’a Qunut Subuh Lengkap Cara Baca dan Artinya - Habib Syech Bersholawat
Do’a Qunut Subuh Lengkap Cara Baca dan Artinya - Habib Syech Bersholawat


Do’a Qunut Subuh Lengkap Cara Baca dan Artinya

Intinya, dalam postingan di atas, Habib Syech Bersholawat sengaja menunjukkan bahwa melaksanakan doa qunut itu bukan perkara wajib, tapi sunnah. Dalam shalat subuh, hukum membaca doa qunut itu sunnah muakkadah (sunnah yang sangat direkomendasikan).

Karena itulah, jangan hanya karena qunut, keharmonisan antar umat Islam justru terganggu. Itu perkara furu’ (cabang) dalam ibadah, bukan perkara wajib. Lebih utama meninggalkan sunnah qunut daripada harus berselisih dengan tetangga sebelah. Baca: KeutamaanMeninggalkan Qunut Sunnah Untuk Keharmonisan.

Doa qunut dibaca saat i’tidal (berdiri) dalam shalat subuh (atau witir) pada rakaat terakhir. Qunut artinya adalah “patuh”, diambil dari bahasa Arab “qanata”, “yaqnatu”, “qunutan”. Tapi banyak yang salah mengetik dengan Kunut. Lebih pasnya, Qunut.

Fiqih Islam membagi Qunut jadi dua, yakni qunut nazilah (qunut yang dibaca saat bencana merajalela) dan qunut shalat (dibaca saat shalat Subuh dan Witir). Semuanya baik, dan bukan perkara bid’ah. Dalil Qunut Witir Ramadan Qunut Witir di Pertengahan Ramadhan Simak baik-baik, baca pelan-pelan agar hapal doa qunut berikut ini, lengkap dengan cara baca menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Lisan Indonesia beserta terjemahannya:

Bacaan Doa Qunut dalam Bahasa Arab:

اَللّهُمَّ

اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى

فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ

فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ

لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ

شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ

يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ

مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ

رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ

الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ

وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى

اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ

النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ

وَسَلَّمَ



Bacaan Doa Qunut dalam Bahasa Lisan:

Allah hummah dinii fiiman hadait. Wa'aa finii fiiman 'aafait. Watawallanii fiiman tawal-laiit. Wabaariklii fiimaa a'thait. Waqinii syarramaa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik. Wainnahu laayadzilu man walait. Walaa ya'izzu man 'aadait. Tabaa rakta rabbanaa wata'aalait. Falakalhamdu 'alaa maaqadhait. Astaghfiruka wa'atuubu ilaik. Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi.

Wa'alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Arti Doa Qunut:

Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan

Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan.

Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan.

Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau.

Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan.

Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Catatan: Jika Anda mengimami shalat subuh, witir atau shalat Jumat yang ada pembacaan qunut nazilah, gantilah setiap kalimat yang bermakna saya jadi kami. Dalam doa qunut di atas, setiap kalimat “nii”, mulai Allahummahdini hingga akhir, diganti dengan “naa”. Jadinya Allahummahdina dan seterusnya. [Habib Syech Bersholawat] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/doa-qunut-subuh-lengkap-cara-baca-dan-artinya.html

Friday, March 21, 2014

Sukseskan Munas ke-2, KMNU IPB Adakan Ziarah Wali

Bogor, Habib Syech Bersholawat. Sebagai salah satu ikhtiar dalam menyukseskan Musyawarah Nasional ke-2 Keluarga Mahasiswa NU (KMNU), KMNU IPB mengadakan ziarah ke beberapa makam wali dan ulama di Pulau Jawa.

Ahad pagi (17/01) merupakan hari pertama dari rangkaian ziarah yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut ini. Jamaah KMNU IPB berangkat dari Bogor untuk bertolak ke makam KH Idham Kholid, salah seorang masayikh dan juga palawan nasional yang dimakamkan di Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selepas itu, para jamaah menuju pesarean Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati) yang di makamkan di Kab. Cirebon, kemudian ziarah berlanjut ke makam Mbah Soleh Darat sekaligus beristirahat sejenak di Masjid Mbah Sholeh.

Sukseskan Munas ke-2, KMNU IPB Adakan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Munas ke-2, KMNU IPB Adakan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)


Sukseskan Munas ke-2, KMNU IPB Adakan Ziarah Wali

Esok harinya, rombongan melanjutkan ziarah ke Demak antara lain makam Habib Abdullah Baalawi (Sayung), KH Abdul Mudzakkir (Tambaksari).

Selanjutnya rombongan bergerak ke kasepuan kerajaan Demak, yaitu makam Raden Abdul Fattah Al Akbar (Sultan Demak I), Raden Patiunus (Pangeran Sabranglor, Raja Demak II), Sultan Trenggono (Raja Demak III), Sayyid Fadhal Ali Murthazha (Raja Pandita/Raden Santri) kemudian Raden Mas Syahid (Sunan Kalijogo) dan Raden Arya Penangsang (Murid Sunan Kalijogo). Perjalanan berlanjut menuju ke Menara Kudus ke makam Jafar Sidiq (Sunan Kudus), kemudian Mbah Asnawi, dan Syeikh Abdul Basir (Sunan Kedu, Kudus). Kemudian beralih ke Gunung Muria ke makam Raden Umar Said (Sunan Muria) kemudian langsung menuju Pati ke makam Mbah Mutamakkin dan Mbah Sahal Mahfudz. Lanjut dari Pati langsung menuju makam Raden Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Syeikh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi (Ayah Sunan Ampel, Tuban).

Habib Syech Bersholawat

Hari terakhir dari rangkaian ziarah wali dan ulama ini dilalui para jamaah dengan mengunjungi makam Raden Qosim (Sunan Drajad), Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Raden Paku (Sunan Giri), dan Raden Rahmat (Sunan Ampel). Dilanjutkan ke Jombang, jamaah mengunjungi makam Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari (Tebuireng), KH Abdul Wahab Hasbullah (Tambakberas), dan KH Abdul Hamid bin Chasbullah Said (Tambakberas).

Habib Syech Bersholawat

Meski memakan banyak waktu dan cukup melelahkan, para jamaah tetap bersemangat karena manfaat dari kegiatan ini bukan hanya mendapatkan keberkahan, tapi ziarah juga merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan keinginan seseorang akan kajian-kajian sejarah.

Ziarah ke makam-makam ulama tidak ada ruginya meskipun jarak yang membuat waktu menjadi singkat. Manfaat dari ziarah ini tidak tidak bisa dibandingkan dengan kegiatan lain, terang Ridwan, mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB yang menjadi ketua rombongan ziarah.

Manfaat yang diperoleh bukan hanya lahiriyah tapi juga bathiniyah lanjutnya. Secara tersirat Ridwan mengingatkan juga bahwa jangan pernah melupakan jasa dan perjuangan para wali dan ulama di tanah Jawa bahkan di Nusantara ini yang dulunya bukan pemeluk agama Islam sampai sekarang menjadi salah satu negara dengan mayoritas penduduknya muslim.

Saya juga berharap berkah yang di dapat dari para wali dan ulama ini bisa ikut menyukseskan Munas ke-2 KMNU, tandasnya.

Munas ke-2 KMNU Nasional yang digelar di Bandung diharapkan dapat terlaksana dengan lancar sesuai tujuan yang diinginkan dan mendapatkan berkah dari para wali dan ulama. Karena tujuan KMNU, tidak lain dan tidak bukan, adalah melanjutkan risalah wali dan ulama untuk tetap berdakwah di jalan Allah SWT dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam lingkup kampus dan masyarakat sekitarnya. Red: Mukafi NIam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65189/sukseskan-munas-ke-2-kmnu-ipb-adakan-ziarah-wali-

Habib Syech Bersholawat

Thursday, October 31, 2013

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

Habib Syech Bersholawat - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI rencananya akan melakukan aksi pengumpulan massa dengan dalih shalat subuh berjamaah di Masjid Al Falah Surabaya pada 28 Januari 2017 mendatang.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangil menuding aksi tersebut memanipulasi kegiatan keagamaan untuk memecah belah keutuhan bangsa. Sebab, aksi tersebut membawa isu atas nama persatuan Islam namun tanpa memikirkan persatuan bangsa.

"Mereka tak henti-hentinya melakukan kegiatan manipulatif atas nama umat Islam, mendompleng acara ibadah yang sakral untuk menarik masyarakat muslim, padahal itu dilakukan tanpa memikirkan dampak bagi keutuhan sebuah bangsa," kata ketua PC GP Ansor Bangil, H. Saad Muafi, SH.

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil - Habib Syech Bersholawat
Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil - Habib Syech Bersholawat


Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

Gus Afi, sapaan akrab dia, meminta semua pihak khususnya PW GP Ansor Jawa Timur untuk mengambil langkah tegas membubarkan acara yang berpotensi menciderai kondusifitas Jatim. “Tidak ragu untuk menggalang aliansi menolak kedatangan Bachtiar Natsir dan GNPF di Jawa Timur,” tegasnya.

Habib Syech Bersholawat

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan shalat subuh berjamaah di masjid masing-masing dan tidak tertipu dengan gerakan-gerakan yang menunggangi ibadah keagamaan untuk kepentingan kelompok anti Pancasila dan NKRI. [Habib Syech Bersholawat/ rus/onk]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dinilai-akan-memanipulasi-shalat-subuh-bachtiar-natsir-dan-gnpf-ditolak-hadir-ansor-bangil.html

Monday, September 2, 2013

Mengapa Ada Gerakan Jihad Pengawal Fatwa MUI Segala?

Habib Syech Bersholawat - Banyak orang masih bingung dengan "makhluk" yang bernama MUI (Majelis Ulama Indonesia). Banyak pula yang salah paham dengan MUI: ada yang "menjunjung tinggi setengah mati", ada pula yang "memaki-maki setengah mati."

Mengapa Ada Gerakan Jihad Pengawal Fatwa MUI Segala?
Mengapa Ada Gerakan Jihad Pengawal Fatwa MUI Segala?


Begini, MUI itu adalah "lembaga", tepatnya "lembaga plat merah" yang dibentuk oleh Pak Harto dulu pada tahun 1975 dalam rangka untuk "menyenangkan" atau "membahagiakan" umat Islam dan sejumlah tokoh Muslim.

Pada awal-awal pendirian rezim Orde Baru dulu, Pak Harto dianggap lebih pro dan "menganakemaskan" kelompok abangan, khususnya lagi kaum "Kejawen" (baik sipil maupun militer), dalam struktur pemerintahan, dan kuran memberi "porsi" kepada umat Islam.

Nah, supaya tidak disorot "miring ke kiri", beliau mendirikan MUI ini yang tugasnya memberi nasihat kepada pemerintah terkait dengan masalah atau isu-isu keagamaan dan keislaman.

Jadi, jelasnya, MUI itu hanya sebuah lembaga tempat ngumpulnya sejumlah ormas Islam di Indonesia (kecuali Syiah dan Ahmadiyah yang dianaktirikan). Seperti lembaga atau ormas lain, baik yang "plat merah", "plat hijau" maupun "plat kuning", MUI memiliki cabang sampai ke daerah-daerah di Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Pula, seperti umumnya lembaga dan ormas keagamaan, MUI juga mempunyai banyak divisi atau "departemen" yang mengurusi banyak hal.

Apakah semua pengurus MUI itu "ulama"? Belum tentu. Di berbagai daerah diluar Jawa, para pengurus dan elit MUI itu banyak yang berprofesi sebagai birokrat, politisi, polisi, tentara, pengusaha, dan lain sebagainya, yang sama sekali tidak memiliki kualifikasi keulamaan serta "nol jumbo" wawasan keislamannya, tetapi mereka "ditokohkan" oleh masyarakat Islam setempat karena dipandang memiliki status sosial tinggi.

Apakah semua pengurus MUI dari pusat sampai daerah itu memiliki pandangan yang sama dan seragam mengenai masalah keislaman, sosial-keagamaan, dan kebangsaan? Tentu saja tidak. Tidak semua pengurus MUI itu berpandangan "saklek", konservatif, intoleran, anti-pluralisme, anti-kebangsaan, dst.

Banyak dari mereka yang berwawasan terbuka, progresif, toleran, cinta kebangsaan dan seterusnya. Jadi semua tergantung dari individu-individu. Banyak teman-temanku yang "keren abis" juga duduk di kepengurusan MUI, baik di pusat maupun daerah.

Apakah semua pernyataan yang keluar dari MUI itu disebut "fatwa? Tentu saja tidak. Ada yang hanya sebatas pendapat biasa atau "sikap keprihatinan" untuk menyikapi kondisi atau masalah sosial-politik-keagamaan-kebangsaan. Disebut "fatwa" jika itu diputuskan melalui "departemen fatwa" di MUI serta melalui prosedur penggalian hukum Islam tertentu.

Apakah umat Islam wajib mengikuti fatwa yang dikeluarkan MUI? Tentu saja tidak. Namanya saja "fatwa" alias pendapat hukum yang tidak mengikat. Fatwa itu hanya sebuah "pendapat" yang bisa dikeluarkan oleh siapa saja yang memiliki kualifikasi sebagai "mufti".

Dan MUI bukan satu-satunya yang mengeluarkan fatwa. Ormas-ormas Islam lain, seperti NU atau Muhammadiyah, juga sering sekali mengeluarkan fatwa yang tidak jarang berseberangan dengan fatwa MUI dan ormas lain. Umat Islam bebas dan merdeka untuk memilih fatwa mana yang dianggap paling "oye".

Lalu, kenapa akhir-akhir ini orang-orang pada "hiruk-pikuk" sampai ada gerakan jihad "pengawal fatwa MUI" segala? Ya itu biasa orang-orang yang "lebay njeblay" yang dimobilisasi oleh para "makelar politik" dan "bisnismen agama" itu. Mudeng? [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/mengapa-ada-gerakan-jihad-pengawal-fatwa-mui-segala.html

Wednesday, June 12, 2013

Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid?

Habib Syech Bersholawat - Dalam hal ini ulama menjelaskan, laki-laki lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid dan perempuan lebih utama melaksanakan shalat fardhu berjamaah di rumah. Penjelasan ini dapat kita lihat dalam kitab I’anatut Tholibin karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Ad-Dimyathi juz 2 hal. 5 sebagai berikut:

Baca: Sedekah Atas Nama Orang Meninggal

Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid? - Habib Syech Bersholawat
Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid? - Habib Syech Bersholawat


Lebih Utama Mana Shalat di Rumah dan di Masjid?

قوله: والجماعة في مكتوبة لذكر بمسجد أفضل-- وذلك لخبر: صلوا - أيها الناس - في بيوتكم، فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة.…….. وخرج بالذكر المرأة، فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد

Artinya: "(Ungkapan Syaikh Zainuddin Al-Malibari: Shalat Fardhu berjamaah di masjid lebih utama bagi laki-laki), hal tersebut berdasarkan hadits: shalatlah kalian di rumah-rumah kalian karena shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu……dan di sini terdapat pengecualian bagi perempuan. Untuk perempuan shalat berjamaah lebih utama dilaksanakan di rumahnya dari pada di masjid".

Habib Syech Bersholawat

Kemudian, terkait shalat berjamaah untuk suami istri, dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri Ala Syarhi ibn Qosimkarangan karya Syaikh Ibrahim Al-Baijuri pada juz 1 halaman 250, disebutkan begini:

وتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل

Habib Syech Bersholawat

Artinya: "Seorang laki-laki juga mendapatkan keutamaan shalat berjamaah dengan melaksanakannya bersama istri atau keluarga yang lain, bahkan pelaksanaan shalat berjamaah bersama keluarga di rumahnya lebih utama."

Sederhananya, bagi perempuan, shalat di rumah itu lebih afdhal walaupun tidak dilarang. Bagi laki-laki, jika di rumah bisa melaksanakan jamaah bersama istri dan anak, itu justru lebih bagus untuk mendidik keluarga. Jika di rumah dikuatirkan justru tidak bisa berjamaah, di masjid bukan larangan. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/lebih-utama-mana-shalat-di-rumah-dan-di-masjid.html

Sunday, September 4, 2011

Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Hadiah Nobel untuk kedokteran tahun ini diberikan kepada tiga ilmuwan yang menemukan sistem navigasi otak. Peneliti Amerika-Inggris John OKeefe dan suami istri asal Norwegia May-Britt Moser dan Edvard Moser memenangkan Nobel Kedokteran ini, seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Mereka menemukan bagaimana otak mengetahui dimana kita berada dan bagaimana melakukan navigasi dari satu tempat ke tempat lain.

Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel (Sumber Gambar : Nu Online)
Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel (Sumber Gambar : Nu Online)


Temukan Sistem Nagivasi Otak, Tiga Ilmuwan Raih Nobel

Temuan mereka dapat membantu mengapa pasien Alzeimer tidak dapat mengenali lingkungan mereka.

Habib Syech Bersholawat

OKeefe, dari University College London, menemukan sistem navigasi ini pada 1971 melalui penelitian sel syaraf tikus yang menjadi aktif di tempat tertentu pada satu ruangan.

Pada 2005, May-Britt dan Edvard, menemukan bagian lain dari otak yang berfungsi sebagai pencari posisi secara tepat.

Komite Nobel mengatakan pengetahuan sistem navigasi otak "dapat membantu memahami mekanisme yang menyebabkan kehilangan ingatan," yang mempengaruhi penderita Alzheimer.

Habib Syech Bersholawat

Hadiah Nobel untuk fisika, kimia, kesusasteraan dan perdamaian akan diumumkan minggu ini.

Sementara Nobel Ekonomi akan diumumkan Senin pekan depan. (mukafi niam)

Dari kiri, Edvard Moser, John OKeefe dan May-Britt Moser, peraih Nobel Kedokteran 2014. European Pressphoto Agency (2); Getty Images (tengah) Foto : WSJ

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54950/temukan-sistem-nagivasi-otak-tiga-ilmuwan-raih-nobel

Saturday, May 14, 2011

100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin

Amsterdam, Habib Syech Bersholawat. Sedikitnya 100 Muslim Belanda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam mengikuti pengajian akbar dan terapi zikir yang dipandu oleh Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI KH Wahfiudin Sakam, Sabtu (12/11) sore. Acara di Masjid Al-Ikhlas Amsterdam ini merupakan kegiatan reflektif menjelang akhir kepengurusan PPME Al-Ikhlas Amsterdam yang berakhir di pengujung tahun ini.

Ketua PPME Al-Ikhlas Amsterdam Hansyah Iskandar Putera berharap agar program ini bisa mengantarkan para jamaah menjadi Muslim yang senantiasa taat dan zikir kepada Allah SWT.

100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin (Sumber Gambar : Nu Online)


100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin

Kiai Wahfiudin mengajak para jamaah untuk menjauhi pola hidup sekular-hedonis, yaitu kehidupan yang senantiasa menjadikan kebahagian duniawi, harta, takhta hingga lawan jenis sebagai tujuan hidup yang utama.

Habib Syech Bersholawat

Hedonis akan membutakan mata hati kita dari mengingat Allah dan kehidupan setelah mati. Muslim yang baik adalah mereka yang bisa manfaatkan kehidupan dunia untuk menyiapkan bekal sebaik-baiknya untuk kehidupan akhirat, tegasnya.

Habib Syech Bersholawat

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk selalu memperbaharui iman setiap waktu kapanpun dan di manapun dengan terus memperbanyak zikir mengingat Allah, antara lain dengan mengucapkan kalimat "L ilha Illallh." Iman manusia, pada hakikatnya, mengalami fase naik turun setiap saatnya karenanya harus terus diberikan asupan nutrisi spiritual.

Aldi (24), pelajar Vrije University Amsterdam beryukur bisa mengikuti program ini. Setiap penuntut ilmu (pelajar) harus senantiasa menyeimbangkan antara zikir dan pikir agar ilmu yang sedang dipelajari bisa dengan mudah dipahami dan kelak bermanfaat bagi diri, agama, dan negara, tegasnya. (Dito Alif Pratama/Alhafiz K)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72894/100-muslim-belanda-ikuti-terapi-zikir-talqin

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, November 3, 2010

Bisakah Sufisme dan Marxisme Disatukan Jadi Sufi Marxis?

Habib Syech Bersholawat - Ada dua gagasan besar yang sepertinya telah dan susah beranjak dari hidup saya: sufisme dan Marxisme. Secara lahiriah keduanya memang seperti saling bertabrakan dan berhadap-hadapan. Tak mungkin dipertautkan dan tak ada sampan yang bisa menyatukan keduanya.

Maka tak heran, bagi kawan-kawan saya di tarekat dan gerakan sufisme, melihat Marxisme secara sinis. Marxisme harus dihancurkan sehancur-hancurnya. Begitu pula kawan dari gerakan Marxisme. Jika agama saja candu. Bagaimana dengan sufisme? Mbahnya candu. Sufisme ingin menarik manusia ke langit, sementara Marxisme ingin membenamkan manusia di bumi.

"Bung harus menentukan pilihan, mau menjadi seorang sufi atau menjadi komunis?" tukas kawan yang di gerakan buruh. Tak jauh beda juga gugatan kawan di gerakan sufi.

Bisakah Sufisme dan Marxisme Disatukan Jadi Sufi Marxis? - Habib Syech Bersholawat
Bisakah Sufisme dan Marxisme Disatukan Jadi Sufi Marxis? - Habib Syech Bersholawat


Bisakah Sufisme dan Marxisme Disatukan Jadi Sufi Marxis?

Kenapa keduanya saling menegasi? Saling memblokade? Saling menjegal? Saling menghantam? Saling menghancurkan? Apa tak ada lagi tempat bagi penyesuaian teoritis dan praksis? Jauh-jauh hari, setelah terjatuh pada rasa frustasi dan kesunyian akut, rasanya saya tak ingin mundur lagi. Keduanya bagi saya: sufisme dan Marxisme lebih dari sekedar teori yang memang sejak remaja saya gemari. Keduanya mungkin memang jalan hidup saya.

Habib Syech Bersholawat

Pada kawan-kawan yang sangat anti dengan Marxisme (dengan semua percabangan di dalamnya) saya sering mengatakan, "mengapa Tuhan hendak dijauhkan dari bumi?" Jika satu sama lain saling menuding bahwa salah satu telah membikin bencana di dunia. "Mengapa sekarang tidak membangun karya bersama-sama?"

Habib Syech Bersholawat

Sebagai seorang amatiran saya kira secara teoritis (mungkin kaum cerdik cendekia, para sarjana kelak perlu mengoreksinya), khususnya secara ontologis, celahnya kecil sekali jika mempertautkan Sufisme dan Marxisme. Tapi bukan berarti tidak mungkin sama sekali. Karena bagi saya, antara imanensi dan transendensi, dalam monisme dan panteisme, saling beririsan.

Allah adalah Alam atau Alam adalah Allah. Artinya, bagi monisme, kalaupun ada Allah, ia bukanlah yang adikodrati yang berada di dunia seberang. Dunia entah. Ia adalah jagat raya ini sendiri. Sebaliknya, kaum sufis (meski banyak ragamnya) ada anggapan, semua di dunia ini adalah Allah. Karena semuanya Allah, maka tak ada sesuatu pun yang di luarnya.

Ada juga yang beranggapan. Ibarat Allah itu pohon, maka dunia ini hanyalah bayangan pohon saja. Bahkan lebih radikal dari itu. Kita tidak ada. Yang ada hanya Allah semata.

Kondisi aksiomatik inilah yang rupanya menentukan corak dan pilihan dalam gerakan politik Sufisme dan Marxisme. Pertemuan teoritik, dalam ranah ontologis, niscaya sangat diperlukan sekali. Ini perlu kesabaran revolusioner yang saya yakin banyak dimiliki kalangan Sufis maupun Marxis.

Maka kalau kita lihat kekuatan perjuangan di dunia ini hanya dimiliki oleh keduanya. Mahatma Gandhi, begitu kuat dan sabar dalam perjuangan pembebasan via Satyagraha hanya mungkin terjadi karena dalam arti luas, ia seorang sufi. Begitu juga, Nelson Mandela begitu kuat dan sabar menanggung jalan pembebasan Nasional karena ia seorang Marxis.

Dengan ini, sebagaimana sufisme yang tumbuh subur di Indonesia. Kita berharap Marxisme bisa tumbuh subur kembali di tanah dan bumi Indonesia. Keduanya memiliki peran historis yang sangat besar bagi republik ini dan umat manusia.

Dalam kategori etis saya seringkali bertanya. Jika dalam lantunan suara Tuhan kaum Sufis bisa bercucuran air mata, hatinya ditawan oleh rasa rindu yang menggebu-gebu, bisa tidak ia dalam suasana batin dan gelora yang tak jauh berbeda, bercucuran air matanya melihat malapetaka sosial dimana-mana? Sehingga ia terlibat dan mencipta aksi sosial kolektif sebagai jalan menuju Tuhan itu sendiri. Jika zikir tak ada batasnya, bisa tidak jika laku sosial itu menjadi zikirnya?

Kelak, kita berharap teori kontradiksi Mao misalnya bisa dibaca secara sufistik. Dari sini yang kita perlukan hanya rasa rendah hati menyelami puspa ragam teori, meminumnya barang seteguk dua teguk dalam refleksi dan abstraksi menuju aksi.

Sekedar keresahan setelah membaca Ibn Ataillah As-Sakandari dan Mao Zedong. Catatan pentingnya ialah: melampaui materialisme dan idealisme untuk tidak terjatuh pada salah satu atau tidak mengafirmasi keduanya yang terjatuh pada dualisme.

Panjang pendeknya umur Sufisme dan Marxisme, tugas historis kita semua, tak hanya saya. Memastikan keduanya mendapatkan tanah, pupuk dan air yang cukup sehingga mereka bisa tumbuh dengan baik. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/bisakah-sufisme-dan-marxisme-disatukan-jadi-sufi-marxis.html

Saturday, August 8, 2009

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

Habib Syech Bersholawat - Beberapa hari lalu, saya mendapat screenshoot berisi pesan KH. Maimoen Zubair, kiai kharismatik dari Sarangm Rembang, Jateng. Pesan tertulis itu dibacakan pada acara peringatan Maulid Nabi oleh Pengurus Pusat GP Anshor di hadapan Presiden Jokowi. Isinya ya tentang pandangan beliau terhadap kegaduhan yg terjadi akhir2 ini.

Setelah membaca pesan yang ditulis dalam bahasa Arab itu, saya mendapat beberapa kesan. Pertama, Mbah Moen itu ulama nasionalis, cinta bangsa dan negaranya. Beliau berharap agar bangsanya terus maju (irtiqa) dan jauh dari perpecahan.

Kedua, Mbah Moen adalah ulama yang alim, arif, dan senantiasa menghendaki yang terbaik untuk umat. Pesan beliau tulis dalam bahasa Arab, tidak ditulis menggunakan bahasa Indonesia, kemungkinan agar tidak gampang dipahami oleh orang awam, yang latah dan gampang percaya pada berita hoax, lalu memviralkannya sedemikian rupa. Hanya orang-orang tertentu saja yang paham.

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - Habib Syech Bersholawat
Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - Habib Syech Bersholawat


Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

Beliau menjelaskan tentang perkara-prinsipil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan tujuan Islam. Hanya orang yang pernah belajar ilmu ushul fikih secara mendalam saja yang dapat mengerti falsafah syariah Islam ini.

Habib Syech Bersholawat

Ketiga, beliau mengkontekstualisasikan falsafah syariah Islam (maqasid syariah) ke dalam kehidupan bernegara kita. Ini menunjukkan sifat kenegarawanan beliau. Beliau bukan saja kiai, tapi juga negarawan (statesman), seorang pemikir tradisional yang progresif.

Keempat, beliau mewanti-wanti agar waspada terhadap gerakan yang mengajak kepada pendirian negara khilafah dengan berupaya menciptakan kekacauan dan teror. Beliau menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak mengerti ideologi perjuangan para sahabat (ma'rifat tamassuk ma alaih al-awwalun minal muhajirin wal anshar wa man ittaba'uhum). Berikut ini beberapa point yang bisa dirangkum dr tulisan beliau

Menurut beliau, umat manusia selalu dipenuhi dinamika perubahan. Beliau percaya bahwa kehidupan selalu menuju arah yang lebih maju dan berperadaban. Ini ditunjukkan oleh perang dunia kedua, tragedi kemanusiaan global, yang berbuah kemerdekaan bangsa Indonesia yang tentunya patut disyukuri.

Habib Syech Bersholawat

Bangsa Indonesia lalu membentuk negara yang tidak melupakan Tuhan (hablum minallah), seraya mengakui keragaman realitas sosial (hablum minan nas). Mempraktikkan prinsip hablum minallah tidak dapat dilepaskan dari praktik hablum minan nas. Bahkan menjadi ketentuan yang tak terpisahkan.

Salah satu bentuk implementasi hablum minan nas adalah mewujudkan keadilan. Mbah Moen menghubungkan keadilan dengan maqasid syariah atau lima unsur penting dalam kehidupan yang menjadi pertimbangan dalam semua (perumusan) hukum syariah, yaitu (1) keselamatan jiwa, (2) penghargaan terhadap akal pikiran, (3) penghargaan terhadap kehendak manusia untuk diakui dan bersosialisasi, (4) kebutuhan materil, dan (5) meneruskan keturunan.

Mbah Moen memuji Allah karena menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pertama yang berhasil memerdekakan diri dari penjajahan. Dan mendirikan negara di atas mabadi' khamsah dalam kehidupan bernegara.

Mabadi khamsah berarti lima prinsip atau lebih dikenal dengan Pancasila, yakni ketuhanan (al-uluhiyyah), kemanusiaan (al-insaniyyah), persatuan bangsa Indonesia (wahdah sha'b indunisi), demokrasi kebangsaan (al dimuqrathiyyah al-sha'biyyah), keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia (al-adalah al-ijtima'iyyah lil ummah al-indunsiah bi asriha).

Mbah Moen juga bersyukur kepada Allah karena bangsa Indonesia masih diberi konsistensi menegakkan prinsip-prinsip kebangsaan di atas, sampai hari ini. Namun beliau menyampaikan keprihatinan melihat kondisi sosial belakangan. Beliau menyebut kondisi saat ini sebagai al-huznus syadid (keprihatinan yang mendalam), yaitu munculnya perbedaan pendapat sesama anak bangsa.

Beliau menyesalkan ada sebagian orang yang sedang berupaya menciptakan kegaduhan (thawa'if tubashir bi ihdath al-fitan). Mereka adalah orang-orang yang mengaku membela Islam dan umat Islam. Lebih disesalkan lagi karena mereka berkolaborasi dengan kaum teroris-ekstrimis (al-irhabiyyun al-mutatharrif). Beliau mengakhiri keprihatinannya dgn membaca istirja', inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Dalam pengamatan Mbah Moen, ternyata mereka punya agenda yang lebih luas, yaitu mendirikan khilafah islamiyyah, padahal mereka adalah orang-orang yang tdk mengenal apa yang menjadi pegangan generasi muslim pertama, kaum muhajirin dan anshor.

Mbah Moen mengakhiri pesannya dengan memuji Allah Swt yang telah menunjukkan kebenaran, bahwa yang benar adalah yang sesuai dengan tuntunan bapak para nabi, Nabi Ibrahim as., seperti disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw:

على العاقل ان يكون عارفا بزمانه مستقبلا في شأنه عارفا بربه

Artinya: orang pintar harus paham kondisi zaman. Melakukan yang terbaik untuknya, seraya mengingat Tuhan. (Al-Hadits)

Lalu, Mbah Moen menutup pesannya dengan mendokan bangsa Indonesia. Semoga beliau senantiasa dijaga Allah, dipanjangkan umurnya, dan memberi kita suluh untuk mnjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. [Habib Syech Bersholawat] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/mbah-moen-mereka-mengaku-membela-islam-tapi-kolaborasi-dengan-teroris.html

Wednesday, May 13, 2009

Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung

Habib Syech Bersholawat - Jika Anda sering bangun pagi pada saat adzan subuh berkumandang, maka Anda akan mendengar kalimat "Ashsalatu khairum minan naum". Yang jika di artikan kedalam Bahasa Indonesia itu berarti "shalat lebih baik daripada tidur". Namun saat memasuki waktu shalat lainnya tidak dijumpai kalimat tersebut dalam adzan.

Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat
Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat


Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung

Hal ini tentu memunculkan pertanyaan di dalam diri Anda, kenapa kalimat "Ashsalatu khairum minan naum" hanya ada pada saat adzan shalat subuh saja? Dan tidak ada di adzan pada shalat lain? namun kini pertanyaan itu nampaknya sudah terjawab dari beberapa studi yang sudah dilakukan oleh para peneliti.

Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat
Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat


Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung



Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat
Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung - Habib Syech Bersholawat


Adzan Subuh Mengingatkan Kita Agar Tubuh Siap Hadapi Serangan Jantung

Mengapa Adzan Shalat Subuh Berbeda?

Dan ternyata dalam kalimat tersebut, terdapat isyarat serta pesan yang sering di abaikan oleh kita sebagai kaum muslimin. Dalam kalimat itu, Allah memberikan isyarat kasih sayang-Nya kepada kita semua.

Kita diperintahkan untuk shalat di waktu subuh ternyata bukan hanya sebagai kewajiban saja, tetapi ada juga manfaat yang dapat kita ambil dari shalat tersebut. Dan hal ini sudah di buktikan melalui beberapa penelitian ilmiah.

Pada studi MILIS, GISSI 2 serta studi-studi lainnya yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang dapat dipercaya menemukan sebuah kesimpulan jika puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang.

Karena pada waktu-waktu itu sistem tubuh manusia mengalami perubahan dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah China:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis atau YIN dalam istilah China.

Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk.

Ternyata, pada saat pergantian waktu pada pagi buta hingga siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) bahkan di saat kita tertidur.

Anehnya lagi, hal ini terjadi pada semua manusia termasuk Anda, saya dan orang-orang di dunia ini. Hal seperti ini seperti yang disebutkan dalam ritme sirkadian yang secara kodrati diberikan Allah SWT kepada semua manusia.

Furchgott dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya.

Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu Asetilkolin.

Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.

Jadi inilah yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, suatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu.

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain di seluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada di dalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan atau melebarkan pembuluh tersebut. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO (Nitrik Oksida). Ketiga peneliti itu, Furchgott, Ignarro serta Murad dianugerahi sebuah nobel pada tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi. Dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak dan olahraga.

Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi atau sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi pada saat kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise, yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke masjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular, tanpa manusia menyadarinya.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejang, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis).

Dengan exercise, tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.

Sejak awal kedatangan Islam, Allah menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah menyatakan manfaat shalat subuh ini secara tersirat dan baru bisa diketahui pada masa sekarang ini.

Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasih-Nya pada hamba-Nya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/adzan-subuh-mengingatkan-kita-agar-siap-hadapi-serangan-jantung.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock