Showing posts with label NetizenNu. Show all posts
Showing posts with label NetizenNu. Show all posts

Sunday, December 11, 2016

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Habib Syech Bersholawat - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali - Habib Syech Bersholawat


PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Habib Syech Bersholawat/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Sunday, August 28, 2016

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Habib Syech Bersholawat - Polemik tentang pendapat seorang da'i (bukan ulama) yang mengatakan bahwa ayah dan ibu nabi itu kafir serta masuk neraka telah membuat banyak umat Islam yang cinta kepada Nabi tersakiti. Termasuk yang terjadi dalam percakapan antara penanya dan Gus Awy Ali Imron (Lamongan), alumnus Rushaifah Makkah dan juga santri Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasani.

Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat
Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar - Habib Syech Bersholawat


Yang Berfatwa Ayah Ibu Nabi di Neraka Itu Kurangajar

Anda boleh simpan hasil percakapan dari WhatsApp ini untuk disebarkan atau digunakan hujjah bagi mereka yang suka usil kemuliaan tauhid dan kemuliaan Nabi Agung Muhammad SAW. Kami edit ejaan saja. Tidak ada tambahan.

Penanya: Ada yang berfatwa bahwa Ibu dan ayah Nabi mati kafir dan di neraka? Mohon penjelasanya Gus!

Gus Awy Ali Imron: Hanya orang kurangajar kepada Nabi yang berani berfatwa seperti itu.

Gus Awy Ali Imron: Permasalahan ini berhubung langsung dengan urusan tauhid. Telah disepakati oleh mayoritas ulama sejak salaf bahwa orang yang hidup di masa tenggang waktu kevakuman antar Nabi, tidaklah disiksa. Termasuk dalam hal ini adalah orang tua Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Tentang hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat al-Isro ayat 15 dan Assyu'aro ayat 219.

Keterangan:

Al-Isra' ayat 15 adalah:

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya:

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Gus Awy Ali Imron: Lagipula apa ada untung membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kita?

Gus Awy Ali Imron: Secara logika saja, kita sendiri, apa mau jika dikatain bahwa orang tua kita masuk neraka? Apalagi kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Jadi, kesimpulannya, orang yang mengatakan bahwa orang tua Nabi di neraka, siapapun orang itu, berlabel ustadz, Lc atau bahkan syaikh sekalipun, adalah orang yang sangat kurangajar dan tidak punya tatakrama kepada Nabi.

Gus Awy Ali Imron: Ayah Nabi meninggal kala Nabi di kandungan. Ibunya meninggal kala Nabi masih kecil usia 6 tahun. Sementara Nabi baru diangkat jadi Nabi pada usia 40. Lantas, secara logika, dari mana orangtua Nabi menerima dakwah?

Gus Awy Ali Imron: Sementara Nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad, yaitu Nabi Isa, telah diangkat pada 33 M, Nabi sendiri lahir pada 571 M, tenggang waktu kekosongan Nabi 5 abad sendiri.

Gus Awy Ali Imron: Ini sudah cukup menjawab akan fatwa bodoh dan kurangajar itu.

********

Polemik pecah belah ini berawal dari penafsiran tesktual wahabi yang diambil dari hadits riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berisi:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِى؟ قَالَ: “فِى النَّارِ.” فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِى وَأَبَاكَ فِى النَّارِ

Artinya:

Ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, dimana ayahku?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di neraka.” Ketika orang ini pergi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memangilnya, dan bersabda, “sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim 521, Ahmad 12192, dan Abu Daud 4720).

Hadits di atas akhir-akhir dimuat di beberapa website wahabi tanpa tafsir dan analisa sejarah, utamanya tentang Fatroh (masa vakum kenabian). Salah satu website wahabi tersebut adalah konsultasisyariah [dot] com. Adapun ustadz wahabi yang menyebut orang tua Nabi kafir adalah Firanda Andirja dan Khalid Basalamah. Videoanya banyak beredar di Youtube.

Percakapan WhatsApp di grup Tanya Jawab Syariah yang terjadi pada Selasa (27/09/2016) di atas itu, kiranya cukup menjawab bahwa yang menyebut orangtua Nabi itu kafir dan di neraka tidak paham sejarah kontinuitas kenabian dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad. Sekian. Mohon disebarkan. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/yang-berfatwa-ayah-ibu-nabi-di-neraka-itu-kurangajar.html

Monday, January 20, 2014

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Habib Syech Bersholawat - Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - Habib Syech Bersholawat
Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - Habib Syech Bersholawat


Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

Habib Syech Bersholawat

1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

Habib Syech Bersholawat

2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia (HTI dan PKS).

3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

Baca: Habib yang Ketua Ansor Jember Ini Dibunuh PKI

Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini:

– Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

– Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di Indonesia.

– Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

– Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM.

Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia.

Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/isu-pki-itu-mainan-para-alumnus-amerika-lalu-radikalis-mainan-siapa.html

Tuesday, November 12, 2013

Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI

Habib Syech Bersholawat - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapatakan perlawanan dari PAC GP Ansor Banser dan Pagar Nusa Kecamatan Kayen, Pati, pada saat mereka mengadakan pertemuan di Gedung Haji, Kec. Kayen, Kab. Pati, Jateng, Ahad (13/11/2016) pagi.

Awalnya, Ketua PAC GP Ansor Kayen mendapatakan selebaran yang isinya akan ada kegiatan mengatasnamakan HTI di daerah tersebut yang kabarnya mengundang tokoh-tokoh NU di 21 desa se Kecamatan Kayen. Setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut benar adanya.

Mengingat situasi politik di Jakarta yang belum padam, Ansor langsung berkoordinasi dengan Pagar Nusa (PN) untuk mendatangi acara. Informasi yang diterima Duta Islam menyebutkan, ada 20 anggota HTI dan 35 tokoh NU yang hadir di acara. Ini yang menurut Ansor harus diwaspadai.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Ketua PAC Ansor, Sunoto, menetapkan siaga 1 wahabi di daerahnya atas digelarnya acara HTI, yang terkesan sembunyi-sembunyi dengan misi politis mempengaruhi tokoh-tokoh kiai sepuh NU.

Dipimpin langsung oleh Sunoto, pagi itu juga sekitar jam 10.00 WIB, 30 orang terdiri atas Ansor, Banser dan Pagar Nusa, bergerak menuju Gedung Haji Kayen. Dalam pertemuan tersebut, HTI mengajak bergabung kepada para kiai NU karena umat Islam disebut sudah bersatu sejak demo 411 di Jakarta.

"Umat Islam sekarang sudah bersatu. Hal ini dibuktikan dengan acara demo 4 November 2016 yang diikuti hampir semua ormas Islam. Oleh karena itu, mari NU juga bersama-sama ormas Islam yang lain untuk menjaga persatuan antar umat Islam yang semakin nyata," kata salah satu anggota HTI, dikutip Duta Islam dari laporan Joko Buono, anggota Pagar Nusa Pati, kemarin (13/11/2016).

Melihat agenda HTI yang main colong kepada sesepuh NU di wilayahnya, Ansor, Banser dan Pagar Nusa memberikan kesempatan pertemuan HTI tersebut hingga pukul 11.30 WIB, sebagaimana rencana awal. "Kalau jam 11.30 tidak bubar, maka akan dibubarkan paksa," demikian ultimatum Ketua Ansor. Redaksi Habib Syech Bersholawat belum menerima laporan lebih lanjut atas berita ini. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/adakan-pertemuan-siluman-dengan-35-kiai-gp-ansor-kayen-bubarkan-hti.html

Monday, June 24, 2013

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Pria berambut gondrong itu menunjukkan gambar hasil potretan dari kamera ponselnya. Kemudian tertawa lepas. Ketika saya bertanya kenapa tertawa, dia menjawab dengan tertawa. Ketika saya tanya lagi, dia masih menjawab dengan tertawa juga.

Ini, ini lho Kiai Adlan Aly, kata pria berambut gondrong bernama Imam Maarif itu sebelum pembukaan pameran tunggal Sang Kekasih karya pelukis Nabila Dewi Gayatri di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5) yang diresmikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)


Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Kemudian dia menceritakan bahwa di tahun 80-an, ia adalah satrinya Kiai Adlan Aly. Ia belajar menghafalkan Al-Quran langsung kepada kiai itu.

Habib Syech Bersholawat

Dia kan kalau ngajar, sembilan orang enam orang berada di hadapannya. Kalau salah tangannya berbunyi, tek, tek. Tangan ke meja. Berarti salah, katanya.

Habib Syech Bersholawat

Sampai saat ini, ia mengakui kehebatan konsentrasi Kiai Adlan. Karena dalam satu waktu, ia bisa menyimak beberapa santri yang membaca Al-Quran secara bersamaan, padahal ayat yang dibaca berbeda. Namun, Kiai Adlan mampu membagi konsentrasinya sehingga bacaan salah diketahuinya.

Menurut dia, waktu itu, tidak banyak yang santri yang diajari langsung Kiai Adlan. Kebanyakan ditangani santri senior murid Kiai Adlan. Sementara dia bersama beberapa temannya langsung ditangani Kiai Adalan.

Suatu ketika, selepas maghrib, dia bersama sembilan temannya membacakan hafalan masing-masing. Tentu dengan ayat berbeda. Tiba-tiba, tangan Kiai Adlan berbunyi. Imam tidak merasa bacaannya salah. Ia melanjutkan bacaannya. Tapi tangan Kiai Adlan berbunyi lagi. Ia melanjutkan lagi. Tapi lagi-lagi tangan Kiai Adlan berbunyi.

Tangan Kiai Adlan berunyi tiga kali dan saya tidak tahu letak kesalahannya. Saya membacakan surat Al-Baqarah akhir. Saya masih kecil, Tsanawiyah, jelasnya. Namanya orang takut, campur keringetan. Kan jarang-jarang langsung kiai besar seperti dia, lanjutnya.

Lalu, karena dia masih melanjutkan bacaan, tanpa diduga, Kiai Adlan menarik kepalanya. Kemudian meludahi telinga Imam. Lalu ia diberi tahu santri lain agar mundur karena bacaannya keliru.

Haha..ha.., dia kembali tertawa mengenang peristiwa itu. Gila lho, kiai bisa membagi konsentrasi sampai enam sembilan bacaan di waktu yang sama, katanya. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77813/pria-gondrong-itu-diludahi-kiai-adlan-aly

Habib Syech Bersholawat

Friday, May 25, 2012

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Habib Syech Bersholawat - Jalan lumayan lengang, setelah lampu hijau berganti menyala merah, saya berhenti tepat di depan tiang lampu merah. Karena garis putih pembatasnya sudah tidak telihat, jadi tidak ada patokan jelas di mana saya harus berhenti.

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat
Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka - Habib Syech Bersholawat


Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Selang beberapa detik, ada tiga motor melewati posisi saya, masing-masing sendiri tanpa berboncengan. Mereka semua mengenakan baju koko warna gelap (terlihat dari sembulan di bawah rompi dan jaket). Tampilan celana mereka jauh di atas mata kaki.

Lampu merah masih menyala, beberapa kali mereka mau mencuri-curi kesempatan menerobos, saya maju mendekat ke mereka dan membuka masker saya.

"Assalammualaikum...mau ke Al-Azhar ya pak? Ikut demo?" Mereka menjawab salam saya dengan semangat.

"Walaikumsalam, iya khi, antum mau ke sana juga? Bareng aja khi," saya tersenyum.

"Nggak, saya mau jihad, cari nafkah, dan maaf, antum semua saya perhatikan melanggar marka jalan, dan berkali-kali mau menerobos lampu merah. Saya Islam, dan barusan saya merasa malu tertampar-tampar oleh perilaku antum. Maksud antum semua mungkin baik, tapi jika hal kecil seperti ini nggak antum perhatikan, coreng semuanya. Maaf sekali lagi".

Lampu menyala hijau, mereka langsung nyelonong tanpa memberi salam pada saya. Semoga Alloh merahmati kalian. [Habib Syech Bersholawat]

Keterangan: Lokasi dialog dan peristiwa ironis di atas terjadi di lampu merah Panglima Polim, Jakarta Selatan, seberang Blok M Plaza, pada Senin (23/01/2017) pukul 09.07 WIB. Nama penulis disimpan redaksi.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/jleb-ini-dialog-pencari-nafkah-kepada-pendemo-fpi-saat-kepergok-langgar-marka.html

Wednesday, November 9, 2011

Indonesias quran paper has export quality

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Industry Minister Ms Hidayat said Indonesia had to develop its Quran Paper (QPP) because it had export quality and the Quran printed with the OPP could last for 100 years.

"Indonesia should continue to develop its export products which have added values," the minister said here on Sunday as quoted by Antara news agency.

Indonesias quran paper has export quality (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesias quran paper has export quality (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesias quran paper has export quality

The minister made the remarks in connection with the donation of 100 thousand copies of the Quran by pulp producer Asian Pulp and Paper (APP) as a form of its social responsibility in the current fasting month.

Habib Syech Bersholawat

Minister MS Hidayat said he hailed the company`s donation of 100 thousand copies of the Quran.

"Building the nation in various aspects, including in the mental and spiritual aspects, is a shared responsibility. Therefore, I appreciated the APP`s step to donate copies of the Quran as a form of its social responsibility," the minister said.

Habib Syech Bersholawat

The copies of the Quran which were donated by the APP were printed using domestically produced QPP by PT Indah Kiat Pulp and Paper in Tangerang, Banten.

The Quran Paper is claimed to have a special print and texture quality which is light, soft, strong and could last for 100 years if the Quran is used in normal way.

About 80-90 percent of this paper production is exported, particularly to the Middle East countries, such as Egypt, Turkey, Syria and Lebanon which are centers of Quran printing for the world.

Corporate Affairs Director of APP Suhendra Wiriadinata said APP had the initiative to donate copies of the Quran to help people who needed them.

The Ministry of Religious Affairs predicted that the people needed some two million copies of the Quran in 2011.

But up to now, the national printing capacity of the Holy Book only reached about 50 thousand to 60 thousand copies.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46338/indonesia039s-quran-paper-has-export-quality

Habib Syech Bersholawat

Friday, August 19, 2011

Pilkada DKI Proyek Ujicoba Membesarkan Kelompok Radikal Perindu Khilaf?

Habib Syech Bersholawat - Serangkaian aksi Bela Islam di penghujung 2016 telah melukis kebangkitan kekuatan Islam yang selama ini terpecah dan tercecer. Penistaan agama adalah momentum, dan propaganda Al Maidah 51 adalah alat konsolidasi tokcer mengumpulkan masa Islam.

Koalisi longgar antara kelompok-kelompok Islam, FPI, MMI, HTI serta Ormas lain yang menyisip di dalamnya dapat kita teliti lebih dalam lagi. Terdapat tali-kelindan yang saling berinteraksi secara kokoh menguatkan satu sama lain yang bermuara pada kemenangan Anies di Pilkada DKI.

Kasus Al Maidah 51 yang menyeret Ahok mungkin hanya tuntutan antara. Momon politik DKI adalah pintu masuk radikalisasi Islam menancapkan kekuatannya. DKI Jakarta kemudian dijadikan medan tempur baru bagi kelompok Islam Trans-Nasional menunjukkan kekuatannya. Jakarta adalah kunci.

Pilkada DKI Proyek Ujicoba Membesarkan Kelompok Radikal Perindu Khilaf? - Habib Syech Bersholawat
Pilkada DKI Proyek Ujicoba Membesarkan Kelompok Radikal Perindu Khilaf? - Habib Syech Bersholawat


Pilkada DKI Proyek Ujicoba Membesarkan Kelompok Radikal Perindu Khilaf?

Untuk mendirikan khilafah memang tidak mudah. Perjuangannya mensyaratkan strategi yang jitu, militansi kader, dana yang besar dan sosok yang mempersatukan. Anies, bagi mereka, merupakan sosok yang tepat diposisikan sebagai tokoh yang “laku dijual” menjadi juara saat ini.

Inilah peluang yang dimanfaatkan secara baik oleh kelompok pendukung Khilafah Islamiyah saat ini. Terlebih lagi Anies adalah sosok yang cerdas, pandai bertutur, dan perawakannnya Arab, semakin cocok dengan selera. Simpelnya, Anies adalah sosok yang berkesuaian dengan kebutuhan gerakan Radikal Khalifah Islamiyah saat ini.

Habib Syech Bersholawat

Dalam gerakan politik Islam, sama sekali tak diharamkan melancarkan strategi mengkapitalisasi situasi. Salah satu yang tengah mendapat angin adalah Hizbut Tahrir. Di Indonesia, HTI kini lebih gencar dan bernas menampakkan semangat ideologisnya. HTI didirikan pada 1953 di Al-Quds Palestina, dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Mesir dan pernah menjadi hakim di Palestina.

HTI mengedepankan ideologi Khilafah Islamiyah yang terkoneksi dengan Ikhwanul Muslimin (IM). Di Indonesia sejak 1980an, HTI lebih dominan bergerak di bawah tanah karena belum memiliki pengaruh ke dalam kekuasaan, kecuali ikut ambil bagian dalam mobilisasi aksi bela Islam (demonstrasi) sebagai taktik menunggang, namun tetap mengusung jargon anti-demokrasi dan nasionalisme.

Habib Syech Bersholawat

Pada awal pergerakannya, HTI memanfaatkan dakwah di dalam masjid kampus, perumahan dan perkantoran. Di Indonesia, HTI tetap menganggap Pancasila bertentangan dengan Semangat Khilafah Islamiyah. HTI telah menjadi organisasi ilegal di Libanon, Suriah dan Yordania.

Namun di momentum elektoral DKI Jakarta, HTI tak perlu takut, segan apalagi malu ikut dalam demonstrasi besar atas nama bela agama. Ismail Yusanto, Jubir HTI bahkan terkesan berusaha mengadu domba antara Ahok dan NU. Hal ini menggambarkan adanya pembagian peran yang sistematis antar aktor-aktor dari kelompok mereka.

Aktor berikutnya yang patut dicermati adalah Ikhwanul Muslimin (IM) yang berpusat di Ismailiah, Mesir. IM berdiri sejak 1928 oleh Syaikh Hasan Al-Banna yang mengakomodir kelompok Salafi yang Wahabi sehingga kelompok ini kian besar seiring waktu. Dalam strukturnya terdapat institusi/biro rahasia jihadist bernama Tandhimul Jihad dibawah komando langsung IM.

IM masuk ke Indonesia melalui mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir, kelompok ini dinamakan Usrah. Satu Usrah minimal 7 orang dan maksimal 10 orang dan ada Amir sebagai penanggung jawab. IM memuthakirkan gerakannya di Indonesia melalui gerakan politik yang menamakan dirinya Tarbiyah.

Inilah bibit dari salah satu Partai Islam yang lumayan besar di Indonesia sejak 1998. Secara simbol, HTI, IM dan PKS memang ada kesamaan, yaitu bercelana cingkrang dan berjenggot. Secara paradigmatik mereka menganggap yang paling Islam, di antara kelompok Islam lainnya. Bahkan cenderung menyesat-nyesatkan.

Dalam kelembagaan dan formalisasi berdirinya syariah Islam, Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin bertemu dalam kutub yang sama. Dalam perjuangan dan strategi yang terbatas juga mengalami kecocokan dengan PKS. Semua aktor-aktor ini amat gemar mencari sarana jihad dan bertemu pada titik pintu terakhir, yaitu Istilamul Hukmi (merebut kekuasaan).

Modus operandinya adalah merekrut pemuda-pemudi yang tidak kritis, dan mudah dipengaruhi dan secara struktural tergolong ke dalam masyarakat ekonomi lemah dan memobilisasinya dalam isu sektarian menjadi gelombang aksi yang besar, kemudian mengganti rezim dan sistem sebuah negara.

Potongan-potongan analisis aktor tadi kian utuh menjadi gambaran yang jelas takala, Anies Baswedan bertemu dengan Rizieq Shihab (FPI) pada 1 Januari 2017 lalu. Dari kacamata politik, keduanya memiliki kecocokan visi dan misi yang sejalan. Kalau mau menang, maka Anies harus sowan ke FPI. Begitu kira-kira negosiasinya.

Terlebih HRS telah mendaulat diri sebagai Imam Besar Umat Islam. Padahal, sulit untuk menghindari identitas FPI yang terasosiasi dengan kekerasan dan radikalisme gerakan Islam. Bahkan jubir FPI Munarman konon juga telah membaiat secara massal anggota ISIS di Sudiang, Sulawesi Selatan (01/2015).

Kini tengah beredar foto Anies Baswedan bersama Hidayat Nur Wahid dan Yusuf Qaradhawi di Doha pada tahun 2009. Yusuf Qaradhawi sejarahnya memfatwa mati Qaddafi (Libia), bahkan Qaradhawi telah memfatwa mati semua pendukung Assad, termasuk ulama seperti Syekh Al Buthi (lihat wawancara Yusuf Qaradhawi di TV Al Jazeera (Qatar) 2013). Perlu diketahui, buku-buku Yusuf Qaradhawi adalah bacaan wajib bagi kader PKS.

Anies, Habib Rizieq (FPI), HTI, IM, PKS dan juga ISIS bukan tidak mungkin telah memainkan suatu operasi yang sistematis dalam menjalankan agenda tegaknya Khilafah Islamiyah. Momentum Pilkada DKI adalah proyek ujicoba yang secara ideologis dapat menjadi sarana pembesaran ideologi Radikal Islam.

Peluang sekecil apapun akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Posisi Indonesia teramat penting untuk diabaikan dalam agenda perluasan penguasaan ideologi trans-nasional termasuk Khilafah Islamiyah dan kembali lagi, rakyat DKI Jakarta adalah penentunya. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/pilkada-dki-proyek-ujicoba-membesarkan-kelompok-radikal-perindu-khilaf.html

Saturday, May 14, 2011

100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin

Amsterdam, Habib Syech Bersholawat. Sedikitnya 100 Muslim Belanda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam mengikuti pengajian akbar dan terapi zikir yang dipandu oleh Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI KH Wahfiudin Sakam, Sabtu (12/11) sore. Acara di Masjid Al-Ikhlas Amsterdam ini merupakan kegiatan reflektif menjelang akhir kepengurusan PPME Al-Ikhlas Amsterdam yang berakhir di pengujung tahun ini.

Ketua PPME Al-Ikhlas Amsterdam Hansyah Iskandar Putera berharap agar program ini bisa mengantarkan para jamaah menjadi Muslim yang senantiasa taat dan zikir kepada Allah SWT.

100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin (Sumber Gambar : Nu Online)


100 Muslim Belanda Ikuti Terapi Zikir Talqin

Kiai Wahfiudin mengajak para jamaah untuk menjauhi pola hidup sekular-hedonis, yaitu kehidupan yang senantiasa menjadikan kebahagian duniawi, harta, takhta hingga lawan jenis sebagai tujuan hidup yang utama.

Habib Syech Bersholawat

Hedonis akan membutakan mata hati kita dari mengingat Allah dan kehidupan setelah mati. Muslim yang baik adalah mereka yang bisa manfaatkan kehidupan dunia untuk menyiapkan bekal sebaik-baiknya untuk kehidupan akhirat, tegasnya.

Habib Syech Bersholawat

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk selalu memperbaharui iman setiap waktu kapanpun dan di manapun dengan terus memperbanyak zikir mengingat Allah, antara lain dengan mengucapkan kalimat "L ilha Illallh." Iman manusia, pada hakikatnya, mengalami fase naik turun setiap saatnya karenanya harus terus diberikan asupan nutrisi spiritual.

Aldi (24), pelajar Vrije University Amsterdam beryukur bisa mengikuti program ini. Setiap penuntut ilmu (pelajar) harus senantiasa menyeimbangkan antara zikir dan pikir agar ilmu yang sedang dipelajari bisa dengan mudah dipahami dan kelak bermanfaat bagi diri, agama, dan negara, tegasnya. (Dito Alif Pratama/Alhafiz K)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72894/100-muslim-belanda-ikuti-terapi-zikir-talqin

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, February 2, 2011

Jika Kebhinnekaan Adalah Kodrat dan Agama Bukan Laknat

Habib Syech Bersholawat - Kafir adalah istilah keagamaan (Islam) dalam bahasa Arab, yang secara harfiah berarti “(orang) yang menutup diri”. Bentuk noun-nya adalah “kufur” yang berarti “penyangkalan atau pengingkaran”. Secara istilah (terminologis), “Kafir” berarti “orang yang menutup atau menyangkal atau mengingkari “Kebenaran” (dengan K besar yang berarti Tuhan), sekaligus menutupi atau mengingkari bukti-bukti tentang adanya Kebenaran Tuhan.

Inilah karena dalam keyakinan umat beragama, semua agama, tidak ada kebenaran yang lebih mutlak, absolut dan tidak terbantahkan selain “Tuhan” itu sendiri. Bagi umat beragama, Tuhan diyakini bukan hanya sebagai Kebenaran, tapi sekaligus sumber dan rujukan dari semua “kebenaran”. Karena itu lazim dikatakan bahwa penyangkal Kebenaran (dengan K besar yang berarti Tuhan), disebut si Kafir, si Penyangkal.

Dalam perkembangan sejarahnya, istilah “Kafir” dapat dibedakan menjadi dua tingkatan: kafir mutlakHabib Syech Bersholawatsolut dan kafir nisbi/ relatif. Kafir absolut adalah orang yang sama sekali tidak percaya pada adanya “Tuhan” sebagai Pencipta segala yang ada, sekaligus sebagai yang maha mengatur jagat raya dan seisinya.

Bagi mereka, alam dan jagat seisinya, termasuk dirinya sendiri, menjadi ada bukan karena (diciptakan) Tuhan, melainkan meng”ada” dengan dirinya sendiri, atau mengada secara alami. Dalam istilah filsafat, orang yang seperti ini dikenal dengan sebutan “atheist”, orang yang menyangkal adanya Tuhan.

Habib Syech Bersholawat

Di samping Kafir absolut (atheis) ada yang disebut “Kafir Relatif/ Nisbi”. Yakni orang yang percaya kepada Tuhan sebagai Pencipta alam semesta, tapi dengan konsep “ketuhanan dan keagamaan” yang berbeda antara yang dianut oleh satu agama dengan kelompok agama yang lain. Tuhan, sebagaimana dikonsepsikan dan diyakini umat agama A, bisa berbeda dengan Tuhan yang diyakini oleh umat penganut agama B, C, D dan seterusnya. Bahkan boleh jadi dalam satu rumpun umat agama yang sama, katakanlah agama A, bisa muncul konsep yang lebih detail perihal Tuhan yang berbeda-beda.

Karena itu bisa dikatakan bahwa dilihat dari konsep ketuhanan yang diimani umat lain, semua orang adalah kafir. Kekafiran seperti ini terkait dengan keyakinan pada satu doktrin ketuhanan tertentu yang diajarkan oleh agama tertentu. Atribut ke-kafir-an yang bersifat nisbi ini tertuju atau terlabelkan bukan pada orang yang sama sekali tidak percaya adanya Tuhan alias Atheis, melainkan terhadap orang atau komunitas yang tidak percaya kepada Tuhan yang dikonsepsikan dan diimani oleh penganut agama atau keyakinan yang berbeda.

Sebagaimana kita ketahui, semua agama bertumpu pada doktrin keimanan primer terhadap Tuhan. Bukan agama kalau tidak mendoktrinkan keimanan adanya Tuhan. Meskipun demikian harus diakui bahwa konsep Tuhan yang dirumuskan dan diyakini oleh masing-masing agama bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Bahkan umat satu agama dengan mazhab atau aliran yang berbeda pun bisa memiliki konsep atau citra Tuhan yang berbeda pula.

Kenapa begitu? Sederhana saja jawabannya. Karena meskipun semua agama percaya pada Tuhan, dan mendoktrinkan umatnya untuk berserah diri kepada-Nya, tidak ada satu pun di antara mereka yang pernah bertemu, melihat sendiri secara kasat mata, dan berkomunikasi langsung dengan “Sosok” yang diklaim sebgai Tuhan itu. Toh mereka tetap percaya; itulah yang disebut “iman”; suatu “keberanian” luar biasa untuk mempercayai sekaligus mempertaruhkan “hidup” pada “Sosok” yang sama sekali belum dan tidak pernah dilihat dan disaksikan dengan mata kepala sendiri.

Maka bisa dimengerti, jika dikatakan bahwa iman adalah “hidayah” atau “bimbingan” Tuhan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Jika saja iman kepada Tuhan sepenuhnya merupakan hasil pencarian manusia dengan akal-budi atau nalarnya, niscaya hanya para filsuf sajalah yang bisa menjadi manusia beriman. Nyatanya tidak. Bahkan tidak sedikit filosof yang secara aktif mendakwahkan kekufuran atau penyangkalan kepada Tuhan, alias atheis. Iman adalah “anugerah” bimbingan dan uluran tangan Tuhan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Pemikir atau filosof ulung pun, jika tidak karena hidayah-Nya, niscaya akan tetap dalam penyangkalan (kekafiran) terhadap-Nya.

Memang sebagian orang, yang jumlahnya cukup banyak, besar kemungkinan menjadi beriman lebih karena keturunan, karena pengaruh lingkungan keluarga atau masyarakat sekitarnya. Itulah modal awal yang sangat berharga. Tapi tanpa refleksi yang lebih mendalam terhadap “keimanan” yang terberikan lewat lingkungan primernya, keimanan seperti itu akan mudah tergerus oleh pengaruh sekitar yang menafikannya. Keimanan seperti itu akan mudah goyang bahkan runtuh oleh ujian-ujian kehidupan sesaat.

Di sinilah letak urgensi dari aktivitas ritual berjamaah bersama komunitas seiman yang lazim dilakukan dalam tempat-tempat ibadah (masjid, gereja, vihara dsb) di bawah bimbingan para imam (tokoh-tokoh agama) lokal masing-masing. Khutbah para imam di sini memegang peranan penting untuk memelihara dan meneguhkan keimanan komunitas iman masing-masing. Tidak mudah dihindarkan karena adanya khutbah-khutbah pemupukan keimanan dalam bingkai fanatisme yang acapkali menyangkal atau merendahkan konsep keimanan pihak lain.

Di sinilah perlunya forum para pemimpin umat beragama sebagai kepala-kepala ‘suku’, untuk memupuk toleransi antar komunitas beriman/ beragama, minimal untuk menghindari konflik sesama; syukur-syukur bisa mendorong kerja sama bagi kemajuan sebangsa. Bagi bangsa Indonesia yang luar biasa plural, baik dalam keyakinan maupun etnik dan orientasi politiknya, dialog antar iman ini sangatlah dibutuhkan.

Kebinnekaan bangsa Indonesia adalah kodrat, yang jika kita bisa rawat dan syukuri akan menjadi anugerah yang sangat indah. Sebaliknya, jika gagal merawatnya, bahkan kita ingkari dan kufuri, maka seketika kebinnekaan itu akan berbalik menjadi musibah dan kutukan yang menghancurkan segalanya. Semua itu tergantung kita sendiri, terutama para pemimpin agama, untuk membuktikan bahwa agama itu rahmat, bukan laknat! [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/jika-kebhinnekaan-adalah-kodrat-dan-agama-bukan-laknat.html

Friday, July 2, 2010

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Habib Syech Bersholawat - Almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur) sambil bercanda pernah berkata, “hal yang misterius dan hanya Tuhan yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur”.

Gus Dur -allah yarham,- memang begitu misterius, hingga sikap, ucapan dan kebijakan beliau sering disalahpahami orang lain, bahkan oleh sebagian warga nahdhiyin (NU) sendiri. Apalagi musuh-musuh beliau yang menilai bahwa ucapan dan sikap beliau tidak masuk akal, bahkan mereka “men-cap” beliau sebagai orang gila.

Namun belakangan, terlebih setelah Gus Dur wafat, sikap dan ucapan beliau yang dianggap tidak masuk akal, ternyata terbukti banyak benarnya.

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Habib Syech Bersholawat
Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila - Habib Syech Bersholawat


Ucapan Gus Dur yang Terbukti Benar Meski Dianggap Gila

Seperti yang diceritakan para tokoh Vatikan, saat Gus Dur menjabat sebagai ketua PBNU, beliau mengunjungi Vatikan. Dan sambil guyon Gus Dur berkata bahwa beliau akan datang lagi ke Vatikan tapi tidak sebagai ketua PBNU tapi sebagai seorang Presiden.

Ucapan Gus Dur hanya dianggap candaan oleh para tokoh Vatikan. Dan ternyata pada kunjungan selanjutnya tokoh Vatikan terkaget-kaget karena Gus Dur memang datang sebagai seorang Presiden. Itulah mengapa beliau dijuluki “santo” oleh para tokoh Vatikan.

Habib Syech Bersholawat

Saat Gus Dur diminta pertanggung jawaban oleh DPR, dengan gagah berani beliau datang ke gedung bundar dan menghadapi anggota DPR. Di hadapan mereka semua, dengan lantang Gus Dur mengatakan bahwa DPR seperti Taman Kanak-kanak.

Habib Syech Bersholawat

Saat itu, banyak anggota DPR yang tersinggung dan menuding Gus Dur gila. Tapi pada kenyataan yang kita lihat saat ini, ternyata apa yang dikatakan Gus Dur, benar-benar terbukti. Anggota DPR senang ketika jalan-jalan dan tidur ketika sidang, senang rebutan proyek, dan punya pernah ada kasus meminta-minta dari "papa minta saham, mama minta s0ftex dan sekarang, si papa malah ada yang minta kasur, dan seterusnya.

Pak Sutarman adalah ajudan Gus Dur, dan Gus Dur pernah berkata pada Pak Sutarman, “nanti Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro, setelah itu Pak Tarman akan menjadi Kapolri”. Pada saat itu, Pak Sutarman hanya tertawa karena mengganggap hal itu tidak akan terjadi, bahkan bermimpi menjadi Kapolri pun belum pernah. Dan tepat pada tanggal 23 Oktober 2013, Pak Sutarman ternyata resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.

Pada 8 Januari 2006, Gus Dur pernah mampir ke rumah dinas walikota Solo untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama. Saat itu Bung Joko baru 6 bulan menjabat walikota. Dan pada hari itu Gus Dur berkata, “siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden.” Bung Joko hanya senyam-senyum pada waktu itu.

Di pagi hari, Gus Dur meminta Kang Said (KH. Said Aqil Siradj) untuk menyediakan air putih dan roti tawar untuk sarapan. Lalu Gus Dur meminta Kang Said untuk membacakan kitab Ihya’ Ulumuddin.

Baru dibacakan dua paragraf, Gus Dur sudah mendengkur. Lima menit kemudian beliau terbangun dan berkata pada Kang Said, “sampean akan menjadi ketua PBNU di atas usia 55 tahun”.

Pada Muktamar NU ke 30, Kang Said di usia 46 tahun mencalonkan diri menjadi ketua PBNU bersaing dengan KH. Hasyim Muzadi. Dan yang terpilih pada saat itu adalah KH. Hasyim. Selanjutnya, pada muktamar NU ke-32, Kang Said mencalonkan diri lagi menjadi ketua PBNU. Saat itulah beliau terpilih, tepat di usia 56 tahun.

Setelah gagal menjadi gubernur Bangka Belitung, Koh Ahok bertemu Gus Dur dan Gus Dur berkata, “kamu akan menjadi gubernur”. Benar juga, Ahok akhirnya jadi gubernur, tapi bukan di Bangka Belitung.

Guru Besar UGM Profesor Suhardi, pernah menjadi Dirjen di Departemen Kehutanan di era Gus Dur. Di ruang ICCU, berapa hari sebelum wafatnya, Gus Dur berkata kepada sang profesor, "Pak Hardi saya titip bangsa ini. Tolong ikut dikawal Pansus Century di DPR. Besok Kamis saya akan pulang ke Tebuireng dengan diantar banyak orang. Saya sudah ditunggu ayah saya di sana," kata Gus Dur. Beliua meninggal tepat sesuai perkataan.

Masih banyak lagi kisah misterius tentang Gus Dur. Yang membuat tertawa adalah perkataan Gus Dur yang pernah diucapkan kepada Fidel Castro, “saya menjadi presiden dipilih oleh orang-orang gila". Sekarang kita saksikan sendiri bagaimana perilaku mereka yang memilih Gus Dur pada masa itu. [Habib Syech Bersholawat]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ucapan-gus-dur-yang-terbukti-benar-meski-dianggap-gila.html

Wednesday, August 26, 2009

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Habib Syech Bersholawat - Shalat kifarot atau kifarat adalah shalat yang dilaksanakan untuk menebus kewajiban shalat yang lupa atau tertinggal dilaksanakan. Kesempatan untuk mengerjakannya hanya satu kali dalam setahun saja, yaitu setelah shalat Maghrib pada malam Jum'at terakhir di bulan Ramadhan, Kamis, 30 Juni 2016.

Sabda Baginda Nabi Muhammad Saw: Barang siapa yang selama hidupnya pernah meninggalkan shalat, tapi tidak dapat meghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rok'at dengan satu kali tasyahud akhir, tiap roka'at membaca surat Alfatihah 1 kali, surat al-Qodar 15 kali (Innaa anzalnaahu fii lailatilqodr dst), surat al-Fatihah 1 kali, surat al-Kautsar 15x.

Sahabat sayyidina Abu Bakar Shiddiq Ra berkata: Aku mendengar baginda Rosululloh bersabda, bahwa shalat tersebut sebagai kifarot/pengganti sholat 400 tahun. Menurut Sayyidina Ali, shalat kafarat tersebut sebagai kafarot 1000 tahun.

Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Habib Syech Bersholawat
Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan - Habib Syech Bersholawat


Cara Qadla Shalat Dengan Shalat Kifarat Malam Jumat Akhir Ramadhan

Maka bertanyalah sahabat: Umur manusia itu hanya 60-100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya?Baginda Rosul Saw menjawab: untuk kedua orang tuanya, istrinya, anak-anaknya, sanak familinya, serta orang-orang sekeliling di lingkungnnya.

Habib Syech Bersholawat

Niat shalat kafarat shalat adalah:

"Nawaitu Ushalli Kaffarotan Lima Faatani Minas Shalati Lillahi Ta'ala."

Setelah shalat, membaca istighfar 10 kali:

Habib Syech Bersholawat

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Membaca shalawat 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Lalu do'a khusus di bawah ini dibaca 3 kali.

Do'a yang pertama:

Bacanya: Alloohumma laa tanfa'uka tho'atii, walaa tadhurruka ma'shiyyatii, taqobbal minnii maa laa yan fa'uka, waghfirlii maa laa yadhurruka, yaa man idzaa wa'ada wa fii wa idzaa ta wa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli 'abdin zhoolama nafsahu wa as'aluka, alloohumma innii a'uudzubika min bathril ghinaa wajahdil faqri, ilaahii kholaqtanii walam aku syai'un, warozaqtanii walam aku syai'an, wartakabtu alma'aashii fa innii mukiirullaka bidzunuubii. Fa in 'afauta 'annii, falaa yanqushu min mulkika syai'an, wa in adzdzabtanii falaa yaziidu fii sulthonika syai'an, ilaahii anta tajidu man tu'adzdzubuhu ghoirii, wa anaa laa ajidu man yarhamanii ghoiroka, faghfirlii maa bainii wabainaka, waghfirlii maa bainii wabaina kholqika, yaa arhamarroohimiin, wayaa rojaa'a saa iliin, wayaa amaanal khoo-ifiina irhamnii birohmatikal waasi'aati, anta arhamurroohimiin, yaa robbal 'aalamiin.

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma’siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu’min dan mu’minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu ‘Ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.

Do'a yang kedua: Alloohummaghfir lilmu'miniina walmu'minaat, walmuslimiina walmuslimaat, wataabi'bainanaa wabainahum bilkhoiroti robbighfir war ham wa anta khoirur roohimiin, Washollalloohu 'alaa saiyyidinaa Muhammadin wa'alaa aalihi washohbihii wasallama tasliiman katsiiron. Aamiin.

Sampul Kitab A'lal Jawahir Ulama Yaman Banyak yang Melaksanakan

Dalam kitab A’lal

Jawahir disebutkan bahwa walau

shalat kafarat ini masih dalam arus perdebatan para ulama, namun banyak ulama

Yaman yang mengamalkan shalat yang disebut pula dengan shalat baro'ah (pembebasan)

itu. Bahkan, sebagaimana dinukil oleh al-Nasyiri, shalat tersebut tidak banyak

ditinggalkan kecuali oleh hanya sebagian kecil orang saja. (hlm. 98).

Dalam kitab tersebut dijelaskan lebih lanjut kalau shalat

kafarat atau baro'ah itu adalah titik pelebur (muhitd) orang-orang berilmu tinggi dan juga ahli fatwa. Para ahli wara' (wira'i), yang dikenal menguasai

ilmu lahir dan batin melaksanakan shalat kafarot tersebut sesuai daerah dimana

mereka tinggal.

Manusia-manusia mulia yang melaksanakan shalat kafarat itu antara

lain, -yang disebut dalam kitab,- adalah Syeikh Abu Bakar bin Salim, Al-Imam Al

Allamah Ahmad bin Zain al-Habsyi, Habib Umar bin Zain, Habib Ahmad bin Muhammad

al-Muhdlor, Habib Salim bin Hafidz bin Syeikh Abi Bakar bin Salim, Habib Abdullah

bin Abdurrahman bin Syeikh Abu Bakar bin Salim, dan lainnya dari kalangan ulama

Yaman dan Hadramaut.

Perintah melaksanakan shalat juga datang dari Al Imam Al

Hujjah al Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih, yakni seorang ulama yang

pernah disebut sebagai Allamah Ad-Dunya (paling alim seantero jagad) oleh Wali

Qutub bernama Habib Abdullah al-Haddad. [Habib Syech Bersholawat] 

Sumber keterangan:

1. Kitab Fa Firruu Ilallah

2. Kitab A'lal Jawahir

3. Kitab Majmu'atul Mubarokah susunan Syeikh Shodiq al-Qohhani 4. Al Imam Al Hafidz al Musnid Syeikh Abu Bakar bin Salim 5. Habib Qurays bin Qasim bin Ahmad Baharun

6. Habib Umar bin Hafidz

7. Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan

8. Syeikh Muhammad Fathurrahman Thoyyib al-Garwany, dan para ulama pengamal shalat kifarat lainnya yang masih banyak jika disebutkan.

Silakan diamalkan dengan mengetik Qobiltu di kolom komentar di bawah ini.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/cara-qadla-shalat-dengan-shalat-kifarat-malam-jumat-akhir-ramadhan.html

Tuesday, May 29, 2007

Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadiri Perwimanas Maarif NU

Jombang, Habib Syech Bersholawat. Bila tidak ada agenda khusus bersama presiden, dapat dipastikan sejumlah menteri akan menghadiri kegiatan perkemahan nasional Perkemahan Wirakarya Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Maarif NU.

Kepastian ini disampaikan rombongan dari Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Marif NU saat memberikan pengarahan kepada seluruh panitia Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) di Jombang, Ahad (9/6).

Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadiri Perwimanas Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadiri Perwimanas Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadiri Perwimanas Maarif NU

Yang sudah dipastikan hadir adalah Menteri Kesehatan, Menteri Pembangunan Daerah Tertingal, Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Koperasi dan UKM serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kata Muhsin Ibnu Juhan kepada para peserta rapat kordinasi Perwimanas.

Habib Syech Bersholawat

Sejumlah menteri menjamin, kalau tidak ada rapat mendadak dengan presiden, maka beliau dipastikan akan hadir, katanya disambut aplaus hadirin.

Habib Syech Bersholawat

Wakil Ketua PP LP Maarif ini menceritakan bahwa saat audiensi dengan sejumlah menteri tersebut, banyak tawaran yang diberikan saat acara kemah digelar.

Menteri Agama misalnya, disamping memberikan pengarahan juga akan memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah madrasah yakni RA hingga Madrasah Aliyah, katanya. Demikian juga beliau akan memberikan bantuan untuk sejumlah masjid serta mushalla, lanjutnya.

Meskipun tidak bisa hadir, Menteri Kehutanan akan memberikan bantuan bibit pohon produktif kepada panitia. Masih dipilih, tanaman apa yang cocok untuk daerah Jombang, tandasnya. Jumlah bibit yang akan diberikan adalah sebanyak seratus ribu.

Untuk Menteri PDT telah meminta untuk dipastikan area untuk pameran bagi koperasi dan usaha menengah kecil. Ada dua kontingen dari Lumajang dan Situbondo yang akan ikut serta memamerkan kreasi yang dimiliki.

Disamping sebagai ajang silaturahim bagi pengurus, anggota serta peserta, maka Perwimanas hendaknya dapat dijadikan sebagai media untuk mengukur soliditas panitia.

Bapak Muhsin mengingatkan penting dan strategisnya kegiatan Perwimanas. Ini adalah jambore terbesar, katanya. Bila kegiatan berjalan sukses, maka selamanya negara akan percaya kepada Maarif dan NU, lanjutnya.

Untuk itu, panitia harus benar-benar melakukan koordinasi secara cermat dengan meminimalisir segala kemungkinan terburuk yang akan menimpa peserta, pengurus dan juga sejumlah rombongan. Tegur semua panitia bila ditemukan ada hal-hal yang bisa mengurangi suksesnya kegiatan ini, katanya.

Perwimanas akan berlangsung tanggal 24-29 Juni 2013 di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang. Diperkirakan ada empat ribu peserta dari seluruh propinsi yang akan ikut kegiatan akbar ini.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45042/sejumlah-menteri-dijadwalkan-hadiri-perwimanas-ma039arif-nu

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock