Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Tuesday, March 14, 2017

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Kudus, Habib Syech Bersholawat. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali mengingatkan kepada warga NU untuk mengantisipasi paham-paham liberal baik di sektor ekonomi maupun agama. Paham tersebut, menurutnya, telah menyiapkan skenario terjadinya perang peradaban.

"Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU) harus menjadi ujung tombak untuk melakukan pembenahan-pembenahan organisasi. Jangan sampai kita kemasukan paham-paham seperti itu dan dianggap sebagai liberal," katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan PC Lakpesdam Kudus bekerja sama dengan PP Lakpesdam di Pesantren Raudlatul Mutaallimin, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (20/3).

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Asad menyatakan belakangan ini bangsa Indonesia telah mengalami gerakan liberalisasi pada sektor ekonomi. Menurutnya, kekayaan negara sudah dikuasai pihak asing sehingga berdampak pada masyarakat menjadi terpinggirkan.

Untuk melawan liberalisasi ekonomi itu, ia menegaskan NU harus bisa mengembangkan etos kewirausahaannya dan menciptakan banyak pedagang andal dan besar untuk kemajuan Nahdaltul Ulama.

Habib Syech Bersholawat

Habib Syech Bersholawat

"NU harus membangun kembali Nahdlatut Tujjar untuk menjadikan seorang saudagar maupun pedagang. Bukan berbentuk koperasi, karena koperasi terlalu lama," ujarnya.

Di samping pada sektor ekonomi, kata Asad, agama juga ingin diliberalkan. Kelompok liberal menyebarkan konsep tasamuh (toleransi) ala Barat yang membolehkan menghujat agama lain.

"Indonesia mau diadakan untuk menjadi liberal terkait penistaan agama yang UU-nya mau dihapuskan. Termasuk contoh lain membolehkan pernikahan sejenis. Kita harus perhatikan hal ini," tandas Asad.

Asad menilai pemahaman tentang toleransi masih terjadi perbedaan pandangan di antara kelompok. Karenanya keduanya perlu dirumuskan terlebih dahulu. "Sekarang ini belum ada rumusannya terhadap orang yang menyebarkan dakwah secara pura-pura, menyinggung perasaan orang dan mengkafir-kafirkan," tegasnya.

Ia menengarai ada upaya kelompok lain yang ingin selalu memprovokasi NU agar orang-orang NU melakukan kekerasan. "Maka harus kita hadapi dengan dialog dan memperkuat pengetahuan kita tentang dalil-dalil agama yang kuat untuk menghadapi mereka," ungkapnya.

Kegiatan PPWK ini berlangsung mulai Jumat-Ahad (20-22/3) dan diikuti 45 peserta dari kalangan kiai muda pengasuh pesantren se-Kabupaten Kudus. Selain H Asad Said Ali (Wakil Ketum PBNU), turut hadir sebagai narasumber H. Abdul Ghafur Maimun (Pengasuh Pesantren Sarang, Rembang), H. Abudl Munim DZ (Wakil Sekjen PBNU), H Abu Hafsin (ketua PWNU Jateng), serta dari tim PP Lakpesdam NU, yakni Yahya Mashum, Marzuki Wahid, dan Ahmad Baso. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58348/as039ad--indonesia-sedang-alami-liberalisasi

Saturday, January 14, 2017

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Jombang, Habib Syech Bersholawat. Sekitar 5000 orang akan menabuh hadrah pada peringatan Haul ke-43 al-maghfurlah KH A Wahab Chasbullah di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat malam ini (5/9) selepas berjamaah Shalat Isya.

Menurut salah seorang panitia Haul, Mujtahidur Ridho, para penabuh hadrah itu tergabung pada Ikatan Seni Hadarah Indonesia (Ishari). Mereka berasal dari 25 kabupaten Jawa Timur.

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)


5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menambahkan mereka akan tampil secara bergiliran. Modelnya meraka tampil per shaf. Sekali tampil sekitar 300 orang. Satu kelompok bisa tampil setengah jam, terangnya ketika ditemui Habib Syech Bersholawat di Pameran Biografi Kh Wahab Chasbullah, Jumat sore (5/9).

Dengan jumlah peserta dan durasi seperti itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Edo ini, acara bisa berlangsung sampai pukul 02.00 atau bahkan 03.00 dini hari.

Habib Syech Bersholawat

Lebih lanjut Edo mengatakan, hadrah adalah salah satu kesenian NU yang harus dilestarikan. Untuk itu, dulu, diprakarsai Kiai Wahab untuk membuat organisasi yang mewadahinya, Ishari ini salah satu khazanah NU yang dulu mendirikan Mbah Wahab, tambahnya. (Abdullah Alawi)

Habib Syech Bersholawat

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54273/5000-orang-tabuh-hadrah-di-tambakberas

Habib Syech Bersholawat

Saturday, August 27, 2016

PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading

Demak, Habib Syech Bersholawat. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menyerahkan buku bahan bacaan anak usia dini kepada Ketua Muslimat NU Demak Hj Ny Asiyah Chadziq Taslim di hadapan 4.000 jamaah. Buku ini selanjutnya akan disalurkan ke setiap kecamatan yang dikelola anak cabang Muslimat NU setempat.

Khofifah berharap anggota Muslimat NU menanamkan ke-NUan sejak dini kepada anak. Menurut Khofifah pada peluncuran program Home Reading ini, penanaman paham Aswaja NU akan lebih efektif selagi putra-putri mereka masih usia kanak-kanak.

PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading (Sumber Gambar : Nu Online)


PP Muslimat NU Luncurkan Program Home Reading

Muslimat NU sangat vital dalam menjaga ideologi anak. Ini terbukti dalam keseharian mendidik anak, ibu justru sangat berperan dalam pendidikan baik keagamaan maupun perilaku anak dalam keseharian, kata Khofifah mengarahkan anggota Muslimat NU di pendopo kabupaten Demak, Sabtu (7/3).

Habib Syech Bersholawat

Sebagai upaya agar pemahaman aqidah maupun ilmu keagamaan dan pengetahuan pada anak tidak menyimpang, perlu pedoman yang pasti sesuai anjuran Islam yang sudah tertera dalam kitab suci Al-Quran dan buku keagamaan yang sudah ditulis para ulama. sehingga, anak tidak terjerumus pada pergaulan bebas, pornografi, dan narkoba.

Habib Syech Bersholawat

Indonesia saat ini sudah darurat narkoba dan pornografi. Ini diakibatkan oleh sistem pendidikan yang salah dan tidak adanya pengawasan yang benar dari orang tua, kata Khofifah yang kini diamanahkan negara sebagai Menteri Sosial itu.

Penyerahan buku ini dihadiri para kiai, Bupati Demak H Dachirin Said, Kapolres, Dandim, dan SKPD sekabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58052/pp-muslimat-nu-luncurkan-program-home-reading

Habib Syech Bersholawat

Monday, July 4, 2016

Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan

Jatiwangi, Habib Syech Bersholawat. Di sela-sela selesai menyampaiakan materi pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 2012 di Pesantren Kempek, Cirebon, dua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yakni Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Bapak H Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Menteri Negara Perumahan Rakyat H Djan Faridz menyempatkan hadir ke Persantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Sabtu (15/9/12).

Didampingi Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (PP LPNU). H Muhyidin Arubusman dan Kiai Kharismatik asal Jawa Timur Pengasuh Pesantren Bhumi Shalawat, Sidoarjo, KH Agus Ali Mashuri, kedua menteri tersebut sampai ke Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi sekira jam 16.15 Wib.

Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan (Sumber Gambar : Nu Online)


Usai Isi Materi, Dua Menteri Mampir ke Pesantren Al-Mizan

Sesampainya di Pesantren Al-Mizan, rombongan langsung menuju rumah pengasuh pesantren Al-Mizan dan disambut oleh Pegasuh Pesantren KH Maman Imanulhaq beserta para pengurus Yayasan Al-Mizan Langensari.

Habib Syech Bersholawat

Selain bersilaturrahim, rombongan juga menikmati makan sore khas rumah makan Langensari yaitu sop kikil.

Habib Syech Bersholawat

Sop kikilnya enak sekali, komentar Menteri Negara Perumahan Rakyat, Djan Faridz pada saat makan bersama dengan menteri PDT di rumah Pengasuh Pesantren Al-Mizan.

Selesai silaturrahim, kunjungan menteri dikahiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Agus Ali Mashuri dan foto bersama santri Al-Mizan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : M Zaenal Muhyidin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39774/usai-isi-materi-dua-menteri-mampir-ke-pesantren-al-mizan

Habib Syech Bersholawat

Friday, April 8, 2016

Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim

Jember, Habib Syech BersholawatEmpat kesebelasan asal Banyuwangi memborong kemenangan dalam pertandingan Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur yang berlangsung di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Kamis (1/9).

Bustanul Makmur (Banyuwangi) berhasil mengatasi perlawanan Barozain FC (Probolinggo) dengan skor 5-3 melalui adu tendangan penalti. Demikian juga Alqodiriyah FC (Banyuwangi) sukses membungkam kengototan Al-Khoiriyah Al-Islamiyah (Probolinggo), lagi-lagi lewat adu tendangan penalti dengan skor 5-3.

Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesebelasan Asal Banyuwangi Borong Kemenangan LSN Region V Jatim

Sedangkan kesebelasan Mambaul Huda FC (Banyuwangi) tak kesulitan menggulung Punakawan FC (Lumajang) dengan angka meyakinkan, 2-0. Dua gol tersebut dicetak di babak pertama. Kendati di babak kedua, Punakawan berusaha bangkit untuk mengurangi defisit gol, namun hingga wasit meniup pluit panjang, skor tak berubah.

Pertandingan yang sengit dan menarik justru terjadi antara Persatuan Sepakbola Genggong (Probolinggo) versus Darussalam Blok Agung FC (Banyuwangi). Begitu pluit dibunyikan, Darussalam langsung mengambil inisiatif serangan. Maklum, Darussalam adalah tuan rumah yang tentu mendapat dukungan dari para santri dan para pengurus serta kiai. Namun keasyikan menyerang, justru gawang Darussalam kebobolan lebih dulu di babak pertama. Namun usai jeda, Darussalam berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan tipis 2-1.

Habib Syech Bersholawat

Pertandingan kemarin adalah hari pertama pergelaran LSN 2016 Region V Jawa Timur. Santri dan masyarakat cukup antusias menyaksikan laga-laga tesebut. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan sejumlah pengurus NU juga hadir dalam pembukaan LSN 2016 Regional V Jawa Timur tersebut. Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Ahmad Hisyam Syafaat juga tampak hadir di deret depan undangan VIP.

Habib Syech Bersholawat

Kami bersyukur Liga Santri mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, ujar ketua pantia, Saifuddin kepada Habib Syech Bersholawat melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70917/kesebelasan-asal-banyuwangi-borong-kemenangan-lsn-region-v-jatim

Habib Syech Bersholawat

Sunday, January 3, 2016

Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri

Kementerian Agama membuka pendaftaran beasiswa biaya hidup bagi para siswa madrasah untuk mengenyam pendidikan S-1 pada berbagai perguruan tinggi di luar negeri..

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, proses pendaftaran beasiswa ini akan dilaksanakan secara online melalui website resmi Direktorat Pendidikan Madrasah (http://madrasah.kemenag.go.id) mulai 1 15 Mei mendatang.

Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)


Dibuka 1 Mei, Inilah Syarat Dapat Beasiswa S1 ke Luar Negeri

Melalui web diharapkan pendaftaran bisa diakses seluruh lapisan masyarakat dalam rangka transparansi seleksi serta keterbukaan informasi publik, kata Nur Kholis Setiawan, pada laman kemenag.go.id, Rabu (27/4).

Habib Syech Bersholawat

Menurut Nur Kholis, proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap seleksi dokumen dan seleksi wawancara. Peserta yang akan mengikuti seleksi beasiswa ini, harus melengkapi sejumlah dokumen, antara lain: legalisir Ijazah atau Rapor kelas X-XII, Surat keterangan lulus (bagi lulusan tahun 2016) atau Surat pengantar (bagi lulusan tahun 2015), Letter of Acceptence (LoA) Unconditioal/Conditional dari kampus LN tahun akademik 2016/2017.

Habib Syech Bersholawat

Selain itu, calon peserta juga harus menyertakan surat jaminan beasiswa bebas SPP (tuition fee) dari kampus LN, dan Surat Kelakuan Baik/Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Calon peserta juga harus membuat beberapa surat pernyataan yang dibuat secara pribadi sebagaimana tercantum dalam persyaratan umum yang bisa diakses di website Direktorat Pendidikan Madrasah.

Setelah melakukan pendaftaran secara online, semua dokumen/berkas yang sudah dilengkapi harus dikirim paling lambat 20 Mei 2016 ke Subdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Lt. 6 Jakarta Pusat 10710 untuk dilakukan verifikasi.

Peserta yang lolos dalam verifikasi seleksi dokumen, akan diikutkan dalam tahap wawancara. Jadi, tidak ada ujian tulis. Peserta yang akan diwawancara murni berdasarkan kelengkapan dokumen yang dikirimkan, tegas alumni Pesantren Tebuireng ini.

Adapun pilihan perguruan tinggi yang akan dijadikan tempat studi adalah kampus-kampus yang terakreditasi di luar negeri di Asia, Amerika, Eropa dan Timur Tengah. Yang patut di-warning bagi calon penerima beasiswa ini adalah bahwa ia hanya menerima living cost allowance (biaya hidup bulanan) di kampus selama 4 (empat) tahun, papar M. Nur Kholis.(Red-Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67683/dibuka-1-mei-inilah-syarat-dapat-beasiswa-s1-ke-luar-negeri

Habib Syech Bersholawat

Monday, December 14, 2015

Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Kiai Haji Maimun Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh. Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.

Kiai Maimun lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Sad al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)


Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Habib Syech Bersholawat

Pada umur 21 tahun, Maimun Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syuib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Kiai Maimun juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, Kiai Mashum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lain. Kiai Maimun juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-ulama al-mujaddidun.

Habib Syech Bersholawat

Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa kiai, Kiai Maimun kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965, Kiai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Selama hidupnya, Kiai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia peranh menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimun Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Politik dalam diri Kiai Maimun bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialoggkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak. (Munawir Aziz)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61427/profil-ahwa-kh-maimun-zubair-figur-faqih-dan-muharrik

Habib Syech Bersholawat

Thursday, May 21, 2015

Pernyataan Sikap Fatayat NU dalam Bidang Dakwah

Pimpinan Pusat Fatayat NU meluncurkan Forum Daiyah Fatayat (FORDAF) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, akhir pekan lalu. Forum itu merupakan respon salah satu banom NU tersebut pada perkembangan dunia dakwah yang belakangan ini diwarnai munculnya dai-daiyah yang tak toleran.

Menurut Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah pada pelantikan FORDAF pada Sabtu (21/2, kerukunan beragama dan medan dakwah adalah Pekerjaan Rumah besar bagi kita semua, utamanya para daiyah Fatayat NU.

Pernyataan Sikap Fatayat NU dalam Bidang Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap Fatayat NU dalam Bidang Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pernyataan Sikap Fatayat NU dalam Bidang Dakwah

Untuk itu, kata Ida, Fatayat NU memerlukan strategi gerakan dan program dakwah agar tidak melenceng dari dakwah Islamiyah yang telah diwariskan Rasulullah dengan cara mauidhah dan hasanah, mengedepankan nilai-nilai tawasuth, tasamuh dan aadalah; berimbang, toleran dan adil dalam menyampaikannya.

Setelah dilantik, lanjut Ida, FORDAF akan melaksanakan Halaqah Islam Indonesia untuk menggali dan merefleksikan dakwah dalam konteks kekinian secara lebih mendalam dan komprehenship. Pada halaqah tersebut FORDAF akan mengundang berbagai pakar yang akan menjadi guide dalam bidang dakwah.

Habib Syech Bersholawat

Menurut Ida, dari hasil halaqah itu akan dijadikan sebagai strategi dan pedoman dakwah Fatayat di 33 provinsi dan dari 200 lebih cabang fatayat seluruh Indonesia.

Habib Syech Bersholawat

Pernyataan sikap PP FATAYAT dalam bidang dakwah:

1. Fatayat NU mengambil bagian dalam dakwah Islam di Indonesia yang berkomitmen dalam menyebarkan Islam rahmatan lil alamin yang berhaluan Ahlusunah wal-Jamaah dengan menyelaraskan makna dakwah dengan cita-cita nasional dan menjaga martabat bangsa dari paham-paham dan ideologi yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

2. Fatayat NU menolak bentuk kekerasan dalam berdakwah baik melalui media ataupun mengatasnamakan jihad yang mengabaikan kemanusiaan dan keberadaban. Terutama mengutuk pemahaman dakwah yang mengeksploitasi perempuan sebagai media jihad yang menghilangkan harkat dan martabat mereka sebagai manusia.

3. Fatayat NU mengajak seluruh daiyah NU agar meluruskan niat dan berbenah secara organisatoris dalam melakukan dakwah di masyarakat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dakwah baik secara nasional dan internasional untuk selalu menjaga kerukunan umat beragama dan mengambil peran keagamaan di masyarakat.

4. Fatayat NU mengarapkan peran berbagai pihak terutama negara dalam menjamin kerukunan umat beragama dan turut menjaga kerukunan umat beragama sesuai dengan budaya dan aktivitas keagamaan masyarakat dengan salah satunya tidak terburu-buru mengesyahkan RUU KUB menjadi UU. Sehingga pemerintah seyogyanya lebih banyak mendengar dan bertukar gagasan untuk mencapai tujuan bersama dengan pihak-pihak yang konsen dan peduli pada persolan tersebut.

Wallahul Muwafiq Illa Aqwamithariq

Wassalamualaikum Wr.Wb

Jakarta, 21 Februari 2015

Pengurus Pusat Fatayat NU periode 2010-2015

Dra. Ida Fauziyah M.Si Dra. Anggia Ermarini MK

Ketua Umum Sekretaris Umum

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57773/pernyataan-sikap-fatayat-nu-dalam-bidang-dakwah

Habib Syech Bersholawat

Tuesday, March 3, 2015

Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Keberadaan situs-situs radikal dengan menyajikan konten yang membahayakan kedaulatan bangsa dan negara dengan menyebarkan aksi-aksi kekerasan mengatasnamakan agama, mengarah pada gerakan terorisme, dan mendukung keberadaan ISIS harus ditindak tegas oleh pemerintah, misalnya dengan cara memblokirnya.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj di Kantor Redaksi Habib Syech Bersholawat usai menerima tamu dari Kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) di ruang rapat PBNU lantai 5, Kamis (26/3).

Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Situs-situs Radikal

Tentang keberadaan situs-situs radikal yang mengancam eksistensi NKRI, itu tugas pemerintah untuk mengawasi dan menindak tegas, jelasnya didampingi Rais Syuriah PBNU, KH Saifuddin Amsir.

Kang Said juga mejelaskan, peran NU sangat jelas, ada bom atau tidak ada bom, ada ISIS atau tidak ada ISIS, dan ada teroris atau tidak ada teroris, pihaknya terus menyiarkan Islam damai, toleran, dan Islam ramah kepada seluruh bangsa Indonesia, bahkan untuk dunia.

Habib Syech Bersholawat

Kalau syiar melalui dunia maya, jelas kita punya Habib Syech Bersholawat, situs resmi NU, menyebarkan Islam ramah di tengah situs-situs radikal, kita bagian mencegah lewat ikhtiar tersebut, kalau bagian pemerintah, ya menindak, terangnya menjawab pertanyaan para jurnalis yang ikut menyambangi Kantor Redaksi Habib Syech Bersholawat.

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi-informasi yang menyesatkan, apalagi terhadap situs-situs yang sering menebar teror dan berita-berita radikalisme. (Fathoni)

Habib Syech Bersholawat

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58430/kiai-said-pemerintah-harus-tegas-terhadap-situs-situs-radikal

Habib Syech Bersholawat

Monday, February 16, 2015

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Habib Syech Bersholawat. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)


Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Habib Syech Bersholawat

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Habib Syech Bersholawat

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67963/khofifah-akan-pesantrenkan-yayan-saudara-kembar-yuyun-

Habib Syech Bersholawat

Tuesday, October 7, 2014

Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016

Medan, Habib Syech Bersholawat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Marwan Dasopang melepas duta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kesebelasan Pesantren Darul Arafah Raya FC. Mereka siap berlaga pada Seri Nasional Liga Santri Nasional (LSN) 2016 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 22-30 Oktober 2016.

Ia bersama Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III Ance Selian dan Koordinator Kali Ahmad Harahap melepas kesebelasan Darul Arafah Raya FC dari Bandara Kuala Namu Deli Serdang menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/10) pagi.

Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren Darul Falah Wakili Sumut Maju ke LSN 2016

Ia berpesan kepada rombongan Ponpes Darul Arafah untuk mengharumkan nama Sumut di even LSN yang diikuti 32 tim dari berbagai provinsi di Indonesia itu. Ia yakin, sebagai juara Regional Sumatera III, Darul Arafah Raya bisa berprestasi di ajang yang digagas Menpora Imam Nahwari itu.

Habib Syech Bersholawat

"Bertandinglah penuh semangat juang dan sportif untuk memenangkan setiap pertandingan. Tunjukkan santri Sumut bisa berbicara di level nasional LSN," ujar Anggota Komisi IX DPR asal daerah pemilihan (dapil) Sumut 2 ini.

Sementara Ance Selian mengatakan, Pesantren Darul Arafah, Lau Bakeri Deli Serdang, menjadi utusan Sumut ke Seri Nasional LSN di Yogyakarta, setelah menjadi juara pada LSN Regional Sumatera III yang digelar akhir Agustus lalu. Darul Arafah sebagai juara zona I (Medan-Deli Serdang) berhasil mengalahkan Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, juara zona II (Mandailing Natal).

Habib Syech Bersholawat

Di Seri Nasional LSN 2016, kata Ance, Darul Arafah sebagai duta Sumut akan bergabung di Grup B bersama Pesantren Nurul Khaerat Lil Muhibbien Balikpapan (Wakil Kalimantan I), Pesantren Al-Muhajirin Mojokerto (Jawa Timur III), dan Pesantren Kauman Lasem (Jawa Tengah II).

"Ada 32 tim berlaga pada Seri Nasional yang dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing grup terdapat empat tim. Pemenang atau juara grup dan runner up akan masuk ke babak 16 besar," kata Ance seraya menambahkan Darul Arafah akan lolos dari babak penyisihan grup.

Sebelumnya, Gubsu HT Erry Nuradi telah melepas secara resmi rombongan Pesantren Darul Arafah ke Seri Nasional LSN 2016, pada acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Pesantren Darul Arafah, Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Rabu lalu. (Red Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72220/pesantren-darul-falah-wakili-sumut-maju-ke-lsn-2016-

Habib Syech Bersholawat

Saturday, August 30, 2014

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai pemerintah gagal dalam membangun perekonomian Tanah Air. Menurut dia, klaim pertumbuhan ekonomi 6,5 persen ternyata tidak diikuti pemerataannya di kawasan pedesaan,

Hal itu disampaikan kiai yang akrab disapa Kang Said ini usai menandatangani nota kesepahaman bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di bidang pembangunan ekonomi pedesaan di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (1/8).

PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU: Pemerintah Masih Abai soal Ketimpangan Ekonomi

Menurut Kang Said, kekayaan atau sumber-sumber ekonomi selama ini masih dikuasai oleh kalangan tertentu saja. Pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan perihal ketimpangan ekonomi di masyarakat.

Ada yang namanya dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang katanya dananya triliunan, sasarannya orang miskin dan pengusaha, tapi yang menikmati masih (orang kaya) itu-itu saja, katanya.

Habib Syech Bersholawat

Sikap ini, jelasnya, tidak selaras dengan ajaran al-Quran yang menghendaki kekayaan yang ada di tangan pemerintah tidak hanya berpusar di lingkungan orang kaya saja. Rasulullah mencontohkan, di kala memimpin harta rampasan perang dibagi, termasuk ke anak yatim dan orang miskin.

Habib Syech Bersholawat

Kita sudah bosan, harta kita lagi-lagi itu yang pegang. Lagi-lagi itu, ujarnya.

Kang Said juga menafsirkan surat at-Tin sebagai ayat yang menggambarkan tentang pangan (tin), energi (zaitun), konversi (turisinin). Kedaulatan untuk ketiga unsur itu adalah milik rakyat guna menciptakan negara yang tentram (baladil amin) sebagaimana diharapkan.

Karena itu, Kang Said menyambut baik kerja sama antara NU dan BUMN yang peduli dengan nasib perekonomian di kawasan pedesaan. Ia menambahkan, sudah seharusnya BUMN melakukan hal ini.

Itu tanggung jawab pemerintah untuk memeratakan ekonomi, tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46273/pbnu-pemerintah-masih-abai-soal-ketimpangan-ekonomi

Habib Syech Bersholawat

Thursday, June 5, 2014

Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU menggelar Peringatan ke-500 Sunan Kalijaga pada Rabu-Jumat, 12-14 April 2017. Ketua panitia pelaksana M Jadul Maula mengungkapkan acara diawali dengan ajang Silaturrahim Budayawan LESBUMI NU dari tingkat PC dan PW.

Silaturahim dilangsungkan di Pondok Pesantren Kaliopak, Jl. Wonosari km 11, Klenggotan RT 04 Srimulyo Piyungan Bantul, Yogyakarta. Silaturahim ini juga dalam rangka menyelaraskan kinerja berorganisasi dan juga mensosialisasikan, saling urun rembug tentang implementasi nyata strategi kebudayaan Lesbumi PBNU sebagai hasil Rakernas tahun lalu yang di beri nama SAPTAWIKRAMA, ungkap Kiai Jadul, Selasa (11/4).

Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)


Lesbumi Gelar Peringatan 500 Tahun Sunan Kalijaga di Yogyakarta

Pengasuh Pesantren Kaliopak dan sekaligus Wakil Ketua Lesbumi PBNU ini menambahkan gerakan budaya yang dilakukan elemen Lesbumi di daerah masing-masing diharapkan menjadi masukan bersama dan dikonsolidasikan dalam diskusi, dialog dan urun rembug, sehingga lebih terlihat benang merah pergerakan seni budaya Lesbumi.

Habib Syech Bersholawat

Strategi budaya Lesbumi PBNU yang dikenal sebagai Al-Qoid As-Sabah atau SAPTAWIKRAMA nantinya akan disosialisasikan lebih luas ke seluruh jaringan Lesbumi di tingkat PW/PC pada khususnya, dan nahdlyin pada umumnya, lanjut Kiai Jadul.

Selain silaturahim, kegiatan yang bekerjasama dengan PWNU DI Yogyakarta dan Universitas Nahldatul Ulama (UNU) Yogyakarta, dirangkai dengan mujahadah dan khataman Al-Quran, seminar nasional, workshop upacara adat desa, gelar ragam seni tradisi dan kontemporer.

Habib Syech Bersholawat

Selain itu juga akan dilakukan pengobatan tradisional, bazaar sembako murah, pagelaran wayang kulit, lomba quote instagram dan penulisan esai, melukis sketsa bersama, orasi Kebudayaan, serta tausiyah kebangsaan.

Kegiatan-kegiatan tersebut menempati lokasi di Pesantren Budaya Kaliopak dan Kompleks UNU Yogyakarta.

Kiai Jadul menyebut peringatan hari lahir Sunan Kalijaga menjadi penting karena Sunan Kalijaga yang mempunyai nama asli Raden Sahid termasuk figur penting dalam sejarah pembentukan karakter arif umat Islam Nusantara, khususnya di Tanah Jawa, yang berwajah budaya, liat-lentur, toleran, berkeadilan, dan berkeseimbangan.

Sebagai anggota dari Walisongo, Sunan Kalijaga adalah arsitek budaya Islam Jawi (Nusantara), dan peletak dasar ideologi pendirian Kesultanan Mataram. Tidak hanya itu, beliau adalah tokoh terpenting lintas-generasi yang menjaga proses krusial transisi kerajaan-kerajaan nusantara: Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram (Islam), tegas Kiai Jadul.

Di samping itu, tumbuh sebagai tokoh ruhani yang mumpuni, Sunan Kalijaga adalah juga seniman dengan penguasaan khazanah budaya yang mendalam, dan memiliki proyeksi politik kebudayaan yang berkarakter. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76940/lesbumi-gelar-peringatan-500-tahun-sunan-kalijaga-di-yogyakarta

Sunday, May 4, 2014

Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji

Probolinggo, Habib Syech Bersholawat. Pendaftaran ibadah haji di Indonesia saat ini mengalami kejenuhan. Sebab untuk naik haji, masyarakat harus menunggu belasan tahun lamanya. Bahkan tidak sedikit yang putus asa.

Hal ini mendapat sorotan dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin yang saat ini menjadi anggota Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, sistem pelaksanaan haji yang diterapkan pemerintah Indonesia harus dirombak. Sistem yang dilaksanakan saat ini tidak efisien dan cenderung merugikan pendaftar haji, ungkapnya, Rabu (17/12).

Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji (Sumber Gambar : Nu Online)


Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji

Hasan menuturkan, permasalahan haji saat ini merupakan problem syariat. Faktanya, orang yang mau melaksanakan rukun Islam kelima itu banyak yang putus asa karena lamanya masa pemberangkatan. Apalagi jika melihat bertambahnya usia.

Habib Syech Bersholawat

Masa tunggu yang terlampau lama itu membuat banyak muslim yang memilih untuk menjalankan ibadah umroh. Terutama yang usianya sudah tua. Sisa umur yang menjadi penghalang, bukan karena bukan tidak mampu membayar biaya naik haji, katanya.

Menurut Hasan, pada Januari mendatang, Komisi VIII yang salah satu tugasnya memang mengurusi haji ini akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Habib Syech Bersholawat

Pembahasan haji yang menjadi prioritas pertama adalah memperpendek masa keberangkatan haji. Pertama dengan menerapkan kebijakan moratorium haji. Pendaftaran ditutup dulu hingga pendaftar lama sudah berangkat semua, ujarnya.

Misalnya saat ini sudah ada 1 juta yang mendaftar. Dengan kuota sebanyak 200 ribu jamaah berangkat tiap tahun, maka dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK, pendaftar haji sudah selesai berangkat. Jadi tidak hanya moratorium PNS saja, tetapi juga moratorium haji, tegasnya.

Hal ini jelas Hasan sudah ia diskusikan dengan sejumlah tokoh agama. Salah satunya dengan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah selaku Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.

Selain saya upayakan melalui Komisi VIII bersama Kementerian Agama, Insya Allah akan diwacanakan juga di Muktamar NU mendatang, tambah lelaki asal Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini.

Yang kedua adalah dengan membuat skala prioritas siapa yang akan diberangkatkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, kalangan yang diprioritaskan adalah mereka yang belum pernah menunaikan ibadah haji serta sudah berusia lanjut.

Solusi ketiga adalah memangkas biaya yang mahal (high cost). Hal ini agar biaya haji tidak tinggi. Salah satunya dengan memangkas jumlah petugas haji yang berangkat. Yang dikecualikan adalah ketua kloter. Sebab anggaran untuk petugas haji saat ini menelan ratusan miliar rupiah.

Yang menjadi petugas haji adalah mereka yang terdaftar di tahap kedua, tapi ditawari menjadi petugas haji. Ada percepatan pemberangkatan dengan menyandang status petugas haji, tapi tetap dengan membayar. Insya Allah banyak yang berebut menjadi petugas haji, ungkapnya optimis.

Solusi keempat yakni dengan mengurangi durasi pelaksanaan ibadah haji. Selama ini ibadah haji berlangsung dalam 40 hari. Menurut Hasan, ibadah selama 40 hari itu dapat dipangkas menjadi 25 hari saja. Apalagi ibadah haji yang wajib hanya berlangsung selama beberapa hari saja.

Agar pelaksanaan haji lebih cepat, menurutnya pemondokan haji diperdekat. Selain itu, penyediaan konsumsi jamaah haji dilaksanakan oleh pemerintah. Bukan dengan cara seperti yang berlangsung saat ini, dimana jamaah haji harus memasak sendiri makanannya, pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56403/diusulkan-moratorium-pendaftaran-haji

Habib Syech Bersholawat

Monday, April 21, 2014

Kang Said Jelaskan 3 Jihad NU dan Bangsa Indonesia Saat Ini

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggarisbawahi bahwa dalam dalam memperingati Hari Santri, ada beberapa tugas atau jihad yang kini menjadi persoalan krusial yang harus diselesaikan warga NU dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Pertama menurut Kiai Said, jihad melawan segala bentuk anarkisme, radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Kedua, jihad memerangi kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

Kang Said Jelaskan 3 Jihad NU dan Bangsa Indonesia Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan 3 Jihad NU dan Bangsa Indonesia Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said Jelaskan 3 Jihad NU dan Bangsa Indonesia Saat Ini

Ketiga jihad melawan narkoba, dan bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih dari peredaran Narkoba, ujar Kiai Said saat berpidato dalam apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

Dalam momentum hari santri kali ini, lanjutnya, yang paling utama dan penting untuk diteladani adalah bahwa KH Muhammad Hasyim Asyari adalah sosok kiai yang sepanjang hayatnya tetap mengindentifikasi dirinya sebagai santri. Sikap santri inilah yang melahirkan sikap tawadhu di hadapan siapapun.

Habib Syech Bersholawat

Bangsa Indonesia harus bersyukur memiliki seorang ulama yang bukan saja jernih melihat, namun juga cerdas bertindak, dan teguh dalam memegang prinsip. KH Muhammad Hasyim Asyari tidak lahir kemudian menjadi tokoh begitu saja.

Habib Syech Bersholawat

Hadlratussyekh sebagaimana lazimnya manusia lain, digembleng melalui pendidikan agama yang penuh kedisiplinan dan ketaatan, ungkapnya.

Kiai Said menegaskan, Hari Santri 22 Oktober adalah milik semua golongan. Maka dalam momentum peringatan Hari Santri 22 Oktober ini, dia mengajak untuk menjadikan Hari Santri sebagai tonggak untuk bersatu, jangan sekali-kali kita berpecah belah.

Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Mari kita songsong kehidupan yang lebih baik, yang maslahah untuk semua, tandas kiai yang merupakan salah satu tokoh muslim paling berpengaruh di dunia ini. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72374/kang-said-jelaskan-3-jihad-nu-dan-bangsa-indonesia-saat-ini

Habib Syech Bersholawat

Wednesday, December 11, 2013

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

Sidoarjo, Habib Syech BersholawatWakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menyatakan bahwa shalawat mampu membuat hati bahagia. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menceritakan, salah satu guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) Ali Aziz telah melakukan penelitian terkait dengan penyakit diabetes yang ia derita.

Gus Ipul melanjutkan, Ali Aziz telah berobat ke dokter dan membaca buku bahwa "orang yang sehat dihitung seberapa jauh otaknya bekerja, orang bahagialah yang bekerja dengan sempurna karena mengirim darah ke seluruh tubuh dengan sempurna pula".

Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)


Kisah Sembuh dari Penyakit Diabetes lantaran Shalawat

"Menurut penelitiannya (Ali Aziz), umumnya orang saat bershalawat itu senang dan seakan-akan bertemu Rasulullah. Kemudian Ali Aziz ini bershalawat setiap hari di rumahnya. Alhamdulillah penyakitnya sembuh atas hidayah Allah melalui shalawat tersebut," kata Gus Ipul pada acara HUT TV9 Nusantara ke 6 dan HUT Sidoarjo ke 157 yang dikemas dalam Sidoarjo bershalawat di halaman parkir Timur Gor Sidoarjo, Ahad malam (24/1).

Habib Syech Bersholawat

Gus Ipul berharap semoga warga Nahdliyin semakin cinta kepada Rasulullah dan kedua orang tuanya. "Mewakili PBNU dan PWNU Jawa Timur, semoga kita senantiasa senang ke Rasulullah, orang tua dan guru-guru kita. Mudah-mudahan dengan shalawat ini hati kita sehat semua, membuat hati kita bahagia. Insyaallah pahalanya banyak dan semoga mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW," doanya.

Di tempat yang sama Bupati Sidoarjo periode 2016-2021 H Saiful Ilah menyebutkan bahwa dengan bershalawat berarti umat Islam berdoa agar kebutuhan hidupnya tercapai, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Habib Syech Bersholawat

"Shalawat ini sebagai langkah dan upaya bersama untuk menumbuh kembangkan agar permasalahan-permasalahan bisa segera terselesaikan. Dengan bershalawat mampu memberikan dampak spiritual, mewujudkan tatanan pemerintah yang demokratis," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar yang turut hadir dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati dengan peredaran narkoba serta radikalisme yang masuk ke Jawa Timur. Ia berharap para orang tua lebih hati-hati dalam mendidik anak-anak. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65282/kisah-sembuh-dari-penyakit-diabet-lantaran-shalawat

Habib Syech Bersholawat

Monday, June 24, 2013

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Jakarta, Habib Syech Bersholawat. Pria berambut gondrong itu menunjukkan gambar hasil potretan dari kamera ponselnya. Kemudian tertawa lepas. Ketika saya bertanya kenapa tertawa, dia menjawab dengan tertawa. Ketika saya tanya lagi, dia masih menjawab dengan tertawa juga.

Ini, ini lho Kiai Adlan Aly, kata pria berambut gondrong bernama Imam Maarif itu sebelum pembukaan pameran tunggal Sang Kekasih karya pelukis Nabila Dewi Gayatri di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5) yang diresmikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly (Sumber Gambar : Nu Online)


Pria Gondrong Itu Diludahi Kiai Adlan Aly

Kemudian dia menceritakan bahwa di tahun 80-an, ia adalah satrinya Kiai Adlan Aly. Ia belajar menghafalkan Al-Quran langsung kepada kiai itu.

Habib Syech Bersholawat

Dia kan kalau ngajar, sembilan orang enam orang berada di hadapannya. Kalau salah tangannya berbunyi, tek, tek. Tangan ke meja. Berarti salah, katanya.

Habib Syech Bersholawat

Sampai saat ini, ia mengakui kehebatan konsentrasi Kiai Adlan. Karena dalam satu waktu, ia bisa menyimak beberapa santri yang membaca Al-Quran secara bersamaan, padahal ayat yang dibaca berbeda. Namun, Kiai Adlan mampu membagi konsentrasinya sehingga bacaan salah diketahuinya.

Menurut dia, waktu itu, tidak banyak yang santri yang diajari langsung Kiai Adlan. Kebanyakan ditangani santri senior murid Kiai Adlan. Sementara dia bersama beberapa temannya langsung ditangani Kiai Adalan.

Suatu ketika, selepas maghrib, dia bersama sembilan temannya membacakan hafalan masing-masing. Tentu dengan ayat berbeda. Tiba-tiba, tangan Kiai Adlan berbunyi. Imam tidak merasa bacaannya salah. Ia melanjutkan bacaannya. Tapi tangan Kiai Adlan berbunyi lagi. Ia melanjutkan lagi. Tapi lagi-lagi tangan Kiai Adlan berbunyi.

Tangan Kiai Adlan berunyi tiga kali dan saya tidak tahu letak kesalahannya. Saya membacakan surat Al-Baqarah akhir. Saya masih kecil, Tsanawiyah, jelasnya. Namanya orang takut, campur keringetan. Kan jarang-jarang langsung kiai besar seperti dia, lanjutnya.

Lalu, karena dia masih melanjutkan bacaan, tanpa diduga, Kiai Adlan menarik kepalanya. Kemudian meludahi telinga Imam. Lalu ia diberi tahu santri lain agar mundur karena bacaannya keliru.

Haha..ha.., dia kembali tertawa mengenang peristiwa itu. Gila lho, kiai bisa membagi konsentrasi sampai enam sembilan bacaan di waktu yang sama, katanya. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77813/pria-gondrong-itu-diludahi-kiai-adlan-aly

Habib Syech Bersholawat

Saturday, February 16, 2013

Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil

Surabaya, Habib Syech Bersholawat. Tidak semata menjadi media melakukan evaluasi dan sejumlah program kerja serta pemilihan kepengurusan NU Jawa Timur lima tahun mendatang, Konferwil juga menyediakan forum diskusi untuk memantapkan Aswaja.

Selama dua hari yakni hari Sabtu hingga Ahad (1-2/6), Aswaja NU Center PWNU Jatim menyediakan forum tersendiri bagi para warga dan peserta Konferwil untuk mengasah dan memperdalam pemahaman dan keyakinan terhadap Aswaja ala NU. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Aswaja NU Center dengan penerbit dan distributor buku ke-NU-an, Khalista Surabaya.

Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)


Ada Kajian Islam dan Bedah Buku Aswaja di Konferwil

KH Abdurrahman Navis selaku Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim secara rinci menyebutkan agenda kajian yang akan berlangsung tersebut. Untuk hari pertama yakni Sabtu jam 09.00 hingga 10.30 adalah sosialisasi Aswaja NU Center dan bedah buku Risalah Ahlussunnah wal Jamaah.

Untuk hari dan kesempatan pertama, saya yang mengisi, kata Kiai Navis, sapaan akrabnya kepada Habib Syech Bersholawat (30/5). Buku ini merupakan hasil kerja kolektif tim Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam rangka memberikan wawasan dan pendalaman bagi kebiasaan yang dilakukan warga NU dalam beribadah.

Habib Syech Bersholawat

Usai itu dilanjutkan dengan dua buku sekaligus karya Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad dengan judul Hujjah NUdan Argumen Amaliah di Bulan Syaban dan Ramadhan. "Bila tidak ada perubahan, maka acara ini berlangsung mulai jam 10.30 hingga 12.00 WIB, tandas Maruf Asrori, Komisaris sekaligus Direktur Utama Khalista.

Habib Syech Bersholawat

Usai shalat Dhuhur dan makan siang, peserta akan disuguhkan dengan buku yang paling baru berjudul Belajarlah kepada Lebah dan Lalat: Menuju Kokoh Spiritual, Mapan Intelektualkarya Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali.

Buku ini baru saja terbit menjelang Konferwil dan merupakan catatan ceramah dari Gus Ali yang disampaikan baik di TV maupun pengajian rutin di masjid pesantren, kata Cak Maruf, sapaan akrab Direktur Khalista.

Pada jam 14.00 hingga 16.30 WIB, para peserta akan mendapatkan materi seputar Firqah Aliran yang Menggerogoti NU. Pandangan dan ulasan ini disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam. Malamnya yakni jam 19.00 hingga 23.00 WIB akan tampil Ustadz Idrus Ramli memberikan materi Strategi Dakwah Aswaja di Tengah Persinggungan antar Aliran.

Sedangkan pada hari Ahad, ada empat agenda acara yang akan digelar. Pertama, bedah buku dengan judul Bekal Aswaja Menghadapi Radikalisme Salafi Wahabi karya Ustadz Idrus Ramli, dilanjutkan dengan Tantangan Aswaja di Dunia Islam oleh Ustadz Arya Muhammad Ali, kemudian Sosialisasi Hasil Bahtsul Masail LBM PWNU Jatim oleh KH Romadlon Khotib dan dipungkasi oleh Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar yang akan memberikan pencerahan seputar Aktualisasi Qanun Asasi NU

Kiai Navis menandaskan bahwa acara ini sangat menarik dan penting karena diisi oleh para narasumber yang kompeten. Hal senada disampaikan Cak Maruf. Kegiatan ini sebagai upaya membentengi dan memberikan solusi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dalam hal ini warga NU, terangnya

Alumnus Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel ini tidakmenutup mata dengan derasnya ancaman, terror bahkan intimidasi yang dilakukan Islam garis keras maupun Islam beraliran kiri terhadap eksistensi amaliah NU.

Berdasarkan pengalaman menyelengarakan acara di tempat lain, kegiatan ini banyak membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap keyakinan dan amaliah yang selama ini diyakini dan dilakukan warga NU, tandasnya.

Bahkan seluruh kegiatan nantinya akan didokumentasi sehingga bisa dilihat dalam bentuk CD dan atau DVD. Ini permintaan dari banyak warga yang akan hadir pada kegiatan ini, tandasnya sumringah. Dan Khalista bersama Aswaja NU Center siap menerima permintaan tersebut.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44815/ada-kajian-islam-dan-bedah-buku-aswaja-di-konferwil

Monday, November 5, 2012

Ini Capaian UIM Di Tangan Rektor Majdah Zain

Makassar, Habib Syech Bersholawat. Andi Majdah Muhyidin Zain diamanahi menjadi Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) dua priode, yaitu 2007-2011 dan 2011-2015. Pada masa kepemimpinannya, beberapa capaian diraih salah satu universitas milik NU di Sulawesi Selatan tersebut.

Aktivitasnya sebagai Istri dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang tak membuatnya luput memikirkan kemajuan UIM. Di tangannya dicapai beberapa kemajuan.

Ini Capaian UIM Di Tangan Rektor Majdah Zain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Capaian UIM Di Tangan Rektor Majdah Zain (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Capaian UIM Di Tangan Rektor Majdah Zain

Berdasarkan Laporan Tahunan Rektor UIM, dikemukakan beberapa capaian. Pertama, dalam bidang program pendidikan dan pengajaran. Sampai saat ini UIM tengah membina 7 fakultas, 21 prodi dari berbagai cabang ilmu, dan 3 prodi pascasarjana.

Dalam bidang ini juga dikemukakan capaian pelaksanaan penjaminan mutu institusi melalui Lembaga Jaminan Mutu yang telah dimulai dengan dideklarasikannya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada thun 2010. Memasuki tahun 2014, UIM mempunyai komitmen untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan yang merupakan bagian dalam pencapaian visi dan misi.

Habib Syech Bersholawat

Pelaksanaan bidang tersebut melalui monitoring dan evaluasi (Monec) terhadap proses-proses penjaminan mutu diberbagai fakultas/program pascasarjana. Sehingga capaian akreditasi jurusan meningkat pesat, yang kemudian menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa mendaftar.

Habib Syech Bersholawat

Kedua, dalam bidang sumber daya manusia, UIM senantiasa mendorong pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga dosen dan tenaga administrasi.

Ketiga, dalam bidang Penelitian dan pengabdian pada Masyarakat, UIM telah melaksanakan beragam kegiatan penelitian. Di antara penelitian itu dilakukan rektor sendiri yang sudah dipersentasikan di Moskow (Rusia) dalam bidang ilmu pertanian, khususnya di bidang tanaman pangan dan holtikultura.

Keempat, dalam bidang memajukan sarana dan prasarana, Rektor UIM melakukan serangkaian kerja sama di antaranya pembangunan rusunuwa bagi mahasiswa UIM. Rusunawa merupakan bantuan dari Kemempera tahun 2014. Di samping itu tengah proses program investasi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan.

Juga pemenuhan sarana dan prasarana untuk menunjang proses perkuliahan. Untuk itu, Yayasan bersama Rektor telah membangun gedung perkuliahan untuk tiap fakultas dan ditambah auditorium yang akan diberi nama Drs. H. Muhyiddin Zain yang juga sebagai pendiri Yayasan.

Kelima, dalam bidang kemahasiswaan, Rektor bersama Wakil Rektor III senantiasa melaksanakan dan mendukung aktivitas mahasiswa sebagai proses aktualisasi dan pengembangan individu mahasiswa. Beberapa program kerja sama bidang kemahasiswaan sudah terlaksana, diantaranya untuk menanggulangi bahaya narkoba.

Dalam program tersebut, UIM menggandeng BNN membentuk kader penggerak sebagai wadah bagi mahasiswa dalam mengantisipasi peredaran narkoba di masyarakat, khususnya dilingkungan kampus. Selain itu beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa sudah dibentuk diantara; seni, Mapala, Pagar Nusa, dan beberapa UKM lainnya.

Keenam, dalam bidang kerja sama dan pengembangan, Rektor dibantu Wakil Rektor IV Nur Taufiq Sanusi telah melakukan rangkaian kerja sama dengan berbagai pihak diantaranya penandatanganan MoU dengan lembaga pemerintahan, seperti Pemerintah Daerah se-Sulawesi Selatan, Perguruan Tinggi (Universitas Hasanuddin dan Universitas Utara Malaysia). Sementara kerja sama yang masih dalam keadaan proses adalah dengan University of Wollongong, New South Wales.

Rektor Andi Majdah Muhyidin Zain adalah putri kiai besar yang juga tokoh Nahdlatul Ulama Anregurutta KH Muhyyiddin Zain. Perempuan kelahiran 1963 tersebut aktif di Muslimat NU dan berdakwah melalui Forum Komunikasi Cinta Al-Quran.

Pada Selasa 25 November 2014, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-51. Civitas akademika UIM mengadakan syukuran untuk rektor yang telah memimpin selama 7 tahun tersebut. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55987/ini-capaian-uim-di-tangan-rektor-majdah-zain

Habib Syech Bersholawat

Saturday, October 27, 2012

Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum

Depok, Habib Syech Bersholawat. Prof Thomas Reuter hadir memberikan kuliah umum di Cinema Room, Central Library Area, UI Depok yang diadakan Abdurrahman Wahid Center bekerjasama dengan Vokasi UI, Selasa (12/2).

Sebelum kuliah disampaikan, peserta yang memadati ruang cinema disuguhi premier pemutaran film berjudul Religions Diversity in Indonesia: Java Spirit, sebuah film karya Prof. Reuter dariMelbourne University, Australia.

Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)


Abdurrahman Wahid Center UI Gelar Kuliah Umum

Sebagaimana terlihat dalam film tersebut, Prof. Reuter dalam kuliahnya memaparkan bahwa pemeluk agama-agama di Indonesia tidak menyukai kekerasan. Hal tersebut bertentangan dan sekaligus mematahkan anggapan Barat, termasuk Australia, bahwa Indonesia merupakan pondok terorisme.Anggapan ini muncul pasca pembom-an di Bali.

Terkait masalah global kekinian, Reuter menegaskan pentingnya pendekatan yang bisa mengaitkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Pasca PD II banyak ilmuwan yang menyayangkan rasio yang segitu entengnya diinstrumentalisasi untuk kepentingan duniawi yang tidak berlandaskan pada moral. Sehingga menciptakan kondisi yang pada akhirnya membuktikan bahwa nalar maupun ilmu pengetahua hanyalah alat.

Habib Syech Bersholawat

Dengan begitu, Reuter mempertanyakan apa artinya ilmu pengetahuan jika keadilan tidak tercapai. Bagi Reuter, kebenaran pun yang hanya masuk dalam otak namun tidak masuk ke hati, pada akhirnya tidak akan baik.

Habib Syech Bersholawat

Selanjutnya, karya profesor yang lancar berbahasa Indonesia ini dapat disimak dalam bukunya berjudul Faith in The Future: Understanding the Revitalization of Religions and Cultural Traditions in Asia. Tidak hanya pada keberagaman di Jawa maupun Indonesia, Reuter juga melebarkan ketertarikannya pada wilayah Asia.

AWC akan menghadirkan Sidney Jones dan pembicara lainnya dan dapat dinikmati pada bulan berikutnya, Ahmad Suaedy selaku Direktur Abdurrahman Wahid Center membuka dan menutup acara ini.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ana A. Farihah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42491/abdurrahman-wahid-center-ui-gelar-kuliah-umum

Habib Syech Bersholawat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Habib Syech Bersholawat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Habib Syech Bersholawat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Habib Syech Bersholawat dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock